πŸ“‘ Daftar Isi

Perbandingan kualitas jaringan AT&T T-Mobile Verizon berdasarkan studi JD Power 2026

Kebangkitan Verizon dan Kemerosotan T-Mobile di 2026

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Verizon unggul dalam studi JD Power 2026 dengan skor PP100 terendah di tiga wilayah
  • T-Mobile kehilangan posisi sebagai pemimpin 5G dan tidak lagi menjadi opsi termurah
  • Pelanggan hanya mengalami 8 masalah per 100 interaksi ponsel, rekor terendah
  • Penggunaan perangkat menurun 16 menit per 48 jam, membantu menekan jumlah masalah
  • 39% pelanggan memilih operator berdasarkan kualitas jaringan, 38% karena reputasi
  • Verizon menang di kategori Network Responsiveness, Data Performance, dan Video Performance

Telset.id – Peta persaingan operator seluler Amerika Serikat mengalami perubahan signifikan di paruh pertama 2026. Verizon berhasil meninggalkan T-Mobile dalam laporan kualitas jaringan terbaru, menandai kebangkitan yang nyata setelah beberapa tahun tertinggal. Sebaliknya, T-Mobile justru mengalami kemerosotan dan kehilangan posisinya sebagai pemimpin 5G.

JD Power baru saja merilis studi 2026 U.S. Wireless Network Quality Performance Study yang menunjukkan bahwa pelanggan nirkabel hanya mengalami 8 masalah per 100 interaksi ponsel (PP100). Angka ini memecahkan rekor sebelumnya dan mengindikasikan peningkatan kualitas jaringan secara keseluruhan.

Namun, penurunan jumlah masalah ini tidak sepenuhnya disebabkan oleh upaya operator. JD Power menemukan tren penurunan penggunaan perangkat secara signifikan. Rata-rata pengguna di AS mengurangi waktu pemakaian gadget sebanyak 16 menit per periode 48 jam dibandingkan tahun lalu. Rinciannya, pengguna menghabiskan tujuh menit lebih sedikit untuk panggilan suara dan pesan, serta sembilan menit lebih sedikit untuk browsing, streaming, dan bermain game.

β€œKualitas dan keandalan jaringan adalah aspek terpenting dari pengalaman pelanggan nirkabel, jadi kabar baik bagi industri bahwa jumlah masalah cenderung menurun di seluruh negeri,” ujar Carl Lepper, senior director TMT and Utilities Practice di JD Power, pada Juli 2026.

Lepper menambahkan bahwa meskipun tren ini sebagian didorong oleh upaya operator meningkatkan jaringan, JD Power juga menemukan tren penurunan penggunaan perangkat secara keseluruhan yang membantu menjaga jumlah masalah tetap rendah.

Verizon Memimpin di Tiga Wilayah

Dari enam wilayah yang diteliti, Verizon unggul di tiga wilayah: Mid-Atlantic (6 PP100), North Central (6 PP100), dan Southeast (7 PP100). Sementara itu, T-Mobile hanya unggul di wilayah Southwest (7 PP100) dan seri dengan Verizon di Northeast dan West (7 PP100). AT&T hanya mampu menempati posisi runner-up di dua wilayah.

Hasil ini memperkuat temuan laporan RootMetrics sebelumnya yang menyimpulkan bahwa Verizon mengungguli AT&T dan T-Mobile dalam performa selama paruh pertama 2026. Verizon menang telak dalam kategori Network Responsiveness, Data Performance, dan Video Performance, bahkan mengalahkan T-Mobile dalam pengujian 5G.

Meskipun ketiga operator besar menunjukkan performa yang kuat, hanya satu yang bisa menjadi pemenang. Kebangkitan Verizon tampaknya berjalan dengan baik dan membuahkan hasil nyata.

Di sisi lain, situasi T-Mobile cukup memprihatinkan. Operator yang sebelumnya dikenal sebagai pemimpin 5G kini kehilangan keunggulannya. Ditambah lagi, T-Mobile tidak lagi menawarkan nilai lebih dari segi harga. Posisinya menjadi sulit karena tidak lagi menjadi opsi termurah dengan selisih lebar, dan juga bukan yang tercepat.

Studi JD Power juga mengungkapkan bahwa sekitar empat dari sepuluh pelanggan memilih operator berdasarkan kualitas jaringan (39%) dan reputasi (38%), sementara sekitar seperempatnya (24%) memilih berdasarkan harga. Data ini menunjukkan bahwa kualitas jaringan tetap menjadi faktor penentu utama dalam persaingan operator.

Kebangkitan Verizon ini menjadi menarik untuk dicermati, terutama mengingat berbagai tantangan yang dihadapi operator tersebut sebelumnya. Namun, Verizon kini menunjukkan bahwa strategi peningkatan jaringan mereka berbuah hasil. Di sisi lain, T-Mobile perlu mencari cara baru untuk membedakan diri di tengah persaingan yang semakin ketat.

Kondisi ini juga memengaruhi ekosistem perangkat. Beberapa laporan menunjukkan bahwa ancaman Starlink ke operator AS juga menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan, di mana Verizon disebut paling terdampak. Sementara itu, isu penjualan data lokasi ilegal oleh operator besar, termasuk Verizon, AT&T, dan T-Mobile, juga menjadi sorotan.

Kebangkitan Verizon dan kemerosotan T-Mobile menjadi bukti bahwa persaingan operator seluler di AS terus berubah. Kualitas jaringan tetap menjadi medan pertempuran utama, dan operator yang mampu beradaptasi dengan cepat akan keluar sebagai pemenang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.