telset

Jaksa Agung AS Selidiki Facebook Terkait Skandal Kontak Email

Telset.id, Jakarta – Kasus penyimpanan 1,5 juta kontak email pengguna yang dilakukan oleh Facebook semakin pelik. Kantor Jaksa Agung, New York Amerika Serikat telah mengkonfirmasi bahwa mereka mulai melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Dilansir Telset.id dari Ubergizmo pada Senin (29/04/2019) Kantor Jaksa Agung New York mengatakan bahwa Facebook telah berulang kali menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap informasi konsumen sementara pada saat yang sama mendapat keuntungan dari penambangan data tersebut.

Berdasarkan pernyataan resmi yang dirilis Jaksa Agung AS, bahwa mereka saat ini sedang menyelidiki klaim Facebook, yang mengatakan bahwa 1,5 juta kontak tersebut berdasarkan proses verifikasi email.

“Jumlah total orang yang informasinya diperoleh secara tidak tepat mungkin ratusan ribu,” tulis pihak Jaksa Agung AS.

{Baca juga: Facebook Ketahuan Simpan 1,5 Juta Kontak Pengguna Tanpa Izin}

Sebelumnya Facebook kembali menjadi sorotan karena diketahui sejak Mei 2016, jejaring sosial itu telah mengakses daftar kontak pengguna dan mengunggah konten ke server-nya, tanpa meminta izin. Kabarnya ada 1,5 juta kontak email yang telah diunggah oleh Facebook.

Menurut laporan Business Insider pada Rabu (17/04), Facebook menjelaskan bahwa saat pengguna memasukan kata sandi email, justru perusahaan memanfaatkannya untuk mengakses kontak email mereka.

Engadget melaporkan pada Kamis (18/04), pihak Facebook mengakui tindakan tersebut, namun mereka mengaku jika tidak ada unsur kesengajaan dalam kasus ini.

“Kami menemukan bahwa dalam beberapa kasus kontak email orang juga diunggah secara tidak sengaja ke Facebook ketika mereka membuat akun mereka,” kata juru bicara Facebook.

{Baca juga: Saingi Google Assistant, Facebook Bikin Asisten Suara Sendiri}

“Kami memperkirakan bahwa hingga 1,5 juta kontak email orang mungkin telah diunggah. Kontak ini tidak dibagikan kepada siapa pun dan kami menghapus mereka,” tambah pihak Facebook.

Facebook tampaknya melanggar komitmen mereka yang diutarakan pada maret lalu. CEO Mark Zuckerberg berjanji bahwa di di masa depan perusahaan yang dipimpinnya akan lebih fokus pada keamanan privasi pengguna. [NM/HBS]

Sumber: Ubergizmo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0