Intel Kembali Garap Bisnis Kartu Grafis Game

Telset.id, JakartaIntel berencana masuk kembali alias comeback ke bisnis kartu grafis game pada 2020 mendatang. Bisnis yang telah lama ditinggalkan raksasa chip prosesor komputer itu kini mulai dilirik kembali seiring dengan perkembangan bidang game digital, yang memerlukan kualitas gambar sangat baik.

Menurut Digital Trends, Intel belum lama mengangkat mantan perancang chip grafis AMD Radeon Raja Koduri sebagai arsitek utama Intel merangkap Wakil Presiden Senior dari Kelompok Komputasi Core dan Visual baru mereka. Ini mungkin yang menggerakkan raksasa chip prosesor itu kembali ke bisnis kartu grafis, walau tanpa ada informasi tambahan.

Pastinya pemain lama yang sudah mapan di bidang itu seperti AMD dan Nvidia perlu waspada terhadap langkah Intel, walau baru akan dilakukan 1,5 tahun lagi.

Kembalinya Intel akan menjadikan perusahaan ini sebagai pemain ketiga terbesar di pasar graphics processing unit (GPU) setelah AMD dan Nvidia.

Selama bertahun-tahun Intel memasukkan grafis onboard buatannya ke dalam prosesornya dan bahkan mereka pernah mencoba memasuki pasar GPU.

Di luar ambisi di bidang game, Intel segera menggarap bisnis enterprise dan pusat data. Discrete GPU Arctic Sound dan Jupiter Sound awalnya dimaksudkan untuk fokus menggarap bisnis pusat data, namun kepala grafis Intel memiliki rencana lain di luar pusat data.

Bocoran paling anyar menunjukkan bahwa Koduri adalah orang di balik perubahan solusi Arctic Sound GPU yang akan datang.

Baca juga: Bahaya! Bug Spectre-NG Serang Prosesor Intel

Baru-baru ini Intel bekerjasama dengan AMD untuk menggarap serangkaian prosesor yang menampilkan grafis Radeon Vega onboard bersama dengan perangkat keras grafis HD terintegrasi Intel.

Pergeseran ke perangkat keras game ini kemungkinan adalah bagian dari strategi jangka panjang yang lebih besar untuk mendiversifikasi penawaran Intel. Tidak jelas apa yang akan terjadi pada kemitraan dengan AMD tersebut jika Intel menjadi pesaing langsung mereka di arena GPU pada 2020.

Menurut Wccftech, Intel tidak bisa hanya mengandalkan Koduri sebagai komponen penting dari proyeknya, tetapi ada beberapa rintangan manufaktur serius yang menghalangi ambisi GPU Intel.

Masalahnya, fasilitas fabrikasi Intel saat ini tidak benar-benar disesuaikan dengan produksi massal GPU game, jadi kemungkinan ada peningkatan belanja riset yang menandakan proyek ini harus bergerak sangat cepat.

Intel jelas memiliki minat yang kuat untuk mendorong pasar GPU, yang dapat dilihat dari pengumuman sejumlah lowongan pekerjaan yang berorientasi grafis di papan pengumuman perusahaan itu di situs resminya.

Baca juga: Dua Bug di Prosesor Intel Ancam Jutaan Perangkat

Dengan terjadinya kekurangan pasokan, penambangan mata uang digital (cryptocurrency) mendorong harga lebih tinggi dan lebih banyak penggemar game PC ke solusi grafis terintegrasi, mungkin inilah saatnya untuk memiliki opsi ketiga produk GPU di pasaran.

Kabar ini jadi angin segar bagi para pengguna, karena kini mereka memiliki lebih banyak pilihan kartu grafis selain hanya AMD atau Nvidia bisa memberi angin segar untuk perakit PC. [WS/HBS]

Sumber: Digital Trends

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0