Remaja Peretas Akun Twitter Bill Gates Merasa Tak Bersalah

Preview foto Twitter rasis

Telset.id, Jakarta  – Remaka asal Florida berusia 17 tahun yang dituduh mendalangi peretas akun Twitter Bill Gates dan milik para pesohor lainnya, mengaku dirinya tidak bersalah dalam aksi yang menghebohkan itu.

Aksi bocah ini cukup menghebohkan dunia maya, karena dia berhasil menguasai akun Twitter para pesohor, termasuk Joe Biden, Bill Gates, dan Elon Musk.

Graham Clark, nama remaja itu, mengaku kepada Hakim Pengadilan Christopher Nash di Tampa tidak bersalah atas 30 dakwaan tindak pidana penipuan.

{Baca juga: Twitter Ungkap Penyebab Kasus Hack Akun Tokoh dan Seleb}

Menurut catatan pengadilan, dakwaan yang dituduhkan tersebut disampaikan oleh jaksa penuntut umum.

Clark dijadwalkan untuk hadir lagi di pengadilan lagi pada Rabu (6/8/2020) waktu setempat guna menjalani sidang soal permintaan mengubah obligasi USD 750 ribu dan pembebasannya. Sayang, pengacara Clark tidak bersedia memberikan komentar.

Menurut laporan Reuters, seperti dikutip Telset.id, Rabu (5/8/2020), seorang lelaki Inggris berusia 19 tahun dan seorang lelaki berusia 22 tahun di Orlando, Florida, juga didakwa di bawah hukum federal AS karena membantu serangan massal di Twitter itu.

Clark mendapatkan setidaknya USD 100 ribu dari skema penipuan menggunakan akun selebriti. Ia mengumpulkan investasi tersebut dari pengguna Twitter yang tidak curiga. Ia mencatut nama-nama beken seperti Musk, Jeff Bezos, Bill gates, hingga Biden.

Mason Sheppard, berusia 19 tahun dari Bognor Regis, Inggris, yang menggunakan alias Chaewon, didakwa melakukan penipuan dan pencucian uang. Sementara Nima Fazeli, 22 tahun, yang berbasis di Orlando, dijuluki Rolex, dituduh telah bersekongkol.

{Baca juga: Pelaku Hack Akun Pesohor di Twitter Ditangkap}

Dalam peretasan tersebut, cuitan palsu yang meminta investasi dalam Bitcoin, diposting pada pertengahan Juli 2020 oleh 45 akun Twitter terverifikasi. Twitter mengatakan, peretas kemungkinan telah membaca beberapa pesan langsung milik korban.

Seperti diketahui, pelaku di balik kasus hack yang menimpa beberapa akun Twitter milik pesohor akhirnya ditangkap. Ia adalah seorang remaja 17 tahun yang berasal dari Florida, Amerika Serikat.

Sempat muncul dugaan bahwa kasus hack ini merupakan ulah pelaku yang berasal dari internal Twitter. Ada tuduhan seorang karyawan Twitter memberikan hacker akses ke alat-alat internal yang memungkinkan akun-akun itu diakses.

Menurut laporan Ubergizmo, seperti dikutip Telset.id, Senin (03/08/2020), kasus akhirnya menemui ujung dengan penangkapan seorang remaja berusia 17 tahun dari Tampa, Florida. Ia adalah dalang serangan.

{Baca juga: Twitter Jamin Password Pengguna Aman dari Hack}

“Saya memberi selamat kepada penegak hukum federal, Kantor Pengacara AS untuk Distrik Utara California, FBI, IRS, Dinas Rahasia, serta Departemen Penegakan Hukum Florida,” kata Jaksa Andrew Warren. [SN/HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here