Iran Tuding Twitter Blokir Akun Pendukung Pemerintah

Telset.id, Jakarta – Pemerintah Iran menuduh Twitter menutup akun masyarakat pendukung pemerintah. Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, aksi pemblokiran ini aneh karena banyak akun yang anti pemerintah tetapi dibiarkan oleh Twitter.

Melalui akun twitternya, @JZarif, Javad menyampaikan kritikan dari pemerintah Iran langsung kepada CEO Twitter, Jack Dorsey.

“Hallo @Jack. Twitter telah menutup warga Iran yang sesungguhnya termasuk presenter TV dan siswa yang seharusnya memberikan pengaruh bagi masyarakat,” tulis Zarif melalui akun @Jack, seperti dilansir dari CNET.

“Bagaimana melihat kasus di Tirana yang menggunakan bot untuk propaganda “mengganti rezim” seperti yang dimuntahkan DC? #YouAreBots,” cuitnya di tweet yang sama sambil merujuk ibukota Albania tersebut.

Baca juga: Tak Takut Kehilangan Pengguna, Twitter Terus Berangus Akun Bot

Sebelumnya baik Twitter dan Facebook di bulan Agustus lalu telah menghapus banyak laman, group dan akun yang berkaitan dengan kampanye yang bersifat disinformasi atau berita palsu.

Selain itu, Twitter, Facebook beserta Google juga telah melakukan pengawasan yang ketat bagi penyebaran berita bohong dan penuh ujaran kebencian pada pemilihan presiden Amerika di tahun 2016 lalu.

Baca juga: NASA Pecat Pegawai Magang karena Cuitan di Twitter

Mereka mengajak mengajak para pengacara dan anggota parlemen terkait apa yang mereka lihat saat pemilu berlangsung dan apa yang lakukan.

Hingga berita ini diturunkan pihak Twitter masih enggan untuk berkomentar. [NM/HBS]

Sumber: CNET 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here