Bos Telegram: Pemblokiran Tidak Redakan Aksi Terorisme

Telset.id, Jakarta – Pemerintah Rusia mulai memblokir akses Telegram. Mereka geram Telegram menolak memberi izin kepada badan keamanan Rusia untuk mengakses pesan rahasia para pengguna.

Departemen komunikasi Rusia, Roskomnadzor, telah mengirim pemberitahuan kepada operator seluler terkait pemblokiran Telegram. Dua operator besar, MTS dan Megafon, sudah mengikuti instruksi.

Menurut The Verge, Roskomnadzor mengeluarkan perintah tersebut sebagai tindak lanjut keputusan pengadilan Rusia pada Jumat pekan lalu, yang menetapkan bahwa Telegram harus diblokir.

Pendiri Telegram, Pavel Durov, mengatakan pemblokiran oleh pemerintah akan mengganggu kehidupan 15 juta penduduk Rusia. Sebaliknya, hal itu tak berefek apapun terhadap peningkatan keamanan Rusia.

“Meski Telegram diblokir, ancaman teroris di Rusia tak akan sertamerta mereda. Mereka akan terus bergerilya menggunakan kanal komunikasi terenkripsi di aplikasi lain,” tegasnya.

Sebelumnya dilaporkan, pengadilan Rusia mengeluarkan instruksi pemblokiran Telegram sebagai respons atas gangguan komunikasi jutaan pengguna sehingga memicu perselisihan.

Perintah pemblokiran Telegram datang seminggu setelah Rozkomnadzor mengajukan gugatan pembatasan akses ke Telegram. Gugatan timbul gara-gara Telegram menolak permohonan pemerintah Rusia.

Berdasarkan data terakhir, Telegram mempunyai lebih dari 200 juta pengguna di seluruh dunia. Keberadaan Telegram pun dimanfaatkan oleh kelompok teroris untuk berkoordinasi. [SN/HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here