BSSN Investigasi Kasus Dugaan Kebocoran Data PeduliLindungi

Telset.id, Jakarta – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), tengah melakukan investigasi terkait kasus dugaan kebocoran 3,2 miliar data PeduliLindungi yang dilakukan oleh hacker Bjorka.

Melalui keterangan resmi yang diterima pada Sabtu (19/11/2022), Juru Bicara BSSN Ariandi Putra mengatakan kalau pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Kominfo dan Telkom Indonesia untuk kasus ini.

Koordinasi antara institusi itu dilakukan untuk memastikan apakah data yang dibocorkan Bjorka, benar-benar data di aplikasi PeduliLindungi atau tidak.

“BSSN, Kemenkes, Kemenkominfo dan PT. Telkom melakukan koordinasi dan
kemudian melakukan validasi data serta investigasi dalam rangka memastikan
dugaan kebocoran data pengguna aplikasi PeduliLindungi tersebut,” tulis Ariandi Putra.

Selain itu BSSN beserta instansi lainnya, juga akan melakukan akuisisi log firewall, imaging virtual machine serta snapshot aplikasi di server aplikasi PeduliLindungi. Hingga saat ini proses-proses tersebut masih terus berlangsung.

BACA JUGA:

Seperti diketahui bahwa Bjorka diduga telah membocorkan 3,2 miliar data yang ada di platform PeduliLindungi dan menjualnya melalui situs breached.to.

Bjorka menjual data tersebut dengan harga USD 100 ribu atau Rp 1,5 miliar, dan pembelian hanya bisa menggunakan Bitcoin.

Data yang diklaim oleh Bjorka berjumlah 3.250.144.777 data dengan total ukuran mencapai 157 GB bila dalam keadaan tidak dikompres. Data sampelnya dibagi menjadi 5 file.

Kebocoran Data PeduliLindungi
Postingan Bjorka mengenai kebocoran data PeduliLindungi

Terdiri dari data pengguna sebanyak 94 juta, akun yang sudah disortir sebanyak 94 Juta, data vaksinasi 209 Juta, data riwayat check-in 1,3 miliar, dan riwayat pelacakan kontak sebanyak 1,5 Milyar.

Chairman lembaga riset siber CISSReC, Pratama Persadha sudah mengecek data tersebut, menggunakan sampel data yang diberikan Bjorka secara gratis. Hasilnya data yang dimiliki Bjorka ternyata sesuai dengan data kependudukan.

BACA JUGA: 

“Saat dicek apakah data ini valid menggunakan aplikasi pengecek nomor KTP, maka data ini benar valid terdata di data kependudukan. Dan jika diperiksa lebih lanjut pada sampel datanya, ada banyak kordinat lokasi yang bertepatan dengan fitur Check-in PeduliLindungi di tempat-tempat publik,” jelas Pratama.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0