Ilustrasi dua hacker muda Scattered Spider dijatuhi hukuman penjara

Hacker Scattered Spider Dipenjara, Aktivitas Geng Lumpuh Parah

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Dua hacker Scattered Spider, Owen Flowers (18) dan Thalha Jubair (20), dijatuhi hukuman 5,5 tahun penjara.
  • Mereka terbukti meretas Transport for London (TfL) pada 2024, menyebabkan kerugian £29 juta.
  • Aktivitas geng Scattered Spider disebut lumpuh parah oleh otoritas Inggris.
  • Serangan menggunakan taktik rekayasa sosial, bukan keahlian teknis super canggih.
  • Kasus ini menjadi pengingat bahwa ancaman siber bisa datang dari individu muda yang cerdas.

Telset.id – Aktivitas geng cybercrime Scattered Spider mengalami pukulan berat setelah dua hacker utamanya, Owen Flowers (18) dan Thalha Jubair (20), resmi dijebloskan ke penjara. Kepolisian Inggris mengonfirmasi bahwa vonis ini secara signifikan mengganggu operasi kelompok peretas yang selama ini menjadi ancaman siber terbesar bagi Inggris.

Keduanya dijatuhi hukuman penjara masing-masing lima tahun enam bulan pada Kamis lalu. Mereka terbukti bersalah atas peretasan terhadap Transport for London (TfL), badan pemerintah yang mengelola sistem transportasi umum ibu kota Inggris pada tahun 2024. Serangan ini menyebabkan kerugian besar dan ketidaknyamanan bagi ribuan pelanggan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa ancaman siber paling berbahaya tidak selalu datang dari agensi pemerintah canggih dengan anggaran miliaran dolar. Sebaliknya, pelaku seringkali adalah individu yang sangat muda dan cerdas, termotivasi oleh uang dan ketenaran di antara sesama peretas.

Kelompok seperti Scattered Spider dan ShinyHunters dikenal karena strategi mereka yang efektif dan sulit dilawan. Alih-alih menyerang sistem komputer secara langsung, mereka lebih sering mengeksploitasi karyawan dan individu.

Pukulan Telak bagi Scattered Spider

Meskipun anggota kelompok peretas sering datang dan pergi, dan kelompok itu sendiri bisa berganti nama, otoritas Inggris yakin bahwa hukuman ini merupakan pukulan signifikan bagi Scattered Spider. Kelompok amorf ini telah dikaitkan dengan puluhan serangan profil tinggi, termasuk terhadap raksasa kasino MGM, maskapai WestJet, dan perusahaan keamanan siber Okta. Serangan-serangan ini pada gilirannya memberikan akses kepada peretas ke data pelanggan dari beberapa perusahaan tersebut.

“Scattered Spider telah menjadi ancaman kejahatan siber paling signifikan bagi Inggris dalam beberapa tahun terakhir. Melalui penyelidikan ini, kami telah secara serius mengganggu ancaman itu dan membawa pelaku utama ke pengadilan,” kata Paul Foster, kepala Unit Kejahatan Siber Nasional Badan Kejahatan Nasional Inggris (NCA).

Dampak Serangan dan Hukuman

Kedua hacker tersebut berada di balik serangan siber terhadap TfL pada musim panas 2024. Serangan itu membuat infrastruktur sistem TfL offline, termasuk sistem tiket dan sistem informasi kedatangan kereta real-time online. Gangguan ini berlangsung selama berminggu-minggu.

Flowers dan Jubair ditangkap setahun kemudian. Pada saat itu, FBI menuduh Jubair terlibat dalam serangan terhadap lebih dari 120 perusahaan menggunakan taktik rekayasa sosial. Otoritas setempat mengatakan serangan terhadap TfL mengakibatkan kerugian sekitar £29 juta (sekitar $47 juta).

Kedua hacker memiliki akses yang begitu dalam ke sistem TfL sehingga mereka “dapat mengunci dan mematikan TfL sepenuhnya” dan memegang “kunci kerajaan” untuk sistem perusahaan tersebut, menurut The Guardian.

Pelajaran dari Kasus Scattered Spider

Kasus ini menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman siber yang tidak konvensional. Kelompok seperti Scattered Spider menunjukkan bahwa serangan siber tidak selalu membutuhkan keahlian teknis super canggih. Terkadang, pendekatan yang lebih sederhana seperti rekayasa sosial bisa sangat efektif.

Oleh karena itu, perusahaan dan individu harus terus meningkatkan kesadaran akan keamanan siber. Pelatihan untuk melawan taktik rekayasa sosial menjadi semakin krusial. Selain itu, penerapan langkah-langkah keamanan berlapis juga penting untuk meminimalkan risiko.

Hukuman terhadap Flowers dan Jubair memberikan efek jera dan menunjukkan bahwa aparat penegak hukum serius dalam memberantas kejahatan siber lintas batas. Meskipun demikian, sifat kelompok peretas yang dinamis dan kemungkinan rebranding tetap menjadi tantangan bagi upaya penegakan hukum global.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.