Babak Baru AS vs Huawei: Curi Rahasia Dagang dan Bantu Iran

Huawei Iran

Telset.id, Jakarta – Jaksa penuntut Amerika Serikat (AS) menuduh Huawei telah mencuri rahasia dagang perusahaan asal AS dan membantu Iran melacak para pengunjuk rasa. Hal itu disampaikan dalam dakwaan terbaru terhadap Huawei.

Dalam surat dakwaan, Huawei dituduh berkonspirasi mencuri rahasia dagang dari enam perusahaan teknologi AS dan melanggar hukum pemerasan yang biasanya digunakan untuk memerangi kejahatan terorganisir.

Di sana juga terdapat tuduhan tentang keterlibatan perusahaan di negara-negara yang dikenai sanksi. Huawei dituding pula memasang peralatan pengawas di Iran untuk memantau pengunjuk rasa di Teheran pada 11 tahun lalu atau sekitar 2019 silam.

{Baca juga: Aliansi GDSA Siap Tantang Dominasi Google Play Store}

Seperti diketahui, AS telah melakukan kampanye melawan Huawei. Washington menempatkan perusahaan tersebut dalam daftar hitam perdagangan pada tahun lalu dengan alasan kekhawatiran keamanan nasional AS.

Menurut laporan Reuters, seperti dikutip Telset.id, Senin (17/02/2020), dakwaan itu adalah bagian dari upaya merusak reputasi Huawei dan bisnisnya. AS memakai alasan persaingan bisnis daripada penegakan hukum.

Huawei mengaku tidak bersalah atas dakwaan yang sebelumnya disegel terhadap perusahaan pada Januari 2019. Saat itu, perusahaan ini dituduh melakukan penipuan bank, melanggar sanksi terhadap Iran, dan menghalangi keadilan.

{Baca juga: Huawei “Ngambek”, Ogah Gunakan Google Mobile Service Lagi}

Juru bicara kementerian luar negeri China, Geng Shuang, bertanya tentang dakwaan dalam pertemuan singkat di Beijing. Ia mendesak AS untuk segera berhenti menekan perusahaan-perusahaan China tanpa alasan.

Kepala keuangan dari perusahaan, Meng Wanzhou pun turut ditangkap pada Desember 2018 di Kanada atas tuduhan dalam dakwaan tersebut. Akibatnya, hubungan Kanada-China menjadi buruk. Meng mengaku tidak bersalah dan melawan ekstradisi. (SN/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here