Bentuk Apresiasi, Kelas Pintar Ajak Ratusan Siswa Nobar

kelas pintar nobar
Cinema and movie theater concept background. Empty rows of red seats with pop corn. 3d illustration

Telset.id, Jakarta – Pemilik platform Kelas Pintar, Extramarks Education Indonesia mengajak ratusan siswa untuk nobar alias nonton bareng ratus siswa sekolah.

Namun demikian, bukan Star Wars apalagi sembarang film lainnya yang akan ditonton, melainkan film pendek tentang konsep pendidikan yang diajarkan oleh Ki Hadjar Dewantara. Menariknya, film ini dibuat oleh para siswa SMA dan SMK.

Setidaknya, lebih dari 500 siswa SMA dan SMK se-Jakarta akan menjadi bagian dari acara nonton bareng yang digagas Kelas Pintar itu.

Acara ini merupakan program kerjasama Kelas Pintar, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Yayasan Karakter Pancasila/Pusat Kajian Pendidikan – Budaya Dewantara dan Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Acara nobar ini, seperti disebut Extramarks, juga menjadi cara bagi perusahaan untuk mengapresiasi kreativitas para siswa.

{Baca juga: Gandeng Yayasan Hang Tuah, Kelas Pintar Hadir di 51 Sekolah}

Diungkapkan Founder Kelas Pintar dan Country Manager PT Extramarks Education Indonesia, Fernando Uffie, film pendek trilogi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara ini tidak hanya inspiratif dari sisi konten, tapi juga bisa menginspirasi melalui proses kreatif di belakangnya.

“Kami berharap, kreatifitas ini bisa menular ke lebih banyak siswa. Inilah alasan Kelas Pintar mendukung acara ini,” katanya.

Ada dua film pendek trilogi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara yang akan diputar dalam acara nonton bareng tersebut.

Pertama berjudul Maprah yang ditulis oleh Jihad Bangsawan, Adhika A.K., Labib Maulana, dan Salsabila K.P. dari SMA 28 dan SMK 48 Jakarta.

Kedua, yang berjudul Manifestasi Arti, karya Nurul Azizah, Sonia Renata, Banedicta Vina Ursula, dan Dominique Amadea Vanessa, dari SMKN 51 dan SMA Santa Ursula Jakarta.

Lewat dua film pendek yang dihasilkan oleh para siswa sekolah menengah atas ini, Kelas Pintar percaya bahwa potensi siswa dapat digali, bukan hanya di kelas atau sekolah saja, tetapi juga di lingkungan siswa berada.

{Baca juga: Kocak! Biar Gak ‘Nyontek’, Siswa Sekolah Ini Ditutup Kardus}

“Transfer ilmu pendidikan tidak hanya harus fokus pada materi akademis saja, tetapi juga perlu mendorong, membuka pola pikir, wawasan dan paradigm berfikir siswa seluas-luasnya. Hal ini dapat dilakukan melalui melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler,” tambah Uffie.

Kelas Pintar sendiri merupakan sebuah merek dagang kembangan PT. Extramarks Education Indonesia yang menyediakan solusi belajar online.

Sebagai sebuah solusi pendidikan berbasis teknologi, Kelas Pintar didesain untuk menguatkan dan mensinergikan peran guru, sekolah dan orang tua dalam proses pembelajaran siswa melalui sebuah platform yang terintegrasi. [TL]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here