Telset.id ā Apple secara resmi meminta izin kepada Gedung Putih untuk membeli chip memori dari ChangXin Memory Technologies (CXMT), pemasok chip memori terbesar di China yang masuk dalam daftar hitam perusahaan militer China. Langkah ini diambil di tengah lonjakan harga chip memori dan penyimpanan akibat permintaan besar dari pusat data AI.
Krisis pasokan chip memori dan penyimpanan saat ini disebabkan oleh pembangunan besar-besaran pusat data kecerdasan buatan (AI). Permintaan yang melonjak untuk chip High-Bandwidth Memory (HBM) dan chip penyimpanan NAND untuk pusat data AI membuat produsen ponsel kesulitan mendapatkan pasokan komponen tersebut. Ketika pasokan tersedia, harganya seringkali jauh lebih tinggi.
Situasi ini diperparah dengan perubahan posisi Apple sebagai pelanggan utama TSMC. Nvidia kini telah menggantikan Apple sebagai pelanggan terbesar TSMC, menyumbang sekitar 19% hingga 22% pendapatan foundry tersebut, dibandingkan dengan 18% dari Apple. Meskipun TSMC masih memproduksi lebih banyak chip untuk Apple, chip Nvidia jauh lebih kompleks dan dapat berharga $30.000 hingga $40.000 per unit.
Kelangkaan chip ini mendorong Apple untuk mencari alternatif pemasok. CXMT adalah perusahaan chip memori terbesar di China yang ditempatkan dalam Chinese Military Company Blacklist oleh Departemen Pertahanan pemerintahan Biden. Perusahaan ini diyakini memiliki hubungan dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dan dianggap sebagai ancaman bagi keamanan nasional AS.
Meskipun Apple secara hukum tidak dilarang membeli chip dari CXMT, perusahaan tersebut tetap meminta izin dari Gedung Putih untuk memastikan tidak ada masalah dengan pembelian chip dari perusahaan tersebut. Permohonan ini diajukan lebih dari sebulan yang lalu kepada pemerintahan Trump.
Baca Juga:
Tahun lalu, Departemen Perdagangan AS ingin menempatkan CXMT ke dalam Entity List, daftar yang sama dengan yang ditempati Huawei. Jika hal itu terjadi, perusahaan AS akan dilarang mengirimkan barang, perangkat lunak, dan teknologi ke CXMT tanpa lisensi dari Departemen Perdagangan. Namun, karena pemerintah AS sedang melakukan negosiasi dengan China pada saat itu, mereka meminta Departemen Perdagangan untuk menunda penambahan CXMT ke dalam Entity List.
Dampak dari krisis chip ini sudah mulai terasa. Apple terpaksa menaikkan harga pada beberapa produk, termasuk iPad dan MacBook. Kenaikan harga ini diumumkan pekan lalu, tidak lama setelah CEO Tim Cook mengatakan bahwa Apple harus menaikkan harga karena kenaikan biaya chip memori dan penyimpanan.
Jika Apple mendapatkan izin untuk membeli chip dari CXMT, perusahaan tersebut berpotensi kehilangan bisnis dengan Departemen Pertahanan AS. Departemen Pertahanan tidak diizinkan membeli produk dari pihak ketiga yang menggunakan komponen buatan perusahaan yang masuk dalam Chinese Military Company Blacklist.

Langkah Apple ini menunjukkan betapa parahnya dampak kelangkaan chip global terhadap industri teknologi. Perusahaan yang selama ini dikenal dengan rantai pasokannya yang ketat kini harus mempertimbangkan pemasok yang berisiko tinggi untuk memenuhi kebutuhan produksinya.
Keputusan akhir dari Gedung Putih akan menjadi penentu bagi strategi pengadaan chip Apple ke depannya. Jika izin diberikan, Apple bisa mendapatkan akses ke pasokan chip memori yang lebih terjangkau di tengah krisis harga. Namun, jika ditolak, Apple harus terus menghadapi tekanan biaya yang berujung pada kenaikan harga produk bagi konsumen.





Komentar
Belum ada komentar.