Facebook dan Google Sepakat Hapus Iklan Politik Pemilu

iklan politik

Telset.id, Jakarta –¬†Facebook dan Google menawarkan diri untuk memperlihatkan bagaimana upaya mengatasi iklan politik pemilu di platform¬†mereka. Tawaran Facebook dan Google tersebut terkait pemilu paruh waktu di Amerika Serikat (AS).

Menurut data Reuters, dari Facebook dan Google, terdapat total 436 iklan politik mengenai pemilu paruh waktu di AS.

Jumlah itu masing-masing 375 di Facebook dan 61 di Google pada periode antara Mei-Oktober 2018. Dilaporkan, iklan pemilu di Facebook dan Google terkait 34 calon legislatif.

Seperti dikutip Telset.id pada Kamis (08/11/2018), 258 iklan dari 375 iklan yang dihapus di Facebook maupun Google memiliki tanggal mulai tayang, dan berakhir.

Rata-rata, iklan yang tayang di Google mempunyai durasi selama delapan hari. Sementara di Facebook, iklan akan tayang selama 15 hari lamanya.

Saat dimintai konfirmasi, Google menyatakan komitmennya untuk menyajikan transparansi yang lebih luas mengenai iklan politik. Sementara menurut Facebook, database merupakan cara untuk menunjukkan akuntabilitas sebuah perusahaan.

Facebook dan Alphabet, induk perusahaan Google, membuat database khusus di tahun ini untuk memberikan informasi lengkap tentang beberapa iklan politik yang dibeli dari layanan mereka. Langkah itu mereka ambil untuk merespons tuduhan AS tentang dugaan campur tangan Rusia pada Pilpres 2016.

Sayang, data tersebut tidak menjelaskan kenapa iklan dihapus, dan hanya Facebook yang memasang salinan iklan yang dihapus dari platform-nya. Iklan-iklan politik itu ditampilkan hingga 20,5 juta kali, dan memakan biaya mencapai USD 582 ribu atau Rp 8,4 miliar.

Sebelumnya dilaporkan, Facebook meluncurkan arsip yang berguna untuk melabeli iklan politik AS di platform-nya. Langkah tersebut sengaja diambil setelah Facebook menduga ada campur tangan Rusia pada Pilpres AS 2016 lalu.

Tak cuma Facebook yang akan melabeli iklan berkaitan dengan pemilihan umum atau isu politik, tetapi juga Instagram. Jika label diklik, pengguna Facebook dan Instagram akan masuk ke arsip yang memberinya berbagai informasi. (SN/FHP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here