Hacker 4 Negara Ini Bikin Amerika Ketar-ketir

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:

Hacker ijoJAKARTA – Sebagai negara adidaya, Amerika Serikat (AS) tak hanya dikenal sebagai negara dengan kemampuan penguasaan teknologi super canggih, negara inipun juga diakui sebagai gudangnya para hacker kelas wahid. Namun ternyata, ada 4 negara yang paling ditakuti AS karena dianggap memiliki pasukan hacker berbahaya. Negara mana saja itu?

Meski didukung kemampuan teknologi yang hebat, namun ternyata para hacker di Negeri Paman Sam itu juga merasa ketar-ketir saat harus berhadapan dengan para hacker dari negara lain. Ada empat negara yang dianggap berpotensi membahayakan kepentingan AS.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur intelijen Nasional Amerika, James Clapper, yang mengatakan AS sangat khawatir terhadap kemungkinan adanya serangan cyber dalam skala besar yang dilakukan oleh para hacker dari negara lain terhadap Amerika.

Meski tidak mengecilkan kemampuan hacker dari negara lainnya, namun James mengakui negaranya sangat khawatir dengan 4 negara yang dianggapnya berpotensi besar bakal melakukan serangan besar-besaran ke AS.

Nah, berikut ini 4 negara yang paling ditakuti AS menurut Direktur intelijen Nasional Amerika Serikat, James Clapper:

1. Tiongkok

Hacker Tiongkok China

1.Tiongkok

Tiongkok merupakan salah satu negara yang paling ditakuti Amerika. Negara dengan penduduk terbanyak di dunia ini memiliki pasukan kusus cyber yang siap menyerang AS kapan saja. Beberapa waktu lalu, dalam sebuah dokumen intelijen berjudul ‘The Science of Military Strategy’, terungkap bahwa Tiongkok memiliki unit rahasia perang cyber, baik pada pihak militer maupun pihak sipil-pemerintah. Sejak beberapa tahun yang lalu AS dan beberapa negara lain telah menduga Tiongkok berada dibalik beberapa serangan cyber.

Salah satu bukti ganasnya hacker Tiongkok terjadi pada minggu lalu, dimana perusahaan penyedia layanan hosting international asal Amerika, GitHub mengaku telah mengalami serangan terparah dalam sejarah Amerika akibat ulah hacker Negeri Tirai Bambu itu.

Menurut James, para hacker Tiongkok memang tidak sungkan-sungkan untuk menggunakan cara kasar dalam membobol jaringan komputer korban mereka. Hal itu karena mereka memiliki kemampuan menyerang jaringan dan memiliki unit khusus yang ditujukan untuk berperang pada jaringan komputer.

Pada tahun 2013 perusahaan keamanan swasta Amerika, Mandiant melaporkan tentang kelompok hacker terkenal Unit China 61398, yang diduga melancarkan serangan cyber terhadap perusahaan-perusahaan Amerika yang terletak dipinggiran kota Shanghai.

Unit 61398 juga menargetkan sejumlah instansi pemerintah dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai database berisi informasi yang luas dan rinci tentang  infrastruktur vital di Amerika Serikat, termasuk jalur fiber optik, jalur transmisi dan fasilitas pembangkit listrik.

2. Rusia

Hacker Rusia

2.Rusia

Rusia memang tidak sesering Tiongkok menyerang AS di dunia maya. Namun hacker Rusia sejatinya dianggap lebih berbahaya. Saat ini,  Rusia disebutkan tengah membangun sebuah pasukan cyber dalam skala besar.

Menurut James, serangan hacker Rusia justru lebih besar, mematikan, dan lebih canggih dari Tiongkok. Mereka diduga akan melakukan aksi hacking untuk melancarkan propaganda atau sekedar menanamkan virus terbaru ke jaringan internet global.

Beberapa waktu lalu sebuah laporan menyebutkan jika hacker Rusia berhasil mencuri data rahasia dari gedung putih AS termasuk jadwal kegiatan presiden Barack Obama. Saat itu CNN juga melansir bahwa sumber dari hacker Rusia yang melakukan aksi peretasan tersebut mengatakan bahwa pada bulan Oktober tahun lalu, para hacker Rusia telah  berhasil mengakses rincian jadwal kegiatan Presiden Obama.

Selain itu sumber ini juga menyebut jika kelompok hacker ini juga bertanggung jawab atas aksi peretasan ke Departemen Luar Negeri AS di bulan yang sama tahun lalu.

Bahkan FBI, Secret Service dan badan intelijen AS menyebutkan bahwa serangan hacker Rusia ini merupakan salah satu serangan cyber yang paling canggih yang pernah diarahkan pada instansi pemerintah AS.

3. Iran

Hacker Iran

3.Iran

Amerika dan Iran punya sejarah hubungan yang buruk. Kedua negara ini selalu berseberangan dan saling ancam. Hubungan Amerika dan Iran sempat memanas terkait persoalan nuklir. Tapi ternyata tidak hanya persoalan nuklir Iran saja membuat Amerika berkeringat dingin, sebab hacker negara di Timur Tengah ini juga sama berbahayanya.

Menurut sejumlah laporan badan keamanan internet, hacker Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab di balik serangan virus DDoS pada lembaga-lembaga keuangan Amerika di tahun 2012 dan 2013.

Federal Bureau Investigation (FBI) telah memberi peringatan khusus bahwa mereka mencemaskan para hacker Iran dengan kemampuan tinggi tengah melakukan operasi serangan cyber pada organisasi penting Amerika Serikat..

FBI menyatakan organisasi pertahanan, perusahaan energi sampai institusi pendidikan adalah target para hacker asal Iran. Mereka harus segera menghubungi FBI jika merasa menjadi korban serangan. Peringatan dari FBI tersebut menunjukan serangan dari Iran tidak bisa dipandang remeh. Sebelumnya terungkap bahwa serangan cyber besar asal Iran yang melanda 16 negara.

Pemerintah Iran dilaporkan memperkuat kapabilitas cyber sejak tahun 2010, tepatnya semenjak program nuklir mereka diserang program jahat canggih bernama Stuxnet. Stuxnet ini dituding buatan AS dan Israel. Investasi Iran itu dianggap berhasil dan mereka kini cukup kuat soal pertahanan maupun serangan cyber.

4. Korea Utara

Hacker Korea Utara

4.Korea Utara

Selain Tiongkok, negara di Asia lainnya yang ditakuti AS adalah Korea Utara. Negera komunis ini sudah sejak lama dicurigai telah mengumpulkan hacker terbaik dari kalangan mahasiswa dan akademisi mereka untuk bertahan dari serangan hacker negara lain sekaligus melakukan serangan balasan.

Salah satu contoh kedasyatan para hacker Korut adalah kasus peretasan yang menimpa Sony Pictures beberapa waktu lalu. Menurut Direktur intelijen Amerika itu, aksi-aksi hacking yang dilancarkan oleh Korea Utara sampai saat ini masih dilatarbelakangi tujuan politik.

Seperti diketahui, aksi hacker #GOP yang membobol data komputer milik Sony Pictures disebut-sebut “dibekingi” oleh pemerintah Korut. Perintah peretasan katanya datang dari Kim Jong Un yang disebutkan tersinggung dengan film ‘The Interview’ yang diproduksi oleh Sony Pictures.

Pemerintah Korut memiliki sebuah tim elit cyber yang beranggotakan para hacker. Pasukan elite cyber Korut itu diberi nama Bureau 121. Tim Bureau 121 ini merupakan bagian dari General Bureau of Reconnaissance, agen intelijen milik militer Korea Utara.

Divisi ini diisi oleh orang-orang pilihan dengan kemampuan di atas rata-rata. Tim Bureau 121 beranggotakan ahli-ahli komputer berbakat. Tim ini memiliki 1800 personel dan memiliki pangkat elit di badan militer.

Lantas apa tugasnya? Para hacker yang tergabung dalam tim Bureau 121 ini dijadikan sebagai “alat bela negara”. Tugas utamanya adalah menjalankan perintah Kim Jong Un, pemimpin tertinggi Korut.

Para hacker dalam Bureau 121 dipilih dan dilatih sejak berusia 17 tahun. Para hacker berbakat itu “disekolahkan” di University of Automation, universitas milik militer Korut. Tim Bureau 121 ini begitu disegani di negaranya, dan mendapatkan fasilitas hidup mewah.

Bureau 121 diyakini terlibat dalam berbagai aktivitas hacking yang didalangi pemerintah Korut, baik itu untuk memata-matai negara lain atau melakukan sabotase terhadap musuh negara.[HBS]