šŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi kebocoran data CareCloud yang memengaruhi 3,75 juta pasien di Amerika Serikat

Kebocoran Data CareCloud: 3,75 Juta Pasien Terdampak

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • CareCloud konfirmasi kebocoran data yang mencuri informasi pribadi dan medis 3,75 juta orang
  • Insiden terjadi pada Maret 2026 dan menjadi pencurian data kesehatan terbesar kelima tahun ini
  • Data yang dicuri mencakup nama, alamat, nomor Jaminan Sosial, info medis, paspor, SIM, dan data perbankan
  • Peretas mengeksfiltrasi data dari akun Amazon Web Services perusahaan selama enam hari
  • CEO Stephen Snyder belum menanggapi pertanyaan seputar insiden dan kemungkinan pembayaran tebusan
  • TriZetto dan Craneware juga mengalami kebocoran data besar tahun ini

Telset.id – Perusahaan teknologi kesehatan CareCloud mengonfirmasi bahwa peretas telah mencuri informasi pribadi dan catatan medis lebih dari 3,75 juta orang dalam sebuah kebocoran data besar-besaran. Pengakuan ini disampaikan perusahaan kepada regulator federal dan menjadi konfirmasi pertama mengenai skala insiden yang terjadi pada Maret 2026 tersebut. Kebocoran data ini kini tercatat sebagai pencurian data kesehatan terbesar kelima di tahun 2026 sejauh ini.

CareCloud merinci insiden kebocoran data Maret tersebut dalam pengajuan ke Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS (HHS) pada hari Senin. Jumlah korban yang terdampak dilaporkan direvisi naik dalam pembaruan pada hari Selasa, meskipun belum jelas apakah angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat.

Perusahaan teknologi yang berbasis di New Jersey ini menyediakan penyimpanan catatan medis elektronik untuk puluhan ribu penyedia layanan kesehatan di seluruh Amerika Serikat, yang berarti melayani jutaan pasien. CareCloud menangani sejumlah besar data pasien dan informasi penagihan atas nama rumah sakit, kantor dokter, dan praktik medis lainnya.

Kronologi Serangan Siber CareCloud

CareCloud belum memberikan komentar publik mengenai serangan siber ini sejak pertama kali mengungkapkan kebocoran data pada bulan Maret. Saat itu, perusahaan mengatakan bahwa peretas telah mengakses data medis pasien yang tersimpan di salah satu lingkungan penyimpanan cloud mereka selama enam hari.

Belakangan, perusahaan menyatakan dalam pemberitahuan kebocoran data bahwa para peretas mengeksfiltrasi data dari akun Amazon Web Services perusahaan dan mencuri sejumlah besar data pasien. Insiden ini menjadi perhatian serius mengingat CareCloud menangani informasi sensitif dalam skala besar.

Berdasarkan pengajuan ke HHS, data yang dicuri mencakup nama pasien, alamat pos, nomor Jaminan Sosial, serta informasi medis dan kesehatan mereka. Para peretas juga mengambil nomor identifikasi yang diterbitkan pemerintah, seperti paspor dan surat izin mengemudi, serta informasi perbankan dan keuangan.

Dampak dan Skala Kebocoran

Kebocoran data di CareCloud ini mengikuti beberapa kebocoran data perawatan kesehatan besar yang dikonfirmasi tahun ini. Raksasa teknologi TriZetto mengonfirmasi pada bulan Maret bahwa kebocoran data tahun 2024 telah memengaruhi data 3,4 juta orang. Sementara itu, sejumlah orang yang belum ditentukan jumlahnya mengalami pencurian data selama kebocoran data bulan Juli di pembuat perangkat lunak penagihan teknologi kesehatan Craneware.

Menurut penghitungan berjalan HHS mengenai kebocoran data perawatan kesehatan, raksasa asuransi gigi DentaQuest mengalami kebocoran data terbesar tahun ini sejauh ini, dengan setidaknya 15 juta orang terkena dampak informasi pribadi dan kesehatan mereka.

CEO CareCloud Stephen Snyder belum menanggapi berbagai email yang meminta informasi tentang insiden tersebut, termasuk apakah perusahaan telah membayar para peretas, siapa yang bertanggung jawab atas keamanan siber di perusahaan, atau apakah Snyder berencana mengundurkan diri setelah insiden tersebut.

Implikasi bagi Industri Kesehatan

Insiden ini menunjukkan bahwa sektor kesehatan menjadi target utama serangan siber karena menyimpan data yang sangat sensitif dan bernilai tinggi. Data medis yang dicuri dapat digunakan untuk berbagai kejahatan, termasuk pencurian identitas dan penipuan asuransi. Skala kebocoran yang mencapai jutaan korban menempatkan CareCloud dalam daftar pelanggaran data kesehatan terbesar tahun ini.

Perusahaan yang menyediakan layanan penyimpanan data medis memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi informasi pasien. Kegagalan dalam menjaga keamanan data tidak hanya berdampak pada reputasi perusahaan tetapi juga pada jutaan pasien yang datanya kini berada di tangan yang salah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari CareCloud mengenai langkah-langkah yang akan diambil untuk mengatasi dampak kebocoran data ini. Para korban yang terdampak disarankan untuk memantau informasi resmi dari perusahaan dan mengambil langkah perlindungan terhadap potensi penyalahgunaan data pribadi mereka.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.