Bayangkan jika nomor telepon pribadi menteri pertahanan negara Anda bisa dengan mudah ditemukan di aplikasi olahraga fantasi, platform media sosial, hingga situs taruhan online. Itulah yang terjadi pada Pete Hegseth, pejabat tinggi Pentagon yang menjadi pusat skandal āSignalgateā. Ironisnya, nomor yang sama digunakan untuk membahas operasi militer rahasiaātermasuk rencana serangan di Yaman.
Dari WhatsApp Hingga Situs Taruhan: Jejak Digital yang Memalukan
Menurut The New York Times, nomor pribadi Hegseth terpampang di berbagai platform publik hingga Maret lalu, termasuk WhatsApp, Facebook, Airbnb, danāyang paling mencengangkanāSleeper.com, situs taruhan olahraga. Di sana, ia menggunakan username āPeteHegsethā. Tak hanya itu, nomor tersebut juga terhubung dengan akun Google yang meninggalkan ulasan untuk dokter gigi hingga tukang ledeng.
āPeluang bahwa seseorang belum mencoba memasang spyware seperti Pegasus di ponselnya adalah nol persen,ā ujar Mike Casey, mantan direktur National Counterintelligence and Security Center. āDia termasuk lima orang paling diincar di dunia untuk mata-mata.ā
Baca Juga:
Kesalahan Fatal: Menggabungkan Urusan Pribadi dan Rahasia Negara
Yang membuat para ahli keamanan geleng-geleng kepala bukanlah fakta bahwa nomor Hegseth ada di internetāsebelum menjabat, ia adalah warga sipil. Masalah utamanya? Ia menggunakan perangkat yang sama untuk urusan super rahasia, termasuk mengungkap detail serangan udara ke Yaman dalam grup Signal yang berisi keluarga dan pejabat. Padahal, bahkan staf pemerintah level rendah dilarang menggunakan ponsel pribadi untuk pekerjaan.
āNomor telepon seperti alamat rumah yang memberi tahu penjahat di mana harus membobol,ā jelas James A. Lewis, pakar keamanan siber. āBegitu dapat alamatnya, tinggal mencari cara membuka kuncinya.ā
Skandal demi Skandal: Dari Kebocoran hingga Tuduhan Kekerasan Seksual
Hegseth bukan kali ini saja membuat blunder. Pada Agustus 2023, ia tak sengaja membocorkan rencana perang ke Jeffrey Goldberg, editor The Atlantic, melalui Signal. Lucunya, saat masih di Fox News, ia pernah menyerukan penjara untuk Hillary Clinton karena menggunakan server email pribadi.
Reputasinya juga tercoreng oleh tuduhan kecanduan alkohol dan kekerasan seksual. Mantan rekan kerjanya mengaku ia kerap muncul dalam keadaan mabuk. Pertanyaan pun mencuat: bagaimana seseorang dengan track record seperti ini bisa memegang kendali pertahanan nasional?
Kasus Hegseth menjadi pengingat betapa rapuhnya keamanan digital di era modern. Jika seorang menteri pertahanan bisa ceroboh, bagaimana dengan pejabat lainnya? Mungkin sudah waktunya Pentagon mempertimbangkan solusi seperti Samsung Galaxy S20 Tactical Edition yang dirancang khusus untuk militer.
Di tengah ancaman siber globalāseperti gangguan satelit nuklir Rusia atau aktivitas UFO yang terekam militer ASākecerobohan semacam ini bukan lagi sekadar kesalahan, melainkan risiko keamanan nasional yang serius.





Komentar
Belum ada komentar.