Pengguna Gemini di Asia Tenggara Naik Dua Kali Lipat dalam Setahun

Pengguna Gemini di Asia Tenggara Naik Dua Kali Lipat dalam Setahun

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Google melaporkan bahwa jumlah pengguna aktif aplikasi Gemini di Asia Tenggara meningkat lebih dari dua kali lipat dalam setahun terakhir. Pertumbuhan ini menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai wilayah dengan tingkat adopsi Gemini tercepat dibandingkan aplikasi Google lainnya yang pernah diluncurkan.

Vice President, Southeast Asia and South Asia Frontier Google, Sapna Chadha, mengungkapkan data tersebut dalam laporan perdana Gemini Report: Southeast Asia 2026 yang digelar secara daring pada Selasa. Menurut Sapna, antusiasme pengguna di kawasan ini tercermin jelas dari angka pertumbuhan yang mencetak rekor.

“Kami melihat antusiasme tercermin dari angka-angka di Asia Tenggara ini, jumlah pengguna aktif Gemini, baik di web maupun aplikasi, telah meningkat lebih dari dua kali lipat di kawasan ini dalam 12 bulan terakhir. Bahkan, pertumbuhannya mencetak rekor, melampaui aplikasi Google lainnya yang pernah kami luncurkan di Asia Tenggara,” ujar Sapna.

Pertumbuhan pesat ini didorong oleh beberapa faktor utama. Google mengungkapkan bahwa dominasi populasi muda yang melek teknologi menjadi pendorong signifikan, dengan hampir 40 persen penduduk Asia Tenggara berusia di bawah 25 tahun. Selain itu, kemampuan Gemini dalam memahami bahasa-bahasa lokal juga menjadi faktor kunci adopsi.

Laporan tersebut mengulas pemanfaatan Gemini di enam negara dengan basis pengguna terbesar di kawasan, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Menurut Google, seiring meningkatnya popularitas aplikasi tersebut, Gemini semakin banyak dimanfaatkan sebagai pendamping untuk bekerja, belajar, dan menjalani aktivitas sehari-hari.

“Faktanya, pertumbuhannya mencapai rekor tercepat, melampaui aplikasi Google lainnya yang pernah kami luncurkan di Asia Tenggara,” tegas Sapna.

Salah satu temuan menarik dari laporan ini adalah dominasi penggunaan bahasa lokal. Google mencatat bahwa hampir 70 persen prompt yang diajukan pengguna di Asia Tenggara ditulis menggunakan bahasa lokal. Persentase tersebut dipimpin Vietnam sebesar 89 persen, disusul Thailand 87 persen, dan Indonesia 84 persen. Hal ini menunjukkan bahwa Gemini berhasil menjembatani kesenjangan bahasa dan membuat teknologi AI lebih mudah diakses oleh masyarakat di kawasan.

Dari segi performa, berdasarkan Southeast Asia Holistic Evaluation of Language Models (SEA-HELM), Gemini dinobatkan sebagai large language model (LLM) dengan performa terbaik secara keseluruhan untuk bahasa-bahasa Asia Tenggara. Pencapaian ini memperkuat posisi Gemini sebagai asisten AI yang paling relevan dan efektif di kawasan.

Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa 75 persen permintaan kepada Gemini di kawasan berasal dari perangkat seluler. Lebih dari 40 persen perintah telah menggunakan masukan multimodal berupa suara, foto, atau video, sementara sekitar 10 persen menggunakan suara melalui fitur seperti Gemini Live. Angka ini menunjukkan bahwa pengguna Asia Tenggara sangat adaptif terhadap teknologi AI dan lebih memilih interaksi yang alami dan intuitif.

Selain untuk mencari informasi, pengguna di Asia Tenggara juga memanfaatkan Gemini sebagai asisten riset untuk merangkum dokumen dan merapikan data. Gemini juga digunakan sebagai teman bertukar pikiran untuk memperoleh saran, opini, rekomendasi, maupun panduan penyelesaian masalah langkah demi langkah. Penggunaan yang beragam ini menunjukkan bahwa Gemini telah menjadi bagian integral dari produktivitas sehari-hari.

Pertumbuhan pengguna Gemini yang pesat di Asia Tenggara memberikan implikasi penting bagi ekosistem AI global. Kawasan ini kini menjadi salah satu pasar paling strategis bagi pengembangan AI generatif. Kemampuan Gemini dalam memahami konteks lokal dan bahasa daerah menjadi pembeda utama yang mendorong adopsi massal.

Dengan populasi muda yang besar dan tingkat penetrasi smartphone yang tinggi, Asia Tenggara memiliki potensi besar untuk terus menjadi motor pertumbuhan AI. Google tampaknya menyadari hal ini dan terus berinvestasi dalam pengembangan fitur-fitur yang relevan dengan kebutuhan pengguna di kawasan.

Namun, Gemini Down yang sempat terjadi beberapa waktu lalu menjadi pengingat bahwa keandalan layanan juga penting untuk menjaga kepercayaan pengguna. Meskipun demikian, angka pertumbuhan yang dilaporkan Google menunjukkan bahwa secara keseluruhan, pengalaman pengguna terhadap Gemini tetap positif.

Laporan Gemini Report: Southeast Asia 2026 menjadi acuan penting bagi para pelaku industri untuk memahami tren adopsi AI di kawasan. Data yang disajikan menunjukkan bahwa AI generatif telah memasuki fase adopsi massal, dan Asia Tenggara menjadi salah satu episentrum pertumbuhan tersebut.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.