Telset.id – Pemerintah Inggris resmi membuka konsultasi publik mengenai regulasi teknologi pemantauan di tempat kerja (Workplace Monitoring Technology/WMT), termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk mengawasi produktivitas karyawan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Make Work Pay yang digagas pemerintah untuk merombak hak-hak ketenagakerjaan dan mengakhiri praktik kerja eksploitatif.
Konsultasi yang digagas melalui Department for Business and Trade ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah aturan yang ada saat ini terkait pengawasan biometrik, perekaman ketukan keyboard (keystroke logging), dan penilaian produktivitas sudah memadai. Pemerintah ingin mengetahui apakah diperlukan panduan non-statutori, kode praktik formal, atau kerangka hukum baru untuk mengatur praktik pengawasan ini.
Departemen terkait juga menyoroti peran AI sebagai alat bantu dalam proses pemantauan karyawan. Konsultasi ini akan berlangsung hingga 30 September 2026, memberikan waktu bagi berbagai pemangku kepentingan untuk menyampaikan masukan mereka.
Jenis Teknologi Pemantauan yang Disorot
Teknologi pemantauan di tempat kerja telah berkembang seiring pesatnya digitalisasi di kantor dan pabrik. Beberapa contoh yang menonjol mencakup pelacakan email dan web, serta alat kontroversial seperti perekaman ketukan keyboard dan pemantauan layar serta aplikasi.
Pekerja mobile dan kurir juga menjadi subjek pemantauan GPS, sementara akses ke tempat kerja biasanya tunduk pada kredensial biometrik, yang merupakan versi modern dari sistem absensi tradisional. Praktik pemantauan ini sebenarnya bukan hal baru, mengingat CCTV telah lama digunakan untuk mengamati lokasi, aktivitas, dan perilaku yang dianggap sesuai.
Namun, perluasan teknologi ini ke ruang kerja jarak jauh (remote workspace) menjadi sorotan utama. Alat seperti perekam ketukan keyboard dan pemantau layar dianggap intrusif oleh sebagian besar pekerja, dan kekhawatiran ini diprediksi akan menjadi salah satu topik utama dalam tanggapan konsultasi nanti.

AI dan Otomatisasi dalam Pengawasan
Konsultasi ini juga mencakup pertimbangan baru seperti pengambilan keputusan otomatis (Automated Decision-Making/ADM), yang memungkinkan keputusan dibuat tanpa keterlibatan manusia, serta manajemen algoritmik. Alat manajemen algoritmik dapat, misalnya, mengubah jadwal shift berdasarkan ketersediaan dan performa karyawan secara otomatis.
Dalam pengumuman konsultasi, pemerintah menyatakan bahwa AI dan inovasi menjadi pusat strategi pertumbuhan mereka. Kanselir telah memprioritaskan adopsi AI karena dianggap sebagai sumber pertumbuhan terbesar bagi Inggris, dengan ambisi menjadikan Inggris sebagai pengadopsi AI tercepat di antara negara-negara G7.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mendukung adopsi AI yang cepat dan bertanggung jawab dengan menciptakan kondisi yang tepat, menyediakan infrastruktur yang diperlukan, dan mengelola transisi teknologi secara adil dan hati-hati.
Baca Juga:
Meskipun konsultasi ini disambut baik karena memberi kesempatan bagi pengusaha dan karyawan untuk menyampaikan pendapat, serta memberi kesempatan bagi pemerintahan Partai Buruh untuk menegaskan kebijakan Make Work Pay, hasil akhirnya dipastikan akan menambah beban regulasi bagi para pengusaha.
Panduan non-statutori menjadi preferensi karena dampaknya lebih kecil di lingkungan kerja yang sudah harus mempertimbangkan GDPR dan EU AI Act. Organisasi yang lebih besar juga perlu menyesuaikan diri dengan hukum ketenagakerjaan lokal. Namun, ada kemungkinan besar keputusan akhir akan menghasilkan kebijakan statutori yang mengatur teknologi pemantauan di tempat kerja, terutama yang melibatkan AI.

Konsultasi ini menjadi langkah penting dalam menentukan bagaimana masa depan pengawasan karyawan akan diatur di Inggris. Dengan tenggat waktu hingga September 2026, para pemangku kepentingan memiliki kesempatan untuk membentuk kebijakan yang akan berdampak pada jutaan pekerja dan perusahaan di seluruh negeri.
Keputusan yang diambil nantinya akan menentukan keseimbangan antara kebutuhan produktivitas dan perlindungan privasi karyawan di era digital. Ini adalah momentum krusial bagi dunia kerja Inggris, di mana teknologi dan hak-hak pekerja harus berjalan beriringan.





Komentar
Belum ada komentar.