📑 Daftar Isi

Kamera Flock yang terpasang di jalan raya untuk membaca pelat nomor kendaraan

Florida dan Texas Hentikan Penggunaan Kamera Flock

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Florida menarik seluruh kamera Flock dari jalan negara bagian dengan tenggat 30 hari
  • Gubernur Ron DeSantis khawatir tercipta "negara pengawasan AI digital"
  • Texas membekukan pendanaan kamera Flock melalui perintah Gubernur Greg Abbott
  • 3.200 kamera Flock terpasang di Texas sejak 2023 dengan dana publik USD 30 juta
  • Enam departemen kepolisian Texas melaporkan kasus penyalahgunaan dalam sebulan terakhir
  • Flock merespons dengan menetapkan tujuh hari sebagai default penghapusan data
  • Perdebatan antara manfaat keamanan dan risiko privasi masih terus berlanjut

Telset.id – Dua negara bagian AS, Florida dan Texas, secara bersamaan menarik dukungan terhadap kamera Flock yang selama ini dipasang di jalan raya. Florida telah menarik seluruh alat pembaca pelat nomor dari jalan negara bagian, sementara Texas membekukan pendanaan masa depan untuk sistem Flock di tengah meningkatnya kekhawatiran privasi dan penyalahgunaan.

Keputusan ini menandai perubahan sikap yang signifikan dari otoritas negara bagian terhadap teknologi pengawasan berbasis AI. Sebelumnya, kamera Flock yang menggunakan AI untuk melacak pelat nomor dan jenis kendaraan telah dipasang dalam jumlah besar di berbagai wilayah Amerika Serikat, dengan ratusan ribu unit beroperasi di seluruh negeri.

Gubernur Florida Ron DeSantis menyampaikan dalam konferensi pers bahwa meskipun ia memahami kegunaan sistem ini, ia juga khawatir terhadap potensi penyalahgunaan. “Yang tidak kami inginkan di negara bagian Florida adalah memiliki negara pengawasan AI digital di mana semua yang kami lakukan dilacak setiap saat,” ujar DeSantis kepada wartawan. “Ke mana data ini pergi? Mereka mengklaim bahwa perusahaan tidak akan menyalahgunakannya, tetapi tidak ada yang mengawasi hal itu.”

Dalam sebuah memo, Departemen Transportasi Florida menyebutkan “laporan yang mengkhawatirkan tentang penyalahgunaan, masalah privasi data, dan skema pengawasan” sebagai alasan penghentian penggunaan kamera tersebut. Pihak berwenang, termasuk Flock, diberikan waktu 30 hari untuk mematuhi perintah penarikan ini.

Beberapa investigasi selama setahun terakhir menemukan petugas polisi yang menggunakan sistem Flock di luar batas wewenang yang diizinkan. Temuan ini memperkuat kekhawatiran publik mengenai bagaimana teknologi pengawasan digunakan oleh aparat penegak hukum.

Flock Safety Camera

Sementara itu di Texas, Gubernur Greg Abbott telah memerintahkan lembaga negara bagian untuk menghentikan pendanaan kamera Flock di tengah pengawasan yang semakin ketat. Sekitar 3.200 alat pembaca pelat nomor Flock telah dipasang di Texas sejak 2023.

“Kamera Flock akan diwajibkan untuk digunakan secara bertanggung jawab jika memang digunakan,” kata Abbott dalam wawancara radio. Pernyataan ini menegaskan bahwa penggunaan teknologi tersebut tidak lagi bisa dilakukan tanpa pengawasan ketat.

Setidaknya enam departemen kepolisian dan kantor sheriff di seluruh negara bagian Texas telah mengumumkan bahwa petugas penegak hukum ditempatkan dalam cuti, didakwa secara kriminal, atau diselidiki karena penyalahgunaan kamera Flock—hanya dalam satu bulan terakhir. Angka ini menunjukkan bahwa penyalahgunaan bukan sekadar kasus terisolasi, melainkan pola yang meluas.

Pelaporan lebih lanjut oleh Texas Tribune menemukan bahwa dana sebesar USD 30 juta dari uang pembayar pajak telah dialokasikan untuk jaringan Flock di negara bagian tersebut, dengan lebih banyak pendanaan publik yang dijadwalkan ditambahkan sebelum penghentian diumumkan. Namun, menurut seorang kepala polisi di Texas, kamera tersebut dianggap penting untuk mengganggu jaringan kriminal.

Kekhawatiran terhadap kamera Flock sebenarnya bukan hal baru. Berbagai laporan sebelumnya telah menyoroti potensi masalah dari teknologi ini. Kontroversi kamera Flock telah memicu protes dari masyarakat AS yang khawatir privasi mereka terlanggar oleh alat pemantau pelat nomor otomatis.

Untuk bagiannya, Flock telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan dan privasi sistemnya, termasuk menetapkan tujuh hari sebagai default untuk menghapus data yang bukan bagian dari penyelidikan kriminal. Namun, perdebatan mengenai apakah teknologi perusahaan tersebut bermanfaat atau invasif tampaknya akan berlanjut untuk beberapa waktu.

Jaringan kamera Flock yang luas juga menjadi sorotan. Jaringan kamera Flock di Alpharetta dilaporkan terhubung ke lebih dari 2.300 instansi, menunjukkan betapa masifnya ekosistem pengawasan yang telah dibangun oleh perusahaan ini.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui apakah mereka berada dalam jangkauan pengawasan ini, tersedia cara untuk cek titik kamera ALPR di sekitar lokasi mereka. Langkah ini menjadi penting seiring meningkatnya kesadaran publik tentang keberadaan kamera pengawas di ruang publik.

CEO Flock sendiri sebelumnya telah menyampaikan pandangannya mengenai isu ini. CEO Flock minta kompromi antara privasi dan keamanan, menyadari bahwa teknologi yang mereka kembangkan berada di tengah perdebatan publik yang kompleks.

Keputusan Florida dan Dampaknya

Penarikan kamera Flock dari jalan negara bagian Florida merupakan langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Gubernur DeSantis menegaskan bahwa kekhawatiran utamanya adalah potensi terciptanya “negara pengawasan AI digital” di mana setiap gerakan warga dipantau secara terus-menerus.

Pertanyaan tentang tujuan data yang dikumpulkan menjadi sorotan utama. DeSantis meragukan klaim perusahaan bahwa data tidak akan disalahgunakan, mengingat tidak ada pihak independen yang mengawasi penggunaan data tersebut. Pernyataan ini mencerminkan ketidakpercayaan yang semakin besar terhadap perusahaan teknologi pengawasan.

Departemen Transportasi Florida secara eksplisit menyebutkan “laporan yang mengkhawatirkan tentang penyalahgunaan, masalah privasi data, dan skema pengawasan” sebagai alasan penghentian. Temuan investigasi yang melibatkan petugas polisi menggunakan sistem di luar wewenang mereka menjadi bukti konkret bahwa kekhawatiran tersebut bukan tanpa dasar.

Situasi di Texas dan Implikasinya

Di Texas, penghentian pendanaan kamera Flock oleh Gubernur Abbott terjadi setelah serangkaian kasus penyalahgunaan yang melibatkan aparat penegak hukum. Enam departemen kepolisian dan kantor sheriff dalam satu bulan terakhir menunjukkan pola penyalahgunaan yang sistematis.

Investasi sebesar USD 30 juta dari dana publik untuk jaringan Flock di Texas menjadi pertanyaan besar tentang akuntabilitas penggunaan uang negara. Meskipun ada klaim bahwa kamera tersebut penting untuk mengganggu jaringan kriminal, fakta penyalahgunaan yang meluas membuat otoritas negara bagian menarik dukungan mereka.

Flock sendiri telah merespons kritik dengan mengubah kebijakan penyimpanan data mereka, menetapkan tujuh hari sebagai batas default penghapusan data yang tidak terkait penyelidikan kriminal. Namun, langkah ini dinilai belum cukup untuk meredakan kekhawatiran publik dan otoritas negara bagian.

Perkembangan ini menandai titik balik dalam penerimaan teknologi pengawasan otomatis di Amerika Serikat. Ketika otoritas negara bagian mulai menarik dukungan, masa depan kamera Flock dan teknologi serupa menjadi tidak pasti. Perdebatan tentang keseimbangan antara keamanan dan privasi tampaknya akan terus berlanjut, dengan keputusan Florida dan Texas menjadi preseden penting bagi negara bagian lain yang mungkin mempertimbangkan langkah serupa.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.