Telset.id – CEO Tesla, Elon Musk, kembali membuat manuver mengejutkan di industri teknologi. Melalui unggahan di platform X (sebelumnya Twitter) pada Minggu pagi (19/1/2026), Musk mengumumkan bahwa Tesla secara resmi memulai kembali pengembangan proyek superkomputer Dojo 3. Keputusan ini diambil tepat setelah desain chip AI5 dinyatakan rampung, menandai babak baru dalam ambisi otonom raksasa kendaraan listrik tersebut.
Langkah ini seolah menjadi plot twist bagi para pengamat industri. Pasalnya, nasib proyek superkomputer ini sempat berada di ujung tanduk tahun lalu. Kini, dengan selesainya desain Chip 3nm (AI5), Musk tampaknya kembali percaya diri untuk tancap gas. Dalam pengumumannya, ia menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah mengejar ketertinggalan dan mempercepat kemampuan komputasi untuk jaringan saraf tiruan kendaraan mereka.
Tidak hanya sekadar pengumuman, Musk juga langsung membuka keran rekrutmen. Dalam gaya khasnya yang to the point, ia memposting “lowongan kerja” bagi para insinyur berbakat yang tertarik terlibat dalam pengembangan chip dengan volume produksi tertinggi di dunia. Syaratnya pun terbilang unik dan jauh dari birokrasi HRD pada umumnya.
Baca Juga:
Syarat Masuk Tim Dojo: Email Langsung ke Musk
Bagi mereka yang berminat bergabung dengan tim elit Dojo 3, Musk tidak meminta surat lamaran yang bertele-tele. Ia meminta pelamar untuk mengirimkan email yang berisi tiga poin utama yang menjelaskan masalah teknis paling sulit yang pernah mereka pecahkan. Pendekatan pragmatis ini menunjukkan bahwa Tesla membutuhkan pemecah masalah, bukan sekadar pemegang gelar akademis.
Langkah agresif ini menegaskan keseriusan Musk untuk kembali terjun total ke Dunia AI. Padahal, narasi yang beredar sebelumnya sangat kontradiktif dengan situasi hari ini. Perubahan arah kebijakan yang cepat ini memang sudah menjadi “makanan sehari-hari” bagi mereka yang mengikuti gaya kepemimpinan Musk di Tesla maupun SpaceX.
Sempat “Divonis Mati” Tahun Lalu
Keputusan untuk menghidupkan kembali Dojo 3 menjadi menarik jika melihat ke belakang, tepatnya pada Agustus 2025. Saat itu, santer terdengar kabar bahwa Tesla telah menghentikan total proyek superkomputer Dojo. Laporan menyebutkan bahwa penanggung jawab proyek tersebut akan hengkang, dan Musk sendiri yang memerintahkan penutupan proyek.
Kala itu, alasan Musk terdengar sangat logis dan pragmatis. Ia sempat membalas komentar netizen dengan menyatakan bahwa memecah sumber daya untuk mengembangkan dua desain chip AI yang berbeda secara bersamaan adalah tindakan yang “tidak masuk akal”. Saat itu, Tesla memilih untuk memfokuskan seluruh upaya pada chip AI5 dan AI6 yang diklaim memiliki performa inferensi luar biasa dan kemampuan pelatihan yang mumpuni.
Namun, dalam hitungan bulan, logika “tidak masuk akal” tersebut tampaknya sudah tidak berlaku. Dengan desain AI5 yang kini sudah final, Musk melihat peluang untuk kembali mendiversifikasi kekuatan komputasinya melalui Dojo 3. Apakah ini bentuk inkonsistensi atau adaptasi strategi yang jenius? Hanya waktu dan hasil kinerja fitur Full Self-Driving (FSD) Tesla yang bisa menjawabnya.

