Demi Linux, Microsoft Relakan 60.000 Paten Jadi Open Source

A Microsoft logo is seen in Los Angeles, California U.S. November 7, 2017. REUTERS/Lucy Nicholson

Telset.id, Jakarta – Stereotip Microsoft sebagai perusahaan yang galak terhadap perusahaan kompetitor, terutama mengenai penggunaan teknologi yang bersinggungan dengan hak patennya nampaknya akan mulai memudar.

Sebabnya, raksasa perangkat lunak ini rela 60.000 paten miliknya bisa dipergunakan siapa saja alias open source, demi melindungi Linux dari gugatan hukum.

Untuk itu, Microsoft mengumumkan bergabung dengan Open Invention Network (OIN), yakni grup pemilik paten open source yang bertujuan melindungi perusahaan sistem operasi (OS) gratis tersebut.

Langkah raksasa teknologi yang mengejutkan semua anggota komunitas tersebut disinyalir memiliki modus finansial. Tak heran karena perusahaan bentukan Bill Gates ini beberapa waktu lalu menggugat Android dan Samsung miliaran dolar karena dianggap melanggar paten miliknya.

Corporate Vice President and Deputy General Counsel Microsoft Eric Anderson mengatakan perusahaan ini ingin mengubah reputasinya dan bergabung dengan OIN menunjukkan bahwa mereka bisa menjadi sahabat bagi para pengembang teknologi.

Baca Juga: Microsoft Tambahkan Dukungan Office Lens ke OneDrive

“Kami ingin menerapkan teknologi paling mutakhir pada setiap perangkat untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Kami juga memelajari bahwa pengembangan kolaboratif melalui proses open source bisa mengakselerasi inovasi,” jelas dia.

Sebenarnya Microsoft juga mendapat manfaat setelah bergabung dengan OIN, yakni perusahaan dan pengembang mendapatkan akses ke kedua paten yang dimiliki komunitas ini dan lisensi silang antara pemegang lisensi OIN lainnya tanpa harus membayar royalti.

Saat ini OIN menyediakan platform lisensi untuk sekitar 2.650 perusahaan secara global, termasuk korporasi besar seperti Google, IBM, NEC, Philips, Sony dan Toyota.

Ini artinya pengembang teknologi kecil, terutama yang tidak memiliki tim hukum bisa lebih tenang. Disamping itu komunitas ini akan membuat semakin banyak teknologi perangkat lunak anyar yang dirilis.

Baca juga: Lagi, Co-founder Microsoft Harus Berjuang Melawan Kanker

Sebenarnya langkah pelongaran paten Microsoft ini bukanlah yang pertama kali dilakukan mereka. Dua tahun lalu pembuat OS Windows ini juga melonggarkan paten dengan merilis Azure IP Advantage Plan.

Sedangkan pada awal tahun ini, perusahaan asal Amerika Serikat (AS) ini membebaskan perusahaan mitra menggunakan paten yang dihasilkan dari proyek solusi teknologi mereka.

Contohnya adalah pada Rumah Sakit di Korea Selatan yang menggunakan paten teknologi kecerdasan buatan (AI) pelacak gerak yang dikembangkan Microsoft untuk mengumpulkan data ahli bedah selama operasi. [WS/HBS]

Sumber: Engadget

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here