Bobol Yahoo, Hacker Mata-Mata Rusia Divonis Lima Tahun

AppleMark

Telset.id, Jakarta – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menjatuhkan vonis lima tahun penjara kepada Karim Baratov (23 tahun), peretas atau hacker yang bekerja untuk agen mata-mata Rusia. Karim terbukti menggunakan data yang dicuri dalam pembobolan data Yahoo besar-besaran untuk mendapatkan akses ke email pribadi.

Menurut cnet, Rabu (30/5/2018), Baratov setuju untuk membayar ganti rugi kepada korbannya dan denda hingga US$ 2,25 juta atau mencapai Rp31, miliar. Departemen Kehakiman AS mengatakan November lalu Baratov mengaku bersalah karena memperparah pencurian identitas dan berkonspirasi untuk melakukan penipuan dan penyalahgunaan komputer.

Baratov yang bekerja dengan agen dari agen intelijen Rusia FSB, meretas ke akun email yang di-hosting oleh Google dan Yandex. Agen yang sama diduga bertanggung jawab atas pembobolan Yahoo pada 2014 yang membahayakan 500 juta akun pengguna.

Jaksa menyebut warga negara Kanada itu adalah seorang h”acker bayaran” internasional yang meretas tanpa diskusi atau ragu-ragu untuk Dmitry Dokuchaev, seorang petugas FSB.

“Vonis yang dijatuhkan mencerminkan keseriusan hacking for hire. Peretas seperti Baratov menjalankan aksi mereka tanpa memperhatikan tujuan kriminal orang-orang yang mempekerjakan dan membayar mereka,” kata Penjabat Jaksa AS Alex Tse.

Baratov dituduh mengirim email phishing ke akun email tertentu, mengelabui pengguna agar menyerahkan nama pengguna dan kata sandi mereka dan kemudian mengirim informasi tersebut ke agen Rusia.

Penyelidikan selama dua tahun oleh kantor FBI San Francisco menemukan bukti bahwa mata-mata Rusia membantu membobol Yahoo untuk mencuri informasi dari pejabat pemerintah AS, pembangkang Rusia dan wartawan. Pembobolan data Yahoo adalah kasus peretasan terbesar yang pernah ditangani oleh pemerintah AS.

Korban lainnya dari aksi hacker tersebut termasuk karyawan perusahaan cybersecurity Rusia, perusahaan perbankan investasi Rusia, perusahaan transportasi Perancis, perusahaan keuangan AS, dompet bitcoin Swiss dan maskapai AS. Mata-mata Rusia juga meretas pasangan korban dan email anak-anak mereka untuk menggali lebih banyak informasi. [WS/IF]

Source Link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here