Curi Data Perusahaan, Mantan Karyawan Google Dibui 18 Bulan

mantan karyawan Google

Telset.id, Jakarta  – Hakim menjatuhkan vonis 18 bulan penjara kepada mantan eks Google, Anthony Levandowski. Mantan karyawan Google dipenjara terkait kasus pencurian rahasia dagang mobil otonom. Praktik itu ia lakukan sebelum menjadi kepala unit di Uber.

Hakim Distrik AS, William Alsup, di San Francisco mengatakan, Levandowski yang divonis pada Selasa (4/8/2020) waktu setempat bakal masuk bui setelah pandemi Covid-19 mereda.

Maret 2020 lalu, Levandowski mengajukan pembelaan. Namun pada persidangan hakim tetap memutuskan mantan karyawan Google dipenjara selama 18 bulan.

{Baca juga: Google Pecat Karyawan yang Langgar Aturan Keamanan Data}

Alsup mengatakan, hukuman penjara akan memberikan peringatan bagi setiap insinyur yang melakukan pencurian serupa.  Ia menggambarkan hukuman Levandowski sebagai “kejahatan rahasia dagang terbesar yang pernah terjadi.

“Miliaran dolar AS sedang bermain. Ketika insentif keuangan semacam itu ada, orang baik akan melakukan hal-hal buruk. Dan, praktik tersebut kini benar-benar ada,” jelasnya seperti dikutip Telset.id dari Reuters, Kamis (6/8/2020).

Jaksa menuntut hukuman penjara 27 bulan. Levandowski meminta kurungan satu tahun di rumah. Ia berpendapat bahwa serangan dengan pneumonia dalam beberapa tahun terakhir akan membuatnya rentan terhadap kematian  virus corona.

Pengacaranya meminta hakim untuk mempertimbangkan bahwa penyelidik tidak menemukan bukti bahwa Levandowski telah menggunakan rahasia dagang Google. Namun, bukti menunjukkan kliennya mentransfer 14.000 data Google.

{Baca juga: Eks Insinyur Google Didakwa Curi Rahasia Mobil Otonom}

Di dalamnya termasuk jadwal pengembangan dan desain produk. Data-data ia transfer ke laptop pribadi sebelum meninggalkan perusahaan dan saat menegosiasikan kesepakatan dengan Uber. Uber telah memecat Levandowski pada 2017.

Seperti diketahui, Anthony Levandowski, pelopor teknologi mobil otonom, didakwa mencuri rahasia dagang milik Google. Aksi itu ia lakukan sebelum bergabung ke Uber Technologies Inc.

Dakwaan 33 hitungan dipublikasikan kepada Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS). Sebagian besar fokus kepada tuduhan pencurian dokumen mobil otonom Waymo garapan Alphabet, induk perusahaan Google, tempat Levandowski pernah bekerja. [SN/HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here