Kupas Tuntas Tips Liburan untuk ‘Gadgeteer’

Kupas Tuntas Tips Liburan untuk ‘Gadgeteer’

Penulis:Lucky Sebastian
Terbit:
Diperbarui:
⏱️13 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Kita memasuki musim liburan tengah tahun. Masa sekolah usai, kantor imigrasi penuh pemohon paspor, travel agent ramai di booking, tiket penerbangan laris manis. Ada yang berlibur di dalam negeri, dan tidak sedikit yang melancong ke luar negeri. Kalau Anda perhatikan, liburan kini sudah “berbeda” dengan kemajuan teknologi.

Kemajuan teknologi telah membuat orang kini bisa berbagi momen cerita, foto dan video saat liburan di media sosial, dan mudahnya memesan tiket, hotel, bahkan tiket masuk tempat liburan secara online, membuat tingkat pelancong semakin meningkat.

Sebelum zaman internet dan aplikasi menyebar, banyak orang yang ingin bepergian, terutama ke luar negeri harus bergantung dengan travel agent, informasi yang mereka terima untuk pilihan tempat tujuan wisata juga lebih terbatas. Sekarang semuanya berbeda, dengan aplikasi dan internet, sebagian orang bisa mengatur rencana perjalanannya sendiri.

Nah, menjelang musim libur panjang, pada tulisan kali ini kami akan membahas tips yang perlu kita perhatikan saat akan pergi berlibur, terutama ke luar negeri. Yuks, simak tipsnya berikut ini.

Packing Light

 Saat bepergian dalam rentang waktu yang tidak lama, misal 2-3 hari saja, sebisa mungkin semua barang kita cukup dalam tas yang bisa dibawa ke kabin pesawat. Perhatikan berat yang diizinkan masuk ke kabin pesawat sesuai standar maskapai penerbangan, karena berbeda-beda. Tidak membawa bagasi menghindari lamanya menunggu bagasi di bandara, koper cacat atau rusak terbanting bahkan hilang atau tidak terbawa dalam penerbangan.

Perhatikan peralatan elektronik yang perlu kita bawa, jika tidak dibutuhkan sekali, laptop dan tablet tidak perlu di bawa, karena kedua device ini selalu harus dikeluarkan, diletakkan di dalam baki, setiap kali kita memasuki bandara.

Jika tidak ada pekerjaan berat yang harus dibuat selama di luar negeri yang memerlukan aplikasi yang hanya bisa berjalan di laptop, lebih baik kita cukup melengkapi diri saja dengan smartphone. Jika ada email panjang atau catatan cukup panjang yang harus kita ketik, ada baiknya membawa eksternal bluetooth keyboard saja yang tersedia beragam dan berbagai ukuran.

Keyboard lipat seperti Microsoft keyboard yang tipis sangat nyaman dan mudah untuk dibawa, jika ingin lebih murah bisa melihat keyboard bluetooth seperti Logitech atau brand-brand Tiongkok  yang terkenal ekonomis. Semuanya mudah tersambung secara wireless ke smartphone dan tidak harus dikeluarkan dari tas selama pemeriksaan di airport. Beberapa negara sering melakukan random check pada pembawa laptop, ini memakan waktu, apalagi jika kita sudah mepet waktu harus boarding ke pesawat.

Bagaimana jika bosan di dalam pesawat dan ingin bermain game atau menikmati hiburan pada tablet? Kursi pesawat biasanya sudah dilengkapi dengan entertainment system, selain bisa menonton film dari database mereka yang cukup lengkap termasuk film-film box office baru, tersedia pula database lagu dan game sederhana untuk menghabiskan waktu di pesawat.

Tapi harap diingat, semakin lama perjalanan, semakin kita membutuhkan waktu untuk tidur di pesawat agar menghindari jetlag saat tiba. Dan saat kita pergi berlibur, bukankah tujuan kita menikmati apa yang bisa kita lihat dan rasakan di sana, ketimbang menghabiskan waktu menghibur diri di pesawat dengan tablet?

Ada dua persiapan yang perlu kita lakukan sebelum keberangkatan, persiapan dalam bentuk data, dan persiapan dalam bentuk barang. Nah, berikut ini kita akan membahas persiapan data dan perangkat secara lebih detil sebelum berangkat berlibur.

Persiapan Data

1. Dokumen

Backup dokumen kita dalam bentuk scan atau foto di cloud, misalnya ke Google drive, sehingga dokumen penting ini bisa kita retrieve dari berbagai macam gadget saat diperlukan. Dokumen meliputi paspor, KTP, tiket, reservasi hotel, kartu asuransi, dll. Jika kita menerima bukti reservasi atau tiket pesawat di Gmail, setiap kita buka attachment-nya biasanya ada logo Google Drive yang jika di tap akan langsung membuat backup-nya di cloud.

Dokumen seperti reservasi hotel, tiket pesawat, tidak perlu di print, tinggal tunjukan melalui layar smartphone saat di bandara atau di resepsionis hotel, selain tidak merepotkan juga lebih ramah lingkungan.

2. Maps

Di tempat yang kita tidak familiar, map menjadi sangat penting. Saat ini Google Maps menjadi salah satu referensi map terbaik yang terus update di banyak belahan dunia. Google Maps tidak selalu harus online, bisa digunakan juga offline. Untuk itu kita harus men-download bagian tempat yang akan kita singgahi.

Caranya mudah, tinggal ketikkan kota mana yang akan kita datangi, swipe menu dari sebelah kiri, dan pilih offline map, lalu select your own map, dan besar kecilkan area yang mau kita download offline. Besarnya ukuran peta akan tertera di bagian bawah selagi kita menentukan area yang akan kita download. Map offline akan lebih cepat di load, bahkan ketika kita tidak memiliki koneksi internet.

3. Itinerary

Itinerary atau rencana perjalanan dan objek wisata apa yang akan kita kunjungi bisa kita tentukan dan rencanakan sendiri jika kita pergi tanpa travel agency. Satu aplikasi yang direkomendasikan karena bisa ter-sync baik dengan data kita adalah Google Trip. Aplikasinya bisa di-download resmi di sini: https://goo.gl/vZFtWG. Aplikasi ini meliputi beberapa bagian, tergantung kota di negara mana yang akan kita kunjungi, Google trip bisa memberi petunjuk dalam beberapa kategori seperti:

  • Reservation – Ini akan otomatis berisi data tiket pesawat, reservasi hotel yang ter-sync langsung dengan email kita.
  • Things to do – Saran objek menarik apa yang bisa kita kunjungi, baik indoor , outdoor, dll. Saved Places – Jika kita menandai beberapa objek yang kita anggap menarik, akan dikumpulkan disini.
  • Day Plans – Berisi Itinerary yang kita rencanakan.
  • Food & Drink – anjuran kuliner apa yang menarik untuk kita coba, misal makanan lokal di tempat tersebut, termasuk data restoran dan cafe yang bisa kita pilih.
  • Getting Around – Untuk memahami transportasi publik yang tersedia di kota tersebut beserta perkiraan biayanya, sampai tempat penyewaan kendaraan atau sepeda.
  • Need to know – Ini berisi data emergency penting di kota tersebut, seperti no telp polisi, ambulan, dimana rumah sakit atau klinik, mall, pasar, kebiasaan penduduk dll.

Google Trips juga akan menyimpan informasi liburan kita, bahkan liburan sebelumnya saat kita belum menggunakan google trip dengan mengambil data dari email, data lokasi tempat yang pernah dikunjungi, data foto , dan sebagainya.

4. Bahasa Setempat

Tahu kan bahwa Google memiliki translate yang bagus dengan Google Translate. Data bahasa ini juga bisa di download offline. Download bahasa yang kita perlukan yang kita tidak mengerti. Selain berguna untuk translate kata per kata, Google Translate ini juga bisa digunakan untuk bercakap-cakap dan melafalkan kalimat dengan ucapan yang benar lewat menu bergambar microphone.

Selain itu data offline juga bisa untuk mennerjemahkan tulisan secara langsung, misalnya pada brosur, pelang toko, menu makanan,  dengan menggunakan menu kamera di Google Translate, kemudian pada layar akan terlihat terjemahannya dalam bahasa kita.

5. Aplikasi Transportasi

Walau kita bisa menggunakan data transportasi publik di Google Map, seringkali aplikasi transportasi terpisah lebih memudahkan, misalnya MRT atau Bus umum. Aplikasi angkutan publik pada smartphone selain lebih memudahkan, tidak mengundang perhatian besar dibanding kita membuka-buka map subway berkali-kali.

Jangan lupa, dibanyak negara, layanan seperti Uber (dan Grab di negara-negara tetangga) bisa digunakan dengan aplikasi yang sama yang kita gunakan di Indonesia, untuk alternatif pilihan transportasi. Saat bepergian dalam kelompok beberapa orang, menggunakan layanan seperti Uber bisa lebih murah dibanding setiap orang membeli karcis MRT.

6. Paket Data

Tidak semua negara memiliki kartu pra bayar yang mudah didapat dan dibeli seperti di negara kita. Jadi sebaiknya ‘Googling’ dulu di negara tempat kita akan pergi, apa bisa membeli kartu pra bayar atau paket untuk turis dengan mudah. Sebisa mungkin kartu lokal ini bisa dibeli di bandara tujuan. Jika kita pergi berkelompok, misalnya dengan anggota keluarga, tidak perlu membeli banyak nomor, bisa satu buah nomor saja dan kemudian salah satu smartphone dijadikan personal hotspot dengan perlindungan pin.

Beberapa negara menyediakan penyewaan modem dengan paket data di dalamnya di bandara tujuan, tetapi kita perlu menyimpan uang deposit. Ada juga layanan yang sama yang kita bisa sewa di kota kita untuk nanti dipergunakan di negara tujuan. Altenatif yang cukup menarik adalah roaming menggunakan kartu SIM kita di negara tujuan. Pilih durasi waktu dan besar paket data yang sesuai.

Contohnya untuk kartu Indosat bisa dilihat di sini: https://goo.gl/PspR3e. Telkomsel bisa dilihat di: https://goo.gl/3uN0QV. Dan perlu diketahui, di negara China, layanan Google dan Facebook diblokir jika menggunakan kartu lokal. Tetapi layanan ini akan tetap jalan jika kita menggunakan fasilitas roaming dengan kartu SIM negara kita (Indonesia).

7. Google Photos

Saat berlibur biasanya kita akan mengambil lebih banyak foto dan video. Google memberikan akses backup cloud tidak terbatas untuk backup foto high quality ke cloud Google Photos. High quality ini setara dengan ukuran foto 16MP.

Backup ke cloud ini kita butuhkan untuk menghindari jika terjadi sesuatu atas foto-foto kita, misalkan smartphone hilang atau memory rusak. Backup ini juga berguna untuk smartphone dengan memory baik internal maupun eksternal terbatas, karena sesudah di-backup kita bisa mengosongkan lagi isi memory di smartphone.

Google Photos juga bermanfaat untuk memudahkan jika suatu saat kita mencari lagi foto-foto kita, misal dengan nama lokasi, bahkan warna baju. Sebaiknya kita senantiasa mengaktifkan GPS high accuracy pada smartphone, sehingga setiap foto yang kita ambil memiliki data posisi secara pasti dimana foto tersebut di ambil.

Sebelum berangkat ada baiknya juga memory card smartphone kita yang berisi banyak foto dipindahkan dan dikosongkan, agar nanti memory yang lega lebih banyak bisa menampung foto yang baru dan kita bisa lebih cepat mengakses foto-foto di galeri. Karena besarnya data yang akan di-upload ke Google Photos, bisa di set untuk melakukan backup saat sedang menggunakan Wifi hotel dan sedang di charge, agar tidak memakan kuota internet data kita.

8. Web Checkin in

Seringkali kita tidak bisa memprediksi kepadatan lalu-lintas menuju bandara. Terkadang ada saatnya waktu kita terlalu mepet saat tiba di bandara dan sudah saatnya boarding ke pesawat. Saat kita tidak membawa bagasi, web check in memungkinkan kita melalui Internet melakukan check in 14 sampai 4 jam sebelum keberangkatan,  sehingga tidak harus mengantri di depan counter maskapai untuk check in.

Dengan web check in, data nama kita sudah ada di manifest penumpang pesawat, sehingga tetap bisa memiliki waktu ekstra untuk naik ke pesawat sebelum pintu pesawat ditutup. Kebanyakan maskapai menyediakan web check in melalu web atau aplikasi smartphone. Misalnya, Garuda bisa web check in di sini: https://goo.gl/UHyvVI ,atau melalui aplikasinya di sini: https://goo.gl/BB0Qn7.

Lanjut ke halaman berikutnya… >>>

Persiapan Perangkat

Dalam era teknologi ini, smartphone sering memiliki kedudukan lebih penting daripada dompet. Harus selalu standby dan dibawa kemana saja, termasuk liburan. Sebagai gadgeteer ini kelengkapan yang bisa dibawa saat berlibur, untuk tetap travel light.

1. Multiple USB Charger

Image courtesy of Wirecutter

Pengguna gadget sekarang biasanya tidak cukup membawa satu charger saja, karena device yang dimilikinya sering lebih dari satu buah. Selain mungkin memiliki lebih dari satu smartphone, masih ada power bank atau smartwatch yang harus turut di charge. Apalagi jika kita pergi bersama keluarga.

Tidak semua ruang hotel menyediakan outlet listrik yang cukup, jadi dengan multiple charger ini, satu charger bisa memiliki 4-6 port usb untuk men-charge beberapa gadget sekaligus. Hal yang harus diperhatikan saat membeli multiport usb charger ini adalah daya listrik yang disediakan, semakin banyak port semakin harus besar dayanya, misal 40w – 70w, agar tidak ‘loyo’ saat charging bersamaan.

Multiport USB charger juga ada yang sudah mendukung fast charging, jika smartphone kita juga mendukung charging cepat ini, sesuaikan dengan teknologinya pada charger, misal Quick Charge 2.0 atau 3.0. Multiple USB Charger ini juga berguna di bandara untuk tetap berkumpul berdekatan sesama anggota kelompok, dan semua bisa ikut men-charge.

2. Kabel USB

Kabel USB berpengaruh terhadap kecepatan proses charging, semakin panjang kabel, semakin harus besar isi kabel tembaga di dalamnya, kalau tidak proses charging akan lambat dan daya banyak terbuang karena panas. Untuk charging menggunakan power bank, pilihlah kabel yang tidak terlalu panjang juga tidak terlalu pendek, misalnya 50 cm, sehingga smartphone masih bisa leluasa digunakan sambil di-charge.

Bawalah beberapa kabel usb, sesuai dengan port charging smartphone kita. Jika ada bermacam-macam port, misal Micro USB, USB Type-C atau Lightning, bisa menggunakan kabel yang memilki ujung yang mendukung bermacam port tersebut atau sediakan converter, misal micro USB to USB Type C. Televisi di hotel biasanya juga memiliki port usb di belakangnya, jadi bisa digunakan sebagai alternatif untuk charging dengan kabel USB yang kita bawa.

3. Power Bank

Powerbank sepertinya sudah umum dimiliki para pengguna gadget. Harap diingat untuk membawa kapasitas yang cukup. Jika powerbank berukuran 10.000 mAh dan smartphone kita baterainya 3.000 mAh, bukan berarti powerbank tersebut bisa mengisi sebanyak 3x.

Sebenaranya ada hitungan yang lebih detail, tetapi untuk mudahnya kapasitas real untuk charging-nya sekitar 70% saja, jadi 10.000 mAh power bank kira-kira bisa 2x mengisi smartphone dengan baterai 3.000mAh. Tetapi jangan lupa, hitungan ini jika proses charging digunakan jika smartphone dalam kondisi mati, jika sambil digunakan, maka kemampuan charging-nya akan menurun lagi.

Walaupun terasa aman menggunakan powerbank dengan kapasitas besar, tetapi tidak disarankan membawa kapasitas sangat besar di dalam tas ke kabin pesawat, karena mungkin saja saat pemeriksaan di bandara malah akan ditahan karena potensi baterai yang besar saat korslet dan terbakar di pesawat. Kapasitas 8000 -10.000 mAh dengan body yang kompak sepertinya sudah cukup. Kalau smartphone kita mendukung fast charging, sebaiknya memiliki juga powerbank yang support fast charging agar proses pengisian berlangsung cepat.

4. SIM Ejector

Walau terkesan sederhana, sim ejector ini banyak diperlukan nantinya ketika harus berganti SIM dengan SIM lokal negara yang dikunjungi. Kebanyakan ejector sim yang disertakan dalam dus smartphone memiliki lubang seperti kunci, lubang ini gunanya untuk kita gantungkan bersama kunci. Jika tidak, klip kertas bisa jadi alternatif dan ikut gantungkan dalam gantungan kunci.

5. Travel Power Plug Adapter

Setiap negara memiliki socket listrik yang berbeda-beda. Untuk itu kita memerlukan adapter power plug, supaya tetap bisa menggunakan plug charger standar negara kita. Daripada membeli banyak adapter masing-masing, banyak tersedia travel power plug adapter dengan standar internasional yang support hampir bermacam bentuk socket listrik. Ukurannya biasanya cukup kompak dan tersedia dalam banyak merek dan kualitas.

6. USB OTG

Jika backup ke cloud tidak memungkinkan, USB OTG bisa menjadi solusi. Dengan flash disk OTG ini, kita bisa membuat backup untuk foto-foto atau video yang diambil, atau untuk backup data dokumen. Flash disk OTG selain memiliki kapasitas yang bermacam-macam juga memiliki kecepatan transfer data yang berbeda. Sebaiknya selain memilih ukuran yang cukup juga memiliki kecepatan transfer yang tinggi untuk backup dengan cepat.

7. Mini Tripod

Kalau smartphone yang kita bawa masuk dalam ranah smartphone dengan kamera yang baik untuk memfoto di segala suasana, kita bisa meninggalkan kamera DSLR yang berat, juga kamera mirrorless, kecuali jika anda memang fotografer. Saat ini kamera smartphone dianggap terbaik untuk point and shoot moment dengan cepat.

Jika kita cukup antusias terhadap fotografi dan kamera kita memiliki fungsi manual yang komplit termasuk mengatur shutter speed, mungkin menarik juga membawa tripod, tetapi sebaiknya mini tripod saja, misalnya gorilla pod. Kelebihan gorilla pod ini adalah kaki yang fleksibel, yang bisa dengan mudah selain diletakkan di atas meja, juga bisa “memegang” di banyak objek, misalnya tiang, untuk foto yang membutuhkan ketinggian.

Tripod semacam ini juga membantu lebih mudah saat memegang kamera untuk merekam video perjalanan. Tidak semua orang mudah dimintai tolong untuk membantu mengambil foto kita bersama, keberadaan tripod, apalagi kamera smartphone yang bisa dikendalikan dari smartwatch, akan sangat membantu untuk mengambil foto bersama. Sampai sekarang, tetap kamera belakang lebih baik untuk mengambil gambar dibanding kamera depan, jadi sebisa mungkin gunakan kamera belakang.

Kalau kita lebih banyak membuat video, membawa stabilizer gimbal seperti produk DJI osmo mobile sangat disarankan untuk mendapatkan rekaman kamera smartphone yang steady. Di beberapa negara, penggunaan tongsis atau selfie stick dilarang. Ada juga tripod mini yang bisa dipanjangkan dan berfungsi merangkap sebagai tongsis untuk alternatif.

8. Tas Selempang

Biasanya saat berlibur, kita banyak berjalan jauh. Tas yang besar dan berat tidak nyaman dan sulit diletakkan, misal di transportasi umum atau di restoran. Tas selempang yang bisa menyimpan kebutuhan kita seperti paspor, boarding pass, uang backup, power bank, kabel data, earphone, obat, dll, akan sangat membantu.

Tas berukuran kecil ini juga sangat berguna untuk melewati pemeriksaan di bandara dengan mudah. Sebelum melewati mesin detector, masukkan smartphone, smartwatch, dompet, sabuk, koin, kunci, ke dalam tas selempang ini, sehingga tidak merepotkan harus memasukkan satu-satu peralatan kita ke dalam baki. Karena selain prosesnya lama, mungkin nanti malah tercecer.

Tas selempang ini juga masih cukup nyaman dibawa serta duduk di dalam pesawat untuk memudahkan kita melakukan charging, membackup data, tanpa perlu meletakkannya di kompartemen kabin.

Bonus Tips

Ada saatnya free wifi di banyak bandara menetapkan kuota waktu, misal 30 menit atau 1 jam. Kadangkala saat menunggu boarding kita membutuhkan koneksi data yang lebih lama dari waktu free tersebut. Biasanya free wifi ini membutuhkan kita mendaftarkan nomor telepon, dan mereka akan mengirimkan kode password melalui SMS.

Sebelum berangkat beritahu teman-teman dekat kita atau anggota keluarga yang tidak berangkat soal free wifi ini, dan daftarkan nomor mereka di free wifi bandara, dan ketika ada SMS masuk ke smartphone mereka, kita minta dikabarkan kodenya melalui WhatsApp atau aplikasi chat lain, agar setelah sesi free wifi kita habis, kita bisa melanjutkan dengan kode mereka.

Bandara di China biasanya memberikan free wifi melalui kode aplikasi WeChat. Jadi kalau kita bertujuan ke China, sebaiknya install aplikasi WeChat sebelum berangkat, karena di sana Playstore tidak bisa diakses kecuali via VPN atau roaming SIM card dari Indonesia. Aplikasi WeChat bisa di-download di sini: https://goo.gl/F2B9Sp

Walaupun sekarang zaman sudah serba digital, jangan lupa hal remeh seperti pulpen, bawalah di dalam tas selempang. Pulpen ini sering kita gunakan untuk mengisi custom declaration form, yang sering dibagikan saat akan mendarat. Isilah sebelum mendarat, sehingga bisa cepat mengantri di imigrasi.

Selamat Liburan!