Hacker Rusia dan Korea Utara Incar Data Vaksin Covid-19

Hacker data vaksin covid-19
Peneliti vaksin Covid-19 (Reuters)

Telset.id, Jakarta  – Microsoft mengingatkan bahwa para hacker Rusia dan Korea Utara telah mencoba menyerang perusahaan farmasi untuk mengincar data vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan.

Raksasa teknologi itu telah mendeteksi serangan hacker data vaksin Covid-19 di dunia maya dalam beberapa bulan terakhir terhadap tujuh perusahaan besar yang “terlibat langsung” dalam penelitian vaksin Covid-19.

{Baca juga: Hacker Manfaatkan Peta Pelacak Corona untuk Sebar Malware}

Microsoft telah melacak peretasan ke grup hakcer Rusia dan Korea Utara yang disebut “Strontium” atau dikenal sebagai “Beruang Mewah”. Microsoft juga telah melacak peretas asal Korea Utara bernama “Seng” dan “Cerium”.

Seperti dilansir New York Post, Mereka menargetkan perusahaan dan organisasi penelitian di AS, Kanada, India, Korea Selatan, yang sebagian besar memiliki vaksin virus corona dalam “berbagai tahap uji klinis”.

“Mayoritas serangan diblokir oleh perlindungan keamanan yang tertanam dalam produk kami,” kata Tom Burt, wakil presiden perusahaan keamanan dan kepercayaan pelanggan Microsoft, via postingan blog.

Sayang, seperti dikutip Telset, Minggu (15/11/2020), Microsoft tidak bersedia mengungkap berapa banyak serangan hacker Rusia dan Korea Utara yang telah berhasil ditangkal oleh sistem.

Microsoft juga tidak mengidentifikasi target apa pun dengan namanya meskipun Burt menyatakan banyak yang telah menerima investasi atau kontrak pemerintah untuk pekerjaan terkait virus corona.

{Baca juga: FBI Tuduh Peretas “Geng” China Curi Penelitian Covid-19}

Microsoft mengatakan, peretas Fancy Bear berusaha membobol akun orang dengan mencoba masuk ribuan atau jutaan kali, sedangkan dua kelompok hacker Korea Utara telah menggunakan taktik “spear-phishing“.

Sebelumnya, pejabat Amerika Serikat memperingatkan para ilmuwan dan tenaga kesehatan untuk mewaspadai pencurian siber, setelah para peretas “geng” China membobol organisasi AS yang melakukan penelitian mengenai Covid-19.

Biro Investigasi Federal dan Departemen Keamanan Dalam Negeri mengatakan bahwa FBI sedang melakukan penyelidikan kasus pembobolan digital di organisasi AS oleh “aktor siber” terkait China.

Mereka telah berusaha mengidentifikasi dan secara ilegal memperoleh kekayaan intelektual yang berharga, data kesehatan masyarakat terkait vaksin, perawatan, pengujian jaringan, serta rahasia para personel penelitian mengenai Covid-19.

Sayangnya, pernyataan itu tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang identitas target atau peretas geng China tersebut. [SN/HBS]

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here