Telset.id â Apple telah memberikan persetujuan resmi bagi pengguna Mac berbasis Apple silicon untuk menjalankan driver eGPU (external Graphics Processing Unit) dari NVIDIA dan AMD. Persetujuan ini memungkinkan pengguna menghubungkan GPU eksternal secara langsung ke Mac guna menjalankan beban kerja komputasi AI, khususnya untuk model bahasa besar (LLM).
Informasi ini diungkap oleh Tiny Corp, pengembang perangkat keras AI tinybox, melalui platform sosial pada 5 April 2026. Perusahaan menyatakan bahwa driver buatannya telah lolos proses review dan disetujui oleh Apple. âPengguna sekarang dapat langsung menghubungkan GPU ke Mac untuk menjalankan AI dan model bahasa besar,â tulis Tiny Corp.
Lebih lanjut, Tiny Corp menyebut bahwa proses instalasi driver kini telah âsangat disederhanakanâ. Mereka bahkan menyindir kemudahannya dengan menyatakan, âsampai-sampai Qwen (model AI) pun bisa menyelesaikannya.â Sebelumnya, pada Mei 2025, Tiny Corp telah berhasil melakukan pengujian serupa, namun saat itu pengguna masih harus menonaktifkan System Integrity Protection (SIP) dan melakukan berbagai cara lain agar driver dapat berjalan. Semua langkah âworkaroundâ tersebut kini tidak lagi diperlukan.
Kemajuan ini merupakan perkembangan signifikan bagi para pengembang dan peneliti AI yang menggunakan platform Mac. Dengan adanya dukungan eGPU resmi, mereka berpotensi menjalankan tugas pelatihan atau inferensi model AI pada perangkat Mac standar, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada perangkat komputasi AI khusus seperti tinybox buatan Tiny Corp.
Baca Juga:
Perlu dicatat bahwa driver yang disetujui Apple ini bukan berasal langsung dari vendor GPU seperti NVIDIA atau AMD, melainkan dikembangkan secara mandiri oleh Tiny Corp. Oleh karena itu, fokus utamanya adalah untuk mempercepat komputasi AI dan model besar, bukan untuk keperluan gaming atau grafis umum. Keputusan Apple ini juga menarik mengingat riwayat hubungan yang pasang surut antara Apple dan NVIDIA di masa lalu.
Tiny Corp sendiri dikenal sebagai pengembang perangkat keras AI berperforma tinggi. Mereka pernah terlibat konflik dengan AMD terkait masalah driver, yang bahkan membuat CEO AMD, Dr. Lisa Su, turun tangan menyelesaikan masalah tersebut. Produk andalan mereka adalah tinybox, sebuah perangkat akselerator AI yang menggunakan konfigurasi empat GPU high-end.
Saat ini, Tiny Corp memasarkan dua varian produk tinybox. Yang pertama adalah âred v2â yang dilengkapi dengan empat GPU AMD Radeon Pro 9070XT, dengan harga jual 12.000 dolar AS (sekitar Rp 82,7 juta). Varian kedua adalah âgreen v2 Blackwellâ yang menggunakan empat GPU NVIDIA RTX Pro 6000 Blackwell, dengan harga yang jauh lebih tinggi, yaitu 65.000 dolar AS (sekitar Rp 448 juta).
Ambisi Tiny Corp tidak berhenti di situ. Perusahaan berencana meluncurkan produk bernama âexaboxâ pada tahun 2027. Exabox diklaim akan dilengkapi dengan 720 unit GPU AMD RDNA5 AT0 XL, dengan kemampuan komputasi mencapai sekitar 1 exaflop. Harga perangkat raksasa ini diperkirakan mencapai 10 juta dolar AS.
Lonjakan minat terhadap Mac berperforma tinggi untuk AI ini juga terlihat dari sisi pasar. Munculnya agen AI seperti OpenClaw telah meningkatkan permintaan terhadap Mac dengan memori terpadu (unified memory) berkapasitas besar. Akibatnya, masa tunggu pengiriman untuk model-model tersebut membengkak dari hanya 6 hari menjadi 6 minggu. Apple bahkan dikabarkan telah menghapus konfigurasi memori terpadu 512GB untuk Mac Studio, sekaligus menaikkan harga varian 256GB sebesar 400 dolar AS.
Dukungan eGPU ini membuka opsi baru bagi pengembang yang membutuhkan daya komputasi GPU ekstra tanpa harus membeli Mac dengan spesifikasi memori tertinggi atau berinvestasi pada perangkat khusus. Meski demikian, implementasinya masih dalam batasan tertentu dan dioptimalkan untuk workload AI. Bagi pengguna yang ingin mengoptimalkan performa Mac untuk kebutuhan yang lebih umum, cara-cara tradisional mungkin masih relevan.
Perkembangan ini menandai babak baru dalam ekosistem komputasi Apple silicon, di mana platform yang dikenal tertutup mulai membuka diri untuk solusi hardware pihak ketiga guna memenuhi kebutuhan komputasi yang semakin spesifik, seperti AI. Sementara untuk pengalaman gaming, solusi seperti emulasi konsol game mungkin masih memerlukan pendekatan yang berbeda.




