Facebook Bandar Narkoba

Eks Penasihat Steve Jobs Sebut Facebook ā€œBandar Narkobaā€

Penulis:Sigit Nugraha
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id, Jakarta – Mantan penasihat Steve Jobs, Joanna Hoffman, secara terang-terangan menyebut Facebook bak bandar narkoba. Facebook gagal menyaring postingan kekerasan dan membuat orang-orang kecanduan.

Menurut Hoffman, seperti dilansir New York Post, Facebook sengaja gagal meminimalisasi unggahan-unggahan bersifat hoaks, hasutan, menyesatkan, dan informasi salah karena ingin para pengguna tetap mengakses platform. Oleh karenanya, ia menyebut Facebook sebagai ā€œbandar narkobaā€.

ā€œFacebook menjajakan ā€˜narkoba’ yang disebut ā€˜kecanduan kemarahan’, ā€˜menghancurkan tatanan demokrasi’, serta ā€˜menghancurkan tatanan hubungan manusia’,ā€ terang Hoffman, dalam konferensi CogX 2020, akhir pekan kemarin.

{Baca juga: ā€˜Barisan Para Mantan’ Sebut Mark Zuckerberg Pengecut}

Ia menjelaskan, kemarahan membuat ketagihan, bisa menarik orang ke platform dan mendapatkan keterlibatan secara intens. Dikutip Telset.id, Senin (15/06/2020), hal tersebut dilakukan Facebook untuk membuat penggunanya loyal.

CEO Facebook, Mark Zuckerberg, telah menuai kritik tanpa henti dalam beberapa pekan terakhir lantaran keputusannya tidak menghapus postingan Presiden AS, Donald Trump, mengenai protes massa atas kematian George Floyd.

Akhir pekan kemarin, Zuckerberg menegaskan ketidaksetujuannya dengan kata-kata presiden. Namun demikian, ia tetap tidak memberi indikasi untuk mengubah pikiran guna menghapus postingan sang presiden di platform.

Kendati begitu, Zuckerberg terus ditekan untuk mempertimbangkan kebijakan yang lebih ketat terkait informasi salah dan bahasa yang dapat membahayakan orang atau kelompok, terutama yang berhubungan dengan ketidakadilan rasial.

{Baca juga: Bos Facebook ā€œGalauā€ Hapus Postingan Kontroversial Donald Trump}

ā€œKami akan meninjau kebijakan kami yang memungkinkan diskusi dan ancaman penggunaan kekuatan negara untuk melihat apakah ada amandemen yang harus kami adopsi,ā€ ucapnya.

ā€œKami akan meninjau opsi-opsi potensial untuk menangani konten yang melanggar atau sebagian dilanggar, selain dari keputusan ā€˜leave-it-upā€˜ atau ā€˜take-it-downā€˜,ā€ jelas Zuckerberg. (SN/MF)