FedEx Uji Pengiriman Barang dengan Robot

Telset.id, Jakarta – FedEx Corp pada musim panas tahun ini, berencana menguji robot pengiriman barang ke rumah. Perusahaan jasa pengiriman barang dengan robot ini telah bermitra dengan Walmart Inc dan Pizza Hut.

Seperti diketahui, jasa pengiriman barang, retailer, dan juga restoran sedang bereksperimen dengan robot, drone, dan mobil self-driving dalam upaya untuk menggunakan otomatisasi guna menurunkan biaya pengiriman.

Tidak hanya bahan makanan, bahkan secangkir kopi, hingga jarak terdekat dengan pintu rumah konsumen.

FedEx bekerja sama dengan DEKA Development & Research Corp, yang telah menciptakan menciptakan Segway dan kursi roda iBot, dalam proyeknya ini.

{Baca juga: Alibaba akan Bikin Robot AI Pelayan Hotel}

Pihak FedEx mengatakan, bahwa robot bisa menjadi bagian dari layanan SameDay yang beroperasi di 1.900 kota di seluruh dunia.

Robot bertenaga baterai ini tampak seperti kulkas di atas roda. Kamera dan perangkat lunak membantu mereka mendeteksi dan menghindari rintangan saat mereka menjelajah trotoar dan jalan raya dengan kecepatan tertinggi 10 mil (16 km) per jam.

Sebelum proyek ini dimulai, harus mendapat persetujuan dari pemerintah kota, termasuk kota asal perusahaan di Memphis. Uji coba pengiriman pertama akan dilakukan di sekirar kantor FedEx.

Rata-rata, lebih dari 60 persen pelanggan toko tinggal dalam jarak tiga mil dari lokasi toko. FedEx mengatakan sedang bekerja dengan para mitranya, mencakup AutoZone Inc dan Target Corp, untuk menentukan apakah pengiriman otonom merupakan opsi yang lebih cepat dan murah.

Selama ini, restoran harus membayar perusahaan pengiriman pihak ketiga seperti Uber Eats, DoorDash dan GrubHub dengan komisi sebesar 10-30 persen untuk tiap pesanan.

{Baca juga: Strono, Robot AI yang Jago Membuat Pizza}

Investor dan perusahaan mencurahkan jutaan dolar ke dalam proyek yang bertujuan menurunkan biaya itu dan mengatasi rintangan peraturan. Untuk alasan keamanan, di beberapa negara menginginkan agar kendaraan otonom tetap ditemani manusia sebagai pengemudi cadangan darurat.

Starship Technologies, yanh telah mengumpulkan lebih dari US $ 40 juta dalam pendanaan ventura, tahun lalu mengerahkan robot untuk mengirimkan paket di wilayah Teluk San Francisco.

Pada Januari 2019, perusahaan ini bekerja sama dengan perusahaan layanan makanan Prancis Sodexo untuk melayani pengiriman pesanan Starbucks, Dunkin ‘Donuts, dan Blaze Pizza kepada 40.000 siswa di kampus Fairfax, Virginia, di George Mason University. Untuk bisa menggunakan layanan ini, mahasiwa harus membayar US $ 1,99 per pesanan.

Sementara itu, Amazon.com kini sedang menguji robot pengirimannya sendiri yang diberi nama “Scout”.

{Baca juga: Yuk Intip 7 Hotel Tercanggih, Ada yang Pakai Pelayan Robot}

Saingan FedEx, United Parcel Service Inc, tidak menguji robot pengirim barang, namun sedang bereksperimen dengan drone untuk mengirim barang.

Uji coba lain yang melibatkan penjual grosir, di antaranya Kroger Co dengan startup mobil self-driving Nuro, serta DoorDash dan General Motors Co’s Cruise Automation. [BA/HBS]

Sumber: The Star

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0