Diancam Hacker, Spotify Ganti Password 350 Ribu Pengguna

Password Spotify
Spotify menyetel ulang 350 ribu akun pengguna setelah terjadi kebocoran data pengguna (Sumber gambar: threatpost.com)

Telset.id, Jakarta – Spotify kabarnya telah mengganti password dari 350 ribu akun pengguna untuk meningkatkan keamanan. Hal ini dilakukan setelah adanya kasus kebocoran data pengguna di internet. 

Tim peneliti dari vpnMentor menemukan database di server Elasticsearch terbuka yang berisi lebih dari 380 juta catatan individu, termasuk kredensial login dan data pengguna lainnya yang secara aktif divalidasi terhadap akun Spotify. 

Dilansir Telset dari Threatpost pada Jumat (27/11/2020), database sebesar 72GB ini berisi data-data penting, termasuk nama pengguna dan password akun yang diverifikasi di Spotify, alamat email, serta negara tempat tinggal.

“Basis data yang terungkap adalah milik pihak ketiga yang menggunakannya untuk menyimpan kredensial login Spotify. Kredensial ini kemungkinan besar diperoleh secara ilegal atau berpotensi bocor dari sumber lain,” tulis vpnMentor. 

vpnMentor mengatakan bahwa database tersebut bukan berasal dari Spotify. Hingga kini belum diketahui dari mana pustaka data tersebut dikumpulkan. 

{Baca juga: Artis Spotify Bisa Pilih Rekomendasi Lagu Terbaik untuk Pengguna}

“Asal-usul database dan bagaimana para penipu menargetkan Spotify sama-sama tidak diketahui,” menurut perusahaan vpnMentor. 

Saat ini, vpnMentor menduga bahwa para hacker mencurinya dari berbagai layanan aplikasi, lalu dikumpulkan dan digunakan untuk mengakses akun Spotify. 

“Para peretas mungkin menggunakan kredensial masuk yang dicuri dari platform, aplikasi, atau situs web lain dan menggunakannya untuk mengakses akun Spotify,” ujar vpnMentor. 

vpnMentor telah mengonfirmasi kasus ini kepada Spotify dan menjelaskan bahwa data-data itu bisa disalahgunakan untuk menipu Spotify dan pengguna. 

“Kami bekerja dengan Spotify dan mengonfirmasi bahwa database milik grup atau individu yang menggunakannya bisa untuk menipu Spotify dan penggunanya,” tambah vpnMentor. 

Perusahaan pun langsung bergerak cepat. Spotify mulai mengganti password dari 350.000 akun dalam rangka untuk mengurangi risiko akun disusupi atau dibajak oleh para hacker.

Spotify Punya 320 Juta Pengguna

Password Spotify

Sebelumnya, Spotify mencatat kinerja positif pada kuartal kedua 2020. Aplikasi asal Swedia tersebut memiliki pengguna aktif bulanan sebanyak 320 juta.

Jumlah tersebut mengalami kenaikan 7% dari total 299 juta pengguna aktif pada akhir Q2 2020, dan meningkat lebih dari 29% dibandingkan pada periode Q3 2019.

Perusahaan pimpinan Daniel Ek itu juga mencatat peningkatan jumlah pengguna premium, yang kini berjumlah 144 juta. Jumlah tersebut meningkat 5% dibandingkan kuartal sebelumnya, dan pertumbuhan tahunan mencapai 27%.

Angka-angka ini masih menempatkan Spotify sebagai pemimpin pasar dalam kategori layanan musik berbayar. Jumlah pengguna Spotify jauh di atas Apple Music, yang terakhir dilaporkan memiliki 60 juta pengguna pada Juli 2019.

Pada basis per wilayah, Eropa menyumbang 34% dari semua penggun aktif bulanan selama Q3. Diikuti oleh Amerika Utara sebesar 25% dan Amerika Latin sebesar 22%, sedangkan negara lain di dunia menyumbang 19%.

Sementara dari sisi konsumsi konten, jam konsumsi global sudah melampaui level sebelum pandemi Covid-19 selama kuartal tersebut. Spotify mengatakan semua wilayah telah pulih sepenuhnya, setelah sebelumnya mengalami penurunan karena pandemi.

Tren konsumsi, menurut Spotify, telah kembali ke penggunaan normal, termasuk jam mendengarkan di dalam mobil yang kini berada di atas puncak sebelum Covid.

{Baca juga: Jumlah Pengguna Aktif Spotify Tembus 320 Juta}

Penggunaan pada perangkat yang terhubung di dalam rumah, yang mengalami lonjakan selama lockdown, juga tetap di atas level sebelum pendemi Covid.

Dengan jumlah pengguna aktif mencapai 320 juta, Spotify meraup total pendapatan sebesar € 1.975 juta atau sekitar Rp 33,8 miliar, tumbuh 14% Y/Y di Q3 atau 19% Y/Y. Sementara pendapatan dari layanan premium tumbuh 15% Y/Y menjadi € 1.790 juta atau 20% Y/Y.

Namun jika dilihat pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU), mengalami penurunan 10% Y/Y dengan pendapatan sebesar € 4,19 di Q3, atau turun 6% Y/Y. (NM/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here