šŸ“‘ Daftar Isi

Lotte Rental Pacu Inovasi dengan Dukungan Software Rimini Street

Lotte Rental Pacu Inovasi dengan Dukungan Software Rimini Street

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Apa yang terjadi ketika raksasa rental mobil Korea Selatan memutuskan untuk berhenti membayar mahal untuk dukungan perangkat lunak konvensional? Lotte Rental memberikan jawabannya: mereka mengalihkan sumber daya miliaran rupiah itu untuk mendanai masa depan, dengan bantuan dari Rimini Street. Inilah kisah transformasi digital yang berawal dari penghematan biaya TI yang cerdas.

Dalam lanskap industri mobilitas yang berubah dengan kecepatan tinggi, tekanan untuk berinovasi tidak pernah sebesar ini. Perusahaan-perusahaan tidak hanya bersaing dalam harga dan layanan, tetapi juga dalam kecepatan adopsi teknologi. Lotte Rental, dengan lebih dari 300 cabang di Korea Selatan dan kehadiran di Thailand serta Vietnam, memahami betul hal ini. Visi mereka untuk memimpin industri mobilitas ternyata menemukan momentumnya justru setelah mengambil keputusan strategis yang mungkin dianggap berani: meninggalkan dukungan vendor tradisional untuk sistem SAP dan Oracle mereka, dan beralih ke layanan dukungan pihak ketiga dari Rimini Street. Keputusan ini bukan sekadar menghemat uang, ini tentang membeli waktu dan fleksibilitas untuk berlari lebih cepat.

Bayangkan ini: sebuah inisiatif optimalisasi biaya perusahaan besar yang biasanya berujung pada pemotongan anggaran atau efisiensi staf. Di Lotte Rental, hasilnya justru sebaliknya. Dengan memilih Rimini Supportā„¢, perusahaan berhasil menekan lebih dari 50% dari total biaya dukungan tahunan mereka. Angka itu bukan sekadar penghematan di atas kertas; itu adalah modal tunai yang langsung dapat dialihkan. Changgeun Park, Head of IT Lotte Rental, dengan tegas menyatakan bahwa kemitraan ini memberikan ā€œtingkat penghematan dan kualitas layanan yang tidak tertandingi di industri.ā€ Lalu, ke mana larinya dana segar itu? Jawabannya terletak pada kata kunci yang mendefinisikan era ini: Artificial Intelligence (AI), cloud, dan otomatisasi.

Strategi ini membebaskan Lotte Rental dari siklus upgrade paksa yang mahal dan seringkali mengganggu dari vendor perangkat lunak besar. Alih-alih terus-menerus beradaptasi dengan roadmap vendor, mereka kini dapat fokus pada roadmap bisnis mereka sendiri. Sistem inti yang mission-critical menjadi stabil dan aman, namun sekaligus lincah. Konsep ini sering disebut sebagai composable ERP, di mana sistem inti yang kokoh dijadikan fondasi untuk membangun inovasi-inovasi baru tanpa harus membongkar pasang seluruh arsitektur. Stabilitas bukan lagi musuh inovasi, melainkan prasyaratnya. Ini adalah pelajaran berharga bagi banyak perusahaan yang masih terjebak dalam dilema antara menjaga sistem lama yang stabil atau mengganti dengan sistem baru yang berisiko.

Dari Penghematan ke Revolusi Produktivitas

Bukti kesuksesan strategi ini tidak perlu dicari jauh-jauh. Kontrak awal selama satu tahun untuk dukungan Oracle pada 2024 telah diperpanjang menjadi kemitraan multi-tahun, dan bahkan diperluas untuk mencakup sistem SAP. Perpanjangan kontrak adalah validasi yang paling nyata dalam dunia bisnis. Park menambahkan bahwa kemitraan yang berkembang ini ā€œmemperkuat kemampuan kami dalam memberikan nilai dan inovasi yang lebih besar di pasar konsumen yang terus berubah.ā€ Dalam industri di mana kecepatan adalah segalanya, kemampuan untuk berinvestasi pada teknologi baru tanpa terhambat oleh beban pemeliharaan sistem lama adalah keunggulan kompetitif yang sangat besar.

Lalu, seperti apa wujud investasi tersebut? Lotte Rental secara agresif mengalokasikan dana ke beberapa area kunci. Pertama, adalah penerapan robotic process automation (RPA) yang dirancang untuk menghilangkan tugas-tugas administratif yang berulang dan membosankan. Kedua, mereka melakukan peningkatan signifikan pada antarmuka SAP ERP mereka, membuatnya lebih intuitif dan powerful. Yang paling strategis, mereka berhasil mengintegrasikan fungsi-fungsi vital perusahaan—pemasaran, logistik, keuangan, dan SDM—ke dalam satu platform yang kohesif. Kevin Kim, GVP dan Regional General Manager Rimini Street Korea, menyebut ini sebagai ā€œpeta jalan yang memungkinkan investasi langsung dalam inisiatif berbasis AI, transformasi digital, dan keunggulan operasional.ā€

Dampaknya sungguh terukur dan monumental. Inisiatif transformasi digital Lotte Rental ini diproyeksikan menghemat lebih dari 100.000 jam kerja dalam kurun waktu lima tahun. Bayangkan produktivitas yang tercipta ketika puluhan ribu jam yang biasanya dihabiskan untuk pekerjaan manual dialihkan ke tugas-tugas strategis, analitis, dan kreatif. Ini bukan sekadar efisiensi; ini adalah revolusi cara kerja. Peningkatan kepuasan karyawan menjadi bonus alami, karena tidak ada manusia yang ingin terjebak dalam pekerjaan rutin yang sebenarnya dapat ditangani oleh mesin.

Narasi Lotte Rental ini sejalan dengan tren global di mana transformasi digital menjadi tulang punggung pertumbuhan. Seperti yang terjadi di Indonesia, di mana kampanye transformasi digital digaungkan untuk mendorong adopsi teknologi. Perbedaannya, Lotte Rental mendanai transformasinya bukan dengan anggaran baru yang membengkak, tetapi dengan mengalihkan aliran biaya lama yang tidak efisien. Model pendanaan ini mungkin justru lebih berkelanjutan dan mudah direplikasi.

Cerita ini juga menyoroti peran penting kemitraan strategis. Rimini Street bukan sekadar vendor penyedia layanan; mereka menjadi mitra yang memungkinkan tim TI internal Lotte Rental untuk naik level. Dengan memiliki Primary Support Engineer dedicated yang didukung tim global ahli ERP, Lotte Rental mendapatkan kepastian dan keahlian tanpa perlu membangun kapasitas tersebut secara internal dari nol. Ini adalah bentuk kolaborasi strategis yang menghasilkan sinergi, di mana setiap pihak fokus pada keahlian intinya.

Jadi, apa pelajaran yang bisa diambil? Pertama, bahwa transformasi digital seringkali dimulai dari optimasi biaya yang cerdas, bukan sekadar menambah anggaran. Kedua, bahwa stabilitas sistem lama dan inovasi teknologi baru bukanlah dua kutub yang bertentangan; dengan strategi yang tepat, keduanya bisa saling mendukung. Dan ketiga, seperti yang dibuktikan oleh Lotte Rental, kepemimpinan di industri mobilitas masa depan tidak hanya ditentukan oleh jumlah armada atau jaringan cabang, tetapi oleh kecepatan dan kecerdasan dalam mengalokasikan setiap sumber daya—termasuk sumber daya TI—untuk menciptakan nilai baru. Mereka tidak lagi sekadar menyewakan mobil; mereka membangun sebuah ekosistem mobilitas yang cerdas, efisien, dan siap menghadapi masa depan. Itulah hakikat kepemimpinan sejati di era digital.