HTC Desire 300

htc-desire-300-en-f03-01“Meski tergolong ponsel menengah, Desire 300 dibekali dapur pacu cukup mewah dengan prosesor Qualcomm Snapdragon S4 dual-core 1GHz”

Kamera

Sayangnya, kamera sebesar 5MP yang dinyatakan dalam bilangan rasio 5:3, tidak memberikan hasil gambar yang memuaskan. Terlalu gelap dan banyak noise.

Soft Button

Ada yang berbeda dari tampilan soft button dari HTC Desire ini, jika biasanya tombol sentuh tersebut hadir dalam tiga pilihan. Desire 300 hanya memiliki 2 pilihan, untuk back dan homescren.

htc-desire-300-en-slide-01Desain

Terlintas Desire 300 memiliki bentuk seri pendahulunya, HTC One. Namun perbedaannya sangatlah terasa kental. Salah satunya adalah bahan yang digunakan Desire 300 adalah murni plastik, tidak seperti pendahulunya yang dibalut dengan bahan alumunium. Perbedaan lainnya adalah, seri kali ini dibuat dengan desain rechargeable battery, dalam bentuk yang ‘menipu’. Smartphone menengah ini memiliki kesan desain unibodi yang terkesan kaku. Namun, berkat desain tersebut, ponsel ini terlihat lebih kokoh, ditambah lagi hiasan tampilan warna hitam doff. Menambah kesan macho.

Layar

Jika Anda bukan pecinta ponsel berlayar besar, seperti phablet,ukuran HTC Desire 300 dengan dimensi 4.3 inch, menurut kami sudah cukup memenuhi standar kebutuhan komunikasi. Didalamnya juga disajikan tampilan yang cukup sejuk, karena menawarkan resolusi sebesar 800 x 480 piksel. Memang untuk diajak bekerja pada kondisi pencahayaan yang kuat (siang hari), ponsel ini masih memberikan sedikit efek berbayang. Tetapi meski begitu, masih dapat digunakan untuk membaca maupun berkirim pesan teks dengan baik. Kami juga mendapat sanjungan ketika memperlihatkannya pada orang disebelah, mereka mengagumi tampilan warna yang diberikannya cukup baik dan cukup jelas.

“Memang tidak mungkin membawa HTC Desire 300 untuk bekerja dengan kondisi di siang hari. Tetapi, kami yakin layarnya masih mampu mengajak Anda untuk berkomunikasi pesan basis teks.”

User Interface

Seperti halnya Samsung dan Huawei yang memiliki desain antarmuka sendiri,begitupun HTC Desire 300 hadir dengan membawa antarmuka sendiri, yaitu HTC Sense 5. Berbeda dari desain HTC Sense sebelumnya, kali ini HTC menambahkan fitur RSS dan Goole+ dalam dukungan Blinkfeed. Selain itu, ditambahkan fitur animasi GIF yang memungkinkan bagi pengguna untuk mendapatkan gambar bergerak dalam homescreen.

Hal unik yang ada dalam tampilan fitur Blinkfeed adalah fitur aggregator yang menyatukan tampilan update sosial seperti Facebook dengan portal berita digital layaknya Flipboard. Anda bisa melakukan refreshing untuk mendapatkan update terbarunya, namun tidak bisa menonaktifkan fitur tersebut. Anda bisa mengakali dengan meletakkannya di homescreen paling kanan, sehingga tidak menghalangi proses memilah menu. Pengaturan lainnya adalah perihal menu konten. Anda bisa memilah konten yang ingin ditampilkan didalamnya, ada sekitar 36 negara dengan konten atau portal berita berbeda.

Camera

Desire 300 memiliki sensor kamera sebesar 5MP dengan rasio 5 : 3.Artinya, sensor kamera ponsel ini memiliki resolusi sebesar 2592 x 1552 piksel. Namun, bukan berarti kameranya bisa diacungi jempol. Resolusi sebesar itu tanpa dukungan lampu LED Flash adalah sebuah kesalahan. Anda takkan pernah bisa mendapatkan hasil yang baik, apalagi dikondisi cahaya rendah. Meski kami akui, untuk fitur autofokus yang diberikan memang cukup cepat jika dibandingkan dengan ponsel sekelasnya.Cukup membantu untuk proses pengambilan gambar dengan cara cepat. Untuk fitur pewarnaan, warna obyek pun sulit dipahami, karena fitur tersebut tidak dibubuhi keterangan nama apakah modus sephia, blue atau film.

“Menjadi tugas yang berat, jika harus menghafal fitur yang ada dalam kamera Desire 300 ini. Terlebih lagi, ketika Anda harus meminta tolong dipotret oleh orang lain,”

Multimedia

Berbicara mengenai multimedia, HTC Desire 300 memiliki kualitas speaker yang jauh lebih buruk jika dibandingkan pada seri sebelumnya yang menempatkan BoomSound pada speaker stereonya. Seri kali ini, hanya mengandalkan kualitas speaker tunggal yang berada dibagian belakang bodi. Tentu saja kualiatas suara yang diberikannya lebih rendah dan kurang lantang terdengar.Meski begitu, HTC memiliki aplikasi bawaan yang cukup baik. Play Music hasil kembangan sendiri dan Play Newsstand dari Google mampu memanage music pilihan dengan baik. Kami harap, aplikasi ini bisa bertahan dalam ponsel HTC mendatang yang membawa speaker lebih baik.

Kinerja

Memang HTC Desire 300 bukanlah seri teranyar HTC di tahun ini. Namun, kinerja prosesor Dual Core keluaran Qualcomm Snapdragon masih bisa mengatur sistem dengan baik. Kami tidak mengalami kendala dalam poses pemilihan menu, hanya ketika aplikasi banyak ditambahkan, ponsel sedikit bertambah berat. Seperti misalnya ketika kami mencoba membuka daftar aplikasi dalam Google Play. Proses menampilkan pilihan menjadi lebih lamban, jika dibandingkan dengan proses sebelumnya. Sebagai catatan, kami menambahkan tiga aplikasi benchmark dan aplikasi game Jewel Start HD didalamnya, maka kendala kelambatan itu baru terjadi.

“Apa yang bisa dibanggakan dengan speaker tunggal yang terletak pada bagian bawah belakang bodi, suaranya tidak bisa diandalkan.”

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -