Hati-hati! Aplikasi Penipu Berkeliaran di App Store

Aplikasi penipu

Telset.id, Jakarta – Sejumlah aplikasi penipu di App Store dilaporkan telah memanipulasi mekanisme penetapan harga berlangganan Apple untuk merugikan pengguna. Diketahui, aplikasi scammers ini mengambil keuntungan dari mekanisme berlangganan Apple.

Sekadar informasi, mekanisme itu memungkinkan developer untuk memberikan uji coba gratis, yang secara otomatis akan dikonversi ke perjanjian bulanan.

Dilansir Telset.id dari Apple Insider, Kamis (18/10/2018), developer aplikasi yang tidak bertanggung jawab menggunakan teknik yang “dark pattern” atau elemen antarmuka yang menipu pengguna secara sengaja. Selain itu, mereka merancang strategi lain yang mengelabui pengguna agar berlangganan uji coba konversi.

Baca Juga: Awas! Ada Aplikasi Penjual Ethereum Palsu di Play Store

Teknik tersebut tampaknya efektif, sebab beberapa aplikasi scammers atau penipu berada di daftar atas kategori Apple Top Grossing. Bahkan, sebagian besar aplikasi itu hanya menawarkan fitur terbatas atau memiliki fitur yang meniru aplikasi lainnya.

Salah satu aplikasi yang menipu pengguna adalah TinyLabs QR Code Reader, yang ditemukan oleh Forbes pada awal bulan ini, bersama sejumlah aplikasi lainnya yang menggunakan skema serupa untuk menguras ratusan hingga ribuan dolar dari pengguna per tahunnya.

Baca Juga: Apple Larang Aplikasi “Penyedot Data” di App Store

Aplikasi TinyLabs QR Code Reader diketahui mendorong pengguna untuk menggunakan versi Pro dengan mengetuk tombol Start yang menyamarkan informasi harga bulanan dalam huruf kecil.

Aplikasi lainnya adalah Weather Alarms yang menampilkan iklan popup dengan dua tombol, coba gratis atau bayar. Aplikasi ini akan memberikan opsi untuk menutup halaman iklan, namun diberi waktu hanya beberapa detik saja. Sehingga pengguna harus memilih berlangganan sebagai satu-satunya opsi.

Kendati demikian, Apple tampaknya telah memperbaiki masalah tersebut. Baik QR Code Reader dan Weather Alarm tidak lagi tersedia di App Store Amerika Serikat. Sementara 11 dari 17 aplikasi yang disebutkan dalam artikel Forbes juga telah menghilang. (BA/FHP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here