πŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi akuisisi Roku oleh Fox senilai US$22 miliar di pasar connected TV Amerika Serikat

Fox Resmi Akuisisi Roku Rp22 Miliar, Streaming TV AS Berubah

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Fox resmi menyelesaikan akuisisi Roku senilai US$22 miliar
  • Perusahaan gabungan jadi bisnis TV terbesar ketiga di AS berdasarkan viewership
  • Fox mendapat akses jangkauan lebih dari 100 juta rumah tangga Roku
  • Akuisisi tuntas lebih cepat dari proyeksi awal paruh pertama 2027
  • Transaksi sempat melewati tinjauan antitrust Departemen Kehakiman AS
  • Anthony Wood: misi Roku tidak berubah, hanya jangkauan dan sumber daya

Telset.id – Fox resmi menyelesaikan akuisisi Roku senilai US$22 miliar, menutup salah satu kesepakatan media terbesar dalam beberapa tahun terakhir dan langsung menempatkan perusahaan gabungan ini sebagai bisnis televisi terbesar ketiga di Amerika Serikat berdasarkan jumlah penonton. Penyelesaian akuisisi Roku ini diumumkan pada Jumat dan membawa perusahaan streaming yang didirikan pada 2002 tersebut secara resmi berada di bawah kepemilikan Fox.

Langkah Fox mengakuisisi Roku memberi perusahaan akses langsung ke jangkauan lebih dari 100 juta rumah tangga yang dimiliki Roku. Fox memperkirakan audiens sebesar itu akan membantu meningkatkan penargetan iklan, memperkuat posisinya di pasar connected TV yang tumbuh cepat, serta mengurangi ketergantungan pada distribusi televisi tradisional.

Pendiri Roku, Anthony Wood, menyatakan bahwa misi perusahaan tidak berubah meski kepemilikan berpindah tangan. β€œKami memulai Roku lebih dari dua dekade lalu untuk memberi orang cara yang lebih baik menonton TV, dan misi itu tidak berubah hari ini. Yang berubah adalah jangkauan dan sumber daya kami,” ujar Wood dalam sebuah pernyataan. β€œTim kami akan terus membangun dan berinovasi seperti biasa, kini dengan dukungan dan kapabilitas Fox di belakang kami.”

Akuisisi Roku Selesai Lebih Cepat dari Perkiraan

Penutupan akuisisi Roku oleh Fox berlangsung jauh lebih cepat dibanding proyeksi awal. Ketika kesepakatan pertama kali diumumkan pada Juni, kedua perusahaan memperkirakan transaksi akan rampung pada paruh pertama 2027. Kenyataannya, akuisisi tuntas pada 2026.

Sebelum tuntas, proses ini sempat melewati tahap pengawasan regulasi. Pengumuman penyelesaian datang dua bulan setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengeluarkan permintaan informasi kedua, yang meminta kedua perusahaan menyerahkan data dan dokumen tambahan sebagai bagian dari tinjauan antitrust. Pada awal bulan ini, sejumlah laporan menyebut kesepakatan tersebut mendekati persetujuan regulasi di AS.

Bagi Fox, akuisisi Roku menjadi jalur pintas menuju basis pengguna connected TV yang luas tanpa harus membangun ekosistem perangkat dari nol. Roku sendiri telah beroperasi sejak 2002 dan dikenal sebagai penyedia platform streaming yang menghubungkan pengguna dengan layanan hiburan digital. Kombinasi keduanya kini menempatkan Fox sebagai kekuatan yang lebih besar di lanskap televisi Amerika Serikat.

Posisi sebagai bisnis televisi terbesar ketiga di AS berdasarkan viewership menjadi klaim utama Fox atas hasil penggabungan ini. Angka tersebut menunjukkan bahwa akuisisi Roku tidak hanya soal perangkat atau platform, tetapi juga soal skala penonton yang bisa dimonetisasi melalui iklan.

Dampak bagi Pasar Connected TV dan Pengiklan

Akuisisi Roku oleh Fox menegaskan arah industri media yang semakin bergeser ke connected TV. Fox secara eksplisit menyebut bahwa jangkauan Roku akan dipakai untuk memperbaiki penargetan iklan dan memperkuat posisi di pasar connected TV yang tumbuh cepat. Artinya, pengiklan akan menghadapi lanskap yang lebih terkonsolidasi ketika hendak menjangkau audiens streaming.

Fox juga menyatakan bahwa langkah ini mengurangi ketergantungan pada distribusi televisi tradisional. Selama ini, bisnis televisi konvensional menghadapi tekanan seiring perpindahan penonton ke platform streaming. Dengan menguasai Roku, Fox memiliki kendali lebih besar atas titik sentuh antara penonton dan konten di lingkungan digital.

Dari sisi pengguna, pernyataan Anthony Wood menegaskan bahwa tim Roku akan terus membangun dan berinovasi seperti sebelumnya. Tidak ada indikasi perubahan pada misi produk Roku sebagaimana disampaikan dalam pernyataan resminya. Yang berubah, menurut Wood, adalah jangkauan dan sumber daya yang kini tersedia di bawah naungan Fox.

Skala transaksi ini menjadikannya salah satu kesepakatan media terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Nilai US$22 miliar menempatkan akuisisi Roku sebagai salah satu langkah paling signifikan di sektor streaming dan connected TV, terutama karena melibatkan perusahaan yang telah beroperasi lebih dari dua dekade.

Proses regulasi yang sempat berjalan, termasuk permintaan informasi kedua dari Departemen Kehakiman AS, menunjukkan bahwa transaksi sebesar ini mendapat perhatian serius dari otoritas antitrust. Meski demikian, penyelesaian akuisisi menandakan bahwa tinjauan tersebut tidak menghalangi transaksi untuk tuntas.

Bagi pasar Indonesia, perkembangan ini menjadi cermin bagaimana konsolidasi di sektor media dan streaming berlangsung cepat di tingkat global. Perusahaan yang menguasai perangkat, platform, dan audiens sekaligus memiliki posisi tawar lebih kuat dalam ekosistem iklan digital. Fox kini berada di posisi tersebut setelah resmi memiliki Roku.

Kecepatan penyelesaian akuisisi juga menjadi catatan tersendiri. Proyeksi awal paruh pertama 2027 berubah menjadi penyelesaian pada 2026, jauh lebih cepat dari perkiraan. Bagi Fox, ini berarti integrasi Roku ke dalam struktur bisnisnya bisa dimulai lebih awal, termasuk pemanfaatan jangkauan lebih dari 100 juta rumah tangga untuk strategi iklan dan distribusi konten.

Dengan tuntasnya akuisisi Roku, Fox kini menggabungkan kekuatan konten televisi dengan platform streaming yang telah memiliki basis perangkat dan pengguna. Klaim sebagai bisnis televisi terbesar ketiga di AS berdasarkan viewership menjadi indikator awal dari skala yang dihasilkan penggabungan ini. Sementara itu, komitmen Anthony Wood untuk terus berinovasi menandakan bahwa Roku akan tetap beroperasi dengan identitas dan misi yang sama, kini dengan dukungan sumber daya Fox di belakangnya.

[ META_DESCRIPTION]
Fox resmi menyelesaikan akuisisi Roku senilai US$22 miliar, lebih cepat dari perkiraan, dan menjadi bisnis TV terbesar ketiga di AS.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.