šŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi karyawan perempuan dengan keterampilan AI di era digital

Genjot Data Center dan AI, Target Ekonomi 8% Pemerintah

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Pemerintah genjot pembangunan data center, AI, dan keamanan siber untuk target ekonomi 8%
  • Kebijakan tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2026
  • Kolaborasi pemerintah, industri, dan asosiasi jadi kunci sukses
  • Ancaman siber semakin kompleks, perlu pendekatan keamanan menyeluruh
  • Pelaku industri seperti Telkom, KORIKA, IDPRO, dan Asosiasi Cloud & Hosting Indonesia terlibat

Telset.id – Pemerintah resmi menggenjot pembangunan ekosistem data center, kecerdasan artifisial (AI), dan keamanan siber sebagai pilar strategis untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% di era pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Langkah ini menegaskan komitmen Indonesia untuk bertransformasi dari sekadar pasar menjadi pemain utama dalam ekosistem digital global.

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Pertumbuhan Ekonomi. Regulasi tersebut secara eksplisit menempatkan data center, AI, dan keamanan siber sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini disampaikan dalam Forum Nasional ā€œIndonesia Digital Leap: Akselerasi Ekosistem Data Center, AI & Keamanan Siber untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasionalā€ yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Data Center dan AI Jadi Prioritas Strategis

Deputi Koordinasi Perdagangan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Ali Murtopo Simbolon, menegaskan bahwa transformasi digital merupakan faktor krusial menuju visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, infrastruktur digital yang tangguh adalah fondasi yang akan menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan Indonesia.

ā€œInfrastruktur digital yang tangguh-data center, AI, dan keamanan siber-adalah fondasi yang akan menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan Indonesia,ā€ ujarnya pada Jumat (22/5/2026).

Pernyataan serupa datang dari Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Ditjen Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Aju Widia Sari. Ia menekankan bahwa percepatan pembangunan data center dan penguatan ekosistem AI kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis nasional.

ā€œIndonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi harus menjadi pelaku aktif dalam ekosistem digital global,ā€ ucapnya.

Aju Widia Sari juga menilai kolaborasi antara pemerintah, industri, dan asosiasi menjadi kunci utama agar Indonesia mampu bersaing dalam ekonomi digital global. Tanpa sinergi yang kuat, target ambisius ini akan sulit tercapai.

Keamanan Siber: Ancaman yang Tak Bisa Diabaikan

Di tengah percepatan transformasi digital, pemerintah juga menyoroti ancaman keamanan siber yang semakin meningkat. Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Rahmat Subagio, mengungkapkan bahwa ancaman siber saat ini berkembang semakin kompleks, mulai dari ransomware, Advanced Persistent Threats (APT), hingga serangan terhadap infrastruktur digital kritikal.

ā€œAncaman siber tidak mengenal batas dan terus berkembang. Karena itu penguatan ekosistem keamanan siber menjadi prioritas mutlak,ā€ kata Rahmat.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pendekatan keamanan siber yang lebih menyeluruh dengan melibatkan pemerintah, BUMN, swasta, hingga akademisi. Ia menekankan pentingnya investasi pada teknologi Security Operations Center (SOC), threat intelligence sharing, dan pengembangan talenta cybersecurity untuk menjaga kedaulatan digital nasional.

Perkembangan ekonomi digital Indonesia juga dinilai membuka peluang besar bagi industri data center dan AI nasional. Berbagai pemangku kepentingan menilai kebutuhan penyimpanan data, cloud computing, hingga pemrosesan AI akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini menjadi momentum bagi pelaku industri dalam negeri untuk mengambil peran lebih besar.

Dalam forum tersebut, hadir sejumlah pelaku industri antara lain perwakilan PT Telkom Indonesia, KORIKA, IDPRO, hingga Asosiasi Cloud & Hosting Indonesia. Mereka membahas pengembangan ekosistem data center nasional yang mampu bersaing secara global sekaligus mendukung percepatan transformasi digital di berbagai sektor industri dan layanan publik.

Ilustrasi teknologi AI dan kecerdasan buatan di era digital

Dengan adanya kebijakan ini, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga produsen dan inovator dalam ekosistem digital global. Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi menjadi kunci sukses untuk mewujudkan target pertumbuhan ekonomi 8% yang ambisius ini.

Komentar

Belum ada komentar.