Drone Bawah Air Berburu Harta Karun di Dasar Laut

Telset.id, Jakarta  – Drone bawah air digunakan untuk memburu harta karun bernilai triliunan yang terperangkap di dasar laut. Menurut laporan, drone tersebut menelusuri dasar laut di atas Zona Clarion-Clipperton.

Dilansir New York Post, dasar laut di atas Zona Clarion-Clipperton berjarak sekitar 15.000 kaki di bawah permukaan Samudra Pasifik dan merupakan rumah bagi cadangan logam langka yang belum dimanfaatkan.

{Baca juga: Drone Pengirim Amazon Bisa Respon Lambaian Tangan}

Di bawah dasar laut, nodul mangan berukuran kentang tidak hanya mengandung mangan tetapi juga besi, nikel, tembaga, titanium, dan kobalt atau sumber daya berharga dalam membangun produk Apple dan Tesla.

Nodul mangan bawah laut di seluruh dunia diperkirakan bernilai triliunan. Dikutip Telset.id, Selasa (9/6/2020), pemerintah dan perusahaan swasta berlomba-lomba untuk menyurvei dasar lautan menggunakan robot.

“Kami tahu dunia akan sangat fokus kepada dampak lingkungan. Kendaraan otomatis yang dasar laut adalah satu-satunya alat yang bisa dipakai,” kata Gerard Barron, CEO perusahaan pertambangan DeepGreen Metals.

Namun demikian, penambangan laut dalam tetap diatur. Satu-satunya perusahaan swasta yang diberi hak untuk memulai penambangan laut dalam telah bangkrut setelah misi ternyata berakhir dengan kegagalan.

Puluhan perusahaan lain telah menerima kontrak untuk menggunakan drone guna mengeksplorasi dan membuat peta permukaan. Untuk mendapat informasi resolusi tinggi, mereka meletakkan sensor di dasar laut.

Sebelumnya, NASA meluncurkan robot ke dasar laut dalam proyek baru guna membantu lebih memahami bagian bumi terdalam di bawah laut, tanpa meninggalkan Bumi.

{Baca juga: NASA Kirim Dua Robot ke Dasar Laut}

Pengumuman yang disampaikan pada Selasa (28/8/2018) lalu itu, merupakan bagian dari proyek bernama Systematic Underwater Biogeochemical Science and Exploration Analog (SUBSEA).

Proyek milik badan antariksa pemerintah AS ini akan membantu NASA untuk memahami kehidupan di dalam ruang yang terdalam, serta untuk lebih memahami planet bumi.

NASA percaya lingkungan di sekitar gunung berapi di dalam laut lepas pantai Hawaii, mirip dengan bulan, Saturnus, dan Enceladus. [SN/HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here