Google Search Manipulasi Hasil Pencarian, Ini Buktinya!

Google Search Hasil Pencarian

Telset.id, Jakarta  Google Search adalah aplikasi yang paling banyak digunakan di dunia. Mempertimbangkan betapa pentingnya hasil pencarian untuk bisnis, Google mengaku menggunakan algoritma yang tidak bias untuk mencegah sistem permainan apapun.

Namun, Google memahami bahwa pencarian adalah permainan zero-sum, yakni membuat perubahan yang membantu satu perusahaan akan berdampak negatif bagi perusahaan lain.

Wall Street Journal pun melakukan penyelidikan lewat lebih dari 100 wawancara untuk mengungkap hal tersebut. Hasilnya?

{Baca juga: Google Search jadi Guru Les untuk Ajari “Bahasa Gaul”}

Wall Street Journal menemukan beberapa hal tentang Google Search yang berbau manipulasi. Sebagai contoh, seperti dilansir Phone Arena, algoritme Google untuk Search membuat bisnis yang lebih besar lebih disukai daripada yang lebih kecil.

Dikutip Telset.id, Senin (18/11/2019), Google menggunakan algoritma dan daftar hitam untuk mencegah topik kontroversial tertentu muncul di bidang pencarian saat pelengkapan otomatis. Wall Street Journal pun menguji mesin pencarian Google dengan mesin pencari lain.

Wall Street Journal menggunakan DuckDuckGo dan Microsoft Bing. Ketika mengetik kata “Donald Trump adalah…”, Google Search menampilkan definisi “lebih tidak berbahaya”.

Berbicara tentang algoritma yang digunakan oleh Google untuk pencarian, seorang mantan karyawan dan direktur Google buka suara. Ia mengatakan, ada gagasan bahwa algoritma pencarian menunjukkan semacam informasi yang salah atau hasil berkualitas rendah.

{Baca juga: Makin Canggih, Google Search Kini Didukung Teknologi BERT}

Bahkan, informasi mengungkapkan, sekitar dua miliar hasil pencarian di Search setiap tahun berisi tentang informasi yang tidak dapat dipercaya. Di Eropa, ditemukan fakta bahwa Google mengubah hasil pencarian untuk mempromosikan produk buatannya sendiri. [SN/HBS]

Sumber: PhoneArena

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here