Gojek Beli 4,3% Saham Blue Bird Senilai Rp 411,2 Miliar

Blue Bird

Telset.id, Jakarta – Gojek diam-diam menjadi bagian dari PT. Blue Bird. Ini terjadi setelah Decacorn Indonesia itu dilaporkan membeli saham perusahaan taksi yang identik dengan warna biru,  dengan nilai USD 30 Juta atau Rp 411,2 Miliar.

Dilansir Telset.id dari Bloomberg pada Rabu (19/02/2020), Gojek membeli 4,3% saham Blue Bird dari perusahaan induknya, PT Pusaka Citra Djokosoetono. Sumber anonim menyatakan jika Pusaka Citra menjual lebih dari 108 juta saham Blue Bird dengan harga Rp 3.800 pada Jumat (14/02/2020) kemarin.

Namun demikian, baik perwakilan Gojek maupun Dirut Blue Bird Noni Purnomo enggan berkomentar terkait pembelian saham tersebut. Gojek sendiri sebelumnya telah bekerja sama dengan perusahaan taksi tersebut, tepatnya sejak 2017 lalu. Perusahaan pimpinan Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo menawarkan pemesanan taksi Blue Bird pada aplikasinya.

{Baca juga: Total Perjalanan Gojek di 2019 Setara 13.000 Kali PP Bumi-Bulan}

Untuk diketahui, Blue Bird adalah perusahaan transportasi yang menawarkan layanan taksi dan telah berdiri sejak tahun 1972. Sebelum kehadiran transportasi online, perusahaan ini menjadi pilihan utama kebanyakan konsumen.

Pembelian saham Blue Bird oleh Gojek ini terbilang cukup menarik, mengingat persaingan antara taksi online dan taksi konvensional sempat memanas beberapa waktu silam. Sekedar informasi, di awal kemunculannya fitur GoCar milik Gojek mendapat tentangan dari sopir taksi konvensional seperti Blue Bird, Express, Gamya dan lain sebagainya. Hingga akhirnya mencapai puncaknya pada Selasa 22 Maret 2016, ketika sopir taksi konvensional menggelar aksi protes di Jakarta.

Bukan saja melakukan razia kepada mobil-mobil yang diduga mitra taksi online, para sopir taksi ini juga melakukan razia terhadap mitra ojek online sebagai bentuk protes karena kehadiran perusahaan seperti Gojek dan Grab membuat pendapatan mereka berkurang.

{Baca juga: Buntut Kasus Maia Estianty, Gojek Bikin Teknologi Anti Pencurian Akun}

GoJek telah melakukan evolusi sejak berdiri di tahun 2011. Berawal dari layanan call center, perusahaan yang didirikan Nadiem Makarim dkk ini telah bertransformasi menjadi perusahaan transportasi online besar dengan jaringan layanan yang luas. [NM/IF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here