Telset.id, Jakarta  â Untuk kali pertamanya, astronom menjadi saksi kelahiran planet baru. Mereka berhasil melakukannya berkat pengamatan menggunakan Very Large Telescope dari European Southern Observatory.
Selam ini, orang-orang, termasuk astronom, masih penasaran dengan proses pembentukan alam semesta. Ada yang berpikir bahwa planet tiba-tiba muncul begitu saja dan tidak berkurang maupun bertambah banyak.
{Baca juga: Matahari Lagi âLockdownâ, Siap-siap Cuaca Beku dan Gempa}
Namun, semua terjawab setelah para astronom melakukan pengamatan menggunakan Very Large Telescope dari European Southern Observatory. Jawaban atas teka-teki pembentukan planet pun terjawab lunas.
Dalam pengamatan yang dilakukan, seperti dikutip Telset.id dari Ubergizmo, Kamis (21/5/2020), para astronom dapat menyaksikan secara baik kelahiran planet baru lewat pemandangan pusaran debu dan gas berputar.
Debu dan gas berputar di sekitar AB Aurigae, yang terletak 520 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Auriga. Menurut para ilmuwan, jenis spiral debu dan gas menunjukkan bahwa ada planet bayi yang âmenendangâ gas.
Hal tersebut mengakibatkan gangguan sehingga terjadi spiral debu dan gas. Kemudian, tepat di tengah-tengah spiral, terdapat sedikit âputaranâ. Para ilmuwan sangat yakin bahwa di situlah planet baru akhirnya terbentuk.
Temuan ini diterbitkan dalam sebuah studi di Astronomi & Astrofisika. âPerputaran beberapa model teoritis pembentukan planet sesuai dengan hubungan dua spiral,â kata rekan penulis Anne Dutrey melalui pernyataan resmi.
Sebelumnya, seorang astronom amatir menggunakan data satelit Solar and Heliospheric Observatory (SOHO) NASA untuk menemukan komet baru yang akan terlihat pada akhir Mei dan awal Juni 2020. Para ilmuwan memberikannya nama Komet SWAN.
{Baca juga: Astronom Temukan âKomet SWANâ, Bisa Dilihat Tanpa Teleskop}
NASA mengemukakan, astronom amatir bernama Michael Mattiazzo itu kali pertama melihat komet pada April 2020 menggunakan informasi dari instrumen SOHO yang disebut Solar Wind Anisotropies atau SWAN.
NASA pun menjelaskan tentang komet tersebut, termasuk keberadaannya di belahan Bumi selatan.
âDijuluki komet SWAN, objek tersebut telah menarik banyak perhatian. Komet itu saat ini samar-samar terlihat oleh mata tanpa bantuan di belahan Bumi selatan sebelum matahari terbit,â demikian jelas NASA. [SN/HBS]




