Dicap Gagal, Facebook Langsung Hapus Miliaran Akun Palsu

akun Facebook palsu

Telset.id, Jakarta – 1,5 miliar akun Facebook palsu telah dihapus selama periode April hingga September. Angka ini naik, dari 1,3 miliar akun palsu yang telah dihapus Facebook pada periode enam bulan sebelumnya.

Klaim itu terdapat dalam laporan transparansi dua tahunan Facebook, mulai dari pertengahan 2016 hingga pertengahan tahun 2018.

Laporan tersebut juga mencakup sejumlah, seperti data pengguna yang diminta pemerintah berbagai negara, misalnya.

Selain itu, terdapat juga informasi mengenai dimana akses ke produk dan layanan Facebook yang terganggu, jumlah pembatasan konten berdasarkan hukum setempat, serta laporan tentang pelanggaran palsu, hak cipta, dan merek dagang.

Dilansir Telset.id dari Engadget, Jumat (16/11/2018), diungkapkannya laporan ini, terkait dengan pemberitaan dari New York Times tentang Facebook, sehari sebelumnya.

Mereka “menyerang” Facebook dengan mengupas habis kegagalan raksasa media sosial tersebut. Beberapa di antaranya, seperti kegagalan Facebook mengidentifikasi dan menangani hoax atau berita palsu, serta gangguan dari hacker asal Rusia.

Bersama laporan transparansi ini, Facebook juga menerbitkan laporan Community Standards Enforcement yang terbaru. Laporan itu berisi upaya mereka dalam menghapus konten yang melanggar aturan.

Seperti, gambar telanjang dan aktivitas seksual orang dewasa, akun palsu, ujaran kebencian, spam, propaganda teroris, gambar kekerasan, bullying, serta konten eksploitasi seksual terhadap anak-anak pada rentang periode April hingga September 2018.

Namun, meski Facebook mengklaim mampu menurunkan lebih dari 90 persen konten yang melanggar aturan mereka, mereka tetap “kesulitan” untuk mengatasi dua kategori khusus, yakni bullying dan ujaran kebencian.

Facebook hanya mampu menemukan dan menghapus 14,9 persen konten bullying dan pelecehan, sebelum pengguna melaporkannya. Walaupun demikian, ini adalah kali pertama bagi Facebook melaporkan upaya penghapusan konten bullying dan pelecehan.

Sementara ujaran kebencian, hanya bisa ditemukan dan dihapus sebanyak 51,6 persen, sebelum pengguna melaporkannya. Ini merupakan peningkatan yang signifikan, karena pada Q4 2017 mereka hanya berhasil menghapus 23,6 persen konten tersebut sebelum dilaporkan.

Facebook juga melaporkan, permintaan pemerintah untuk data pengguna, naik 26 persen dibandingkan paruh kedua tahun lalu (82.341 permintaan), menjadi 103.815 permintaan.

Permintaan pemerintah meningkat 30 persen di Amerika Serikat (AS), dimana 56 persen dari kasus-kasus tersebut pemerintah AS melarang Facebook memberitahukan pengguna. (WS/FHP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here