Facebook, Google, dkk Kumpul di Gedung Putih, Bahas Apa?

Telset.id, Jakarta – Gedung Putih akan menjadi tuan rumah bagi para eksekutif dari perusahaan teknologi seperti Amazon, Google, dan Facebook, pada Kamis (10/5) waktu Amerika Serikat (AS). Perusahaan-perusahaan ini berkumpul di rumah dinas Presiden Donald Trump untuk membahas masa depan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Menurut The Washington Post, seperti dilansir The Verge, masing-masing perwakilan dari 38 perusahaan besar AS akan menghadiri pertemuan untuk berbicara tentang bagaimana administrasi Trump bisa berbuat lebih banyak melalui pendanaan dan regulasi guna meningkatkan teknologi AI.

Jelas, kabar ini merupakan terobosan mengejutkan. Setelah menerima kritik berkelanjutan karena dianggap kurang peduli, Gedung Putih akhirnya mulai menghadapi tantangan dan janji terkait perkembangan AI. Setahun  lalu, Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengaku tak khawatir robot akan menggantikan pekerja di AS.

Sontak, pernyataan Mnuchin langsung disambut dengan cemoohan dari industri teknologi. Ia dianggap sebagai perwakilan pemerintahan yang mempunyai ketidaktahuan soal administrasi. Seolah ingin mengoreksi kesalahan tersebut, sekarang Gedung Putih bersikap lebih “dewasa” dengan mengundang para eksekutif.

Meskipun secara umum AS dilihat sebagai pemimpin dunia dalam hal pengembangan teknologi AI, para ahli telah memperingatkan bahwa Trump cs tak cukup kuat untuk mempertahankan posisi di masa depan. Seiring perjalanan waktu, negara-negara lain jauh lebih proaktif ketimbang AS mengenai AI.

Pada pertemuan nanti di Gedung Putih, satu topik utama yang kemungkinan disinggung adalah tentang efek otomasi di pasar tenaga kerja. Sebab, ada perkiraan bahwa banyak pekerjaan di AS yang bakal hilang akibat otomatisasi teknologi dalam beberapa tahun terakhir, khususnya setelah kemunculan AI.

Berbicara kepada The Washington Post, Dean Garfield selaku presiden Dewan Industri Teknologi Informasi mengatakan bahwa para pembantu administrasi Trump agak lambat merespons perkembangan teknologi. Karenanya, ia menyebut pertemuan pada Kamis nanti menjadi kesempatan untuk mempercepat ketertinggalan AS dari negara lain dalam hal pengembangan AI. [SN/IF]

Source Link 

Previous articleDi Android P, Adaptive Brightness Makin Pintar
Next articleFitur Baru Gmail Bisa Tebak Kata yang Ingin Dipakai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here