Bukalapak PHK Ratusan Karyawan?

Bukalapak PHK Ratusan Karyawan?

Penulis:Naufal Mamduh
Terbit:
ā±ļø2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id, Jakarta – Bukalapak dikabarkan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada ratusan karyawan. Pemangkasan karyawan itu diungkap ke publik oleh para karyawan perusahaan e-commerce berstatus unicorn itu.

Seorang karyawan yang tak mau identitasnya diketahui publik, menjelaskan jika Bukalapak melakukan PHK terhadap ratusan karyawan termasuk dirinya.

ā€œAda ratusan (karyawan) yang kena. Kita (yang terkena PHK) sudah beberapa kali audiensi dengan manajemen di lokasi yang berbeda,ā€ kata sumber tersebut kepada wartawan, Selasa (10/09/2019).

Sedangkan sumber lain menyebut jika divisi yang mengalami pemangkasan berasal dari Divisi Marketing, Engineering dan Costumer Service. Semua divisi tersebut diduga mengalami pemangkasan personel.

{Baca juga:Ā 13 Juta Akun Bukalapak Diretas dan Dijual di Dark Web}

ā€œMarketing, engineering dan berbagai divisi,ā€ kata seorang karyawan Bukalapak yang tak mau disebutkan namanya.

Bukalapak sendiri merupakan e-commerce yang didirikan oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono dan Fajrin Rasyid pada 10 Januari 2010. Saat ini Bukalapak telah berusia 9 tahun dan telah menjadi perusahaan startup berstatus Unicorn keempat di Indonesia.

Status unicorn didapatkan karena Bukalapak memiliki nilai valuasi $ 1 miliar atau Rp 14 triliun. Suntikan dana didapat perusahaan e-commerce tersebut dari500 Startup, Batavia Incubator dan Emtek Group.

Seperti diketahui, saat ini di Indonesia terdapatĀ Ā 4 perusahaan yang sudah berstatus unicorn,Ā yangĀ masuk dalam daftar 300Ā unicornĀ dunia yang memiliki nilai valuasi diatas $ 1 miliar.

{Berita Terkait: Valuasi Operator Disamai Unicorn, Telkom Terancam?}

Dilutip dariĀ CBInsights, di urutan pertama adalah Go-Jek, dengan nilai valuasi sebesar $ 10 Miliar atau Rp 140 triliun. Kemudian pada posisi kedua adalah Tokopedia, dengan nilai valuasi $ 7 miliar atau Rp 98 triliun.

Kemudian posisi ketiga ada Traveloka yang memiliki nilai valuasi sekitar $ 2 miliar atau Rp 28 triliun, dan posisi keempat adalah Bukalapak dengan nilai valuasi $ 1 miliar atau Rp 14 triliun. [NM/HBS]