šŸ“‘ Daftar Isi

Google Luncurkan Fitur Preferred Sources untuk Kontrol Hasil Pencarian

Google Luncurkan Fitur Preferred Sources untuk Kontrol Hasil Pencarian

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Apakah Anda frustrasi dengan hasil pencarian Google yang dipenuhi iklan, konten AI berkualitas rendah, atau situs yang memanipulasi SEO? Kabar baik datang dari raksasa teknologi ini. Google baru saja meluncurkan fitur bernama Preferred Sources, yang memungkinkan pengguna memilih sendiri sumber berita favorit mereka untuk ditampilkan di hasil pencarian.

Fitur ini hadir di tengah kritik pedas terhadap kualitas hasil pencarian Google yang semakin memburuk. Banyak pengguna mengeluh tentang dominasi konten sponsor, praktik SEO curang, dan artikel yang dihasilkan AI tanpa substansi. Seperti dilaporkan dalam berita teknologi paling menarik, tren algoritma mesin pencari memang sedang menjadi sorotan.

Google logos displayed on several screens

Bagaimana Preferred Sources Bekerja?

Dengan Preferred Sources, pengguna di AS dan India (untuk saat ini) bisa memilih media favorit mereka—mulai dari koran nasional, media lokal, hingga blog niche. Setelah dipilih, Google akan menampilkan artikel terkait dari sumber-sumber tersebut di bagian ā€œTop Storiesā€ dan segmen baru berjudul ā€œFrom your sourcesā€.

Untuk mengaktifkannya, cukup cari topik di Google. Jika fitur tersedia, Anda akan melihat ikon di sebelah bagian ā€œTop Storiesā€. Ketuk ikon tersebut, lalu tambahkan media pilihan Anda. Tidak ada batasan jumlah sumber yang bisa dipilih, jadi Anda bebas mengkustomisasi hasil pencarian sesuai preferensi.

Baca Juga:

Dampak pada Publisher dan Pengguna

Google juga menyediakan alat bagi publisher untuk mendorong pembaca menambahkan mereka sebagai Preferred Source, termasuk tombol ā€œAdd as a preferred source on Googleā€. Langkah ini bisa menjadi penyelamat bagi media yang mengalami penurunan trafik dari Google, meski perusahaan tetap bersikeras bahwa AI mereka tidak merugikan publisher.

Namun, pertanyaan besar muncul: apakah fitur ini justru akan memperkuat ā€œecho chamberā€, di mana pengguna hanya terpapar informasi dari sumber yang sesuai dengan pandangan mereka? Seperti dibahas dalam alternatif ChatGPT terbaik, filter gelembung informasi memang menjadi tantangan di era algoritma.

Fitur Preferred Sources bisa jadi pengakuan terselubung Google bahwa algoritma mereka gagal menyajikan hasil pencarian yang relevan dan berkualitas. Tapi setidaknya, kini kontrol ada di tangan pengguna—entah itu untuk kebaikan atau sebaliknya.