Awas Pembajakan! Hacker Sebar Hoaks Corona Berisi Malware

hoaks corona berisi malware

Telset.id, Jakarta  – Para hacker tahu bahwa kini banyak orang yang bekerja dari rumah karena wabah Covid-19. Para dedemit dunia maya ini pun memanfaatkan kesempatan itu untuk bajak komputer pengguna dengan menyebar hoaks corona berisi malware.

Hari-hari ini, banyak orang terus-menerus mencari berita terkait virus corona. Banyak informasi soal penyebaran virus tersebut di media sosial, email, maupun pesan WhatsApp yang diteruskan.

{Baca juga: Hacker Manfaatkan Peta Pelacak Corona untuk Sebar Malware}

Namun, tampaknya, para penjahat siber sedang memanfaatkan situasi itu dengan menyebar hoaks corona berisi malware untuk bajak komputer pengguna. Menurut laporan Ubergizmo, ada berita palsu atau hoaks corona berisi malware beredar di internet.

Dikutip Telset.id, Kamis (2/4/2020), beberapa hoaks corona atau berita palsu disamarkan sebagai laporan situasi dan dikirim melalui email. Ketika dokumen dibuka, malware dijalankan dan ransomware di-install di komputer pengguna.

Ransomware kemudian meminta agar pengguna membayar sejumlah uang kepada peretas untuk membuka kunci file dan komputer. Beberapa dokumen bahkan dianggap cukup mengkhawatirkan bagi pengguna.

Sebab, dokumen memberitahu bahwa pengguna mungkin telah melakukan kontak dengan seseorang yang terinfeksi Covid-19. Lalu, pengguna diminta untuk membuka serta mencetak dokumen terlampir.

Praktik tersebut sangat serius karena banyak orang sekarang bekerja dari rumah. Banyak informasi sensitif yang mungkin tidak terlindungi dengan baik. Kalau tidak hati-hati, pengguna bisa menjadi korban para peretas.

Sebelumnya, pakar keamanan telah memperingatkan, bahwa work from home atau bekerja dari rumah membuka pintu bagi peretas untuk menebar ancaman. Para hacker akan lebih mudah membobol laptop dan curi data perusahaan.

Bahkan, pejabat pemerintah Amerika Serikat, Inggris, dan negara lain telah mengeluarkan peringatan tentang bahaya bekerja dan mengakses data rahasia dari rumah.

{Baca juga: Work From Home “Buka Pintu” Hacker Curi Data Perusahaan}

Menurut laporan Reuters, seperti dikutip Telset.id, Kamis (19/3), sejumlah perusahaan teknologi mengalami lonjakan permintaan untuk membantu mengamankan akses data perusahaan oleh para karyawan yang bekerja di luar kantor.

Di Cisco Systems Inc, misalnya, jumlah permintaan untuk dukungan keamanan guna mendukung tenaga kerja jarak jauh telah melonjak 10 kali lipat dalam beberapa minggu terakhir. Maklum, hal seperti ini sangat jarang terjadi secara massal. [SN/HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here