896 Ribu Data Nasabah KreditPlus Diduga Bocor di Internet

Kebocoran Data KreditPlus

Telset.id, Jakarta – Kasus kebocoran data kembali terjadi dan kali ini menimpa perusahaan layanan keuangan bernama KreditPlus. Diduga ada 896 ribu data nasabah KreditPlus yang bocor dan dijual di internet.

Informasi ini pertama kali diungkap oleh Teguh Aprianto melalui akun @secgron pada Senin (03/08/2020). Pada cuitannya Teguh mengatakan bahwa ada 896 ribut data nasabah yang bocor dan dijual. Data yang bocor mulai dari nama nasabah hingga data keluarga.

“896 ribu data milik KreditPlus bocor dan dijual. Data yang bocor diantaranya, Nama, KTP, Email,Password,Alamat,Nomor HP,Data pekerjaan,Data keluarga penjamin,” cuitnya.

{Baca juga: 2,3 Juta Data Pemilu 2014 Milik KPU Diduga Bocor}

Teguh juga memberikan screenshot situs internet yang membocorkan data KreditPlus. Teguh juga mengatakan jika KreditPlus adalah perusahaan keuangan yang terdaftar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Cuitan Teguh menjadi viral di Twitter. Hingga Selasa (04/08/2020) cuitannya sudah mendapat 4,4 retweet dan komentar serta 5 ribu likes. Banyak netizen yang berkomentar mengenai kebocoran data tersebut.

Misalnya akun @indranomadic yang nampaknya berhasil mengunjungi situs yang membocorkan data KreditPlus dan memposting screenshot mengenai data-data sensitif yang bocor situs tersebut.

{Baca juga: Data Covid-19 Bocor, Pengamat: Perlindungan Data Pemerintah RI Lemah}

“Gila gak tuh, telanjang semua itu orang yg datanya dipegang segini..,” cuit @indranomadic.

Komentar juga dicuitkan oleh akun @Sesa_Opas yang berpendapat jika selama ini KreditPlus adalah perusahaan keuangan yang aman.

“ya ampun. Padahal setau gw KreditPlus itu salah satu yang cukup secure…,” cuitnya.

Terakhir ada juga akun @yedikurniahadi yang bertanya apakah Indonesia tidak memiliki ahli IT yang memiliki kemampuan untuk menjaga supaya tidak terjadi kebocoran data yang dilakukan oleh hacker.

“Emang Indonesia gak punya ya ahli IT yg bisa mencegah pencurian data konsumen ?,” cuit @yedikurniahadi.

Sebelumnya kasus kebocoran data juga terjadi oleh e-commerce unicorn Tokopedia. Pada Mei 2020  masyarakat Indonesia dikejutkan dengan kabar bahwa Tokopedia dihack dari salah satu akun Twitter bernama @underthebreach.

Ia mengungkapkan jutaan akun Tokopedia telah diretas oleh hacker, dan data-data penting yang dibobol disebarkan pelaku ke forum darkweb.

“Seseorang membocorkan basis data Tokopedia, perusahaan teknologi besar asal Indonesia yang menjalankan e-commerce,” tulis akun tersebut.

{Baca juga: Tokopedia Dihack, Apa Risikonya dan Solusi Amankan Akun}

“Peretasan dilakukan pada Maret 2020 dan berpengaruh pada 15 juta pengguna, meski peretas menyebut masih banyak lagi. Basis data termasuk email, hash password, nama,” tambahnya.

Awalnya, @underthebreach mengatakan ada 15 juta akun Tokopedia yang terdampak. Data seperti nama akun, alamat email, tanggal lahir, waktu login terakhir, nomor telepon dan sebagainya terkuak di forum darkweb antar hacker.

Tapi ternyata, kasus peretasan ini lebih parah dari yang diperkirakan. Bagaimana tidak, bukan 15 juta akun yang terdampak, tapi ada 91 juta akun pengguna dan 7 juta akun merchant yang berhasil diretas oleh hacker.

Selanjutnya pada Juli 2020 puluhan juta data pengguna Tokopedia dikabarkan dibagikan secara gratis di forum internet oleh akun anonim.

Informasi ini pertama kali diketahui dan dibagikan oleh Chairman Communication and Information System Security Research Center (CISSReC), Pratama Persadha, melalui keterangan resmi yang diterima Telset.id pada Senin (06/07/2020).

{Baca juga: Hacker Bagikan 91 Juta Data Pengguna Tokopedia di Internet}

Pratama menyatakan, salah satu anggota pada sebuah grup Facebook terkait keamanan siber yang berisikan hampir 15 ribu anggota telah membagikan tautan gratis yang mengarah ke sebuah bundle data milik 91 juta pengguna Tokopedia.

“Saat ditelusuri, link tersebut bersumber pada salah satu akun bernama @Cellibis di forum Raidsforum yang memang sudah membagikan lebih dulu pada jumat 3 juli 2020,” kata Pratama.

Pada Jumat lalu, akun @Cellibis membagikan data tersebut secara gratis di Raidsforum, yang membuat banyak hacker yang mengambilnya dan membagikannya ke situs lain.

{Baca juga: Bareskrim Polri Selidiki Kasus Kebocoran Data Tokopedia}

Diduga, @Cellibis sebelumnya telah membeli 91 Juta data pengguna Tokopedia seharga USD 5.000 atau sekitar Rp 70 juta, dan memutuskan untuk membagikan data tersebut kepada anggota forum lainnya. [NM/HBS]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here