Bos Facebook Tuduh TikTok Sensor Pemrotes Politik

Facebook TikTok

Telset.id, Jakarta – CEO Facebook, Mark Zuckerberg, mengeluarkan pernyataan sinis terhadap aplikasi TikTok. Zuckerberg menuding TikTok menyensor protes politik, termasuk di Amerika Serikat (AS).

Berpidato di Universitas Georgetown di Washington, bos Facebook itu mengatakan bahwa platform media sosial Facebook dan WhatsApp kerap digunakan oleh para pengunjuk rasa dan aktivis karena punya enkripsi dan perlindungan privasi.

Lain hal, ia menuding bahwa TikTok justru melakukan penyensoran protes politik atas permintaan China. Namun, pihak TikTok langsung membantah tuduhan Zuckerberg.

{Baca juga: TikTok Bakal Terintegrasi dengan WhatsApp, Instagram dkk}

Seperti dikutip Telset.id dari Reuters, Jumat (18/20/2019), aplikasi tersebut membantah bahwa pemerintah China telah meminta untuk melakukan penyensoran protes politik di platform mereka. “Tidak. Tidak ada pengaruh dari pemerintah,” katanya.

Facebook saat ini memang bersaing dengan TikTok, terutama untuk menggaet pengguna millenial. Aplikasi asal China itu memungkinkan pengguna untuk membuat dan berbagi video pendek soal menyanyi dan menari dengan berbagai filter efek khusus.

{Baca juga: Kocak! Seorang Istri Temukan Suaminya yang Hilang di TikTok}

Zuckerberg, via rekaman yang bocor saat berbicara dengan karyawan perusahaan, mengakui bahwa aplikasi besutan ByteDance tersebut adalah produk internet China pertama yang sukses di seluruh dunia. “Termasuk AS, terutama untuk para pengguna muda,” ucapnya.

Tudingan Zuckerberg soal penyensoran protes politik keluar hanya dua minggu setelah Senator Marco Rubio meminta panel keamanan nasional AS untuk meninjau akuisisi pemilik TikTok, Beijing ByteDance Technology dari Musical.ly. (SN/FHP)

Sumber: Reuters

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here