Gara-gara Corona, Jerman Tunduk pada Apple dan Google

Telset.id, Jakarta  – Apple dan Google mengembangkan API baru untuk iPhone dan smartphone Android yang memungkinkan pengembang untuk membuat aplikasi pelacakan kontak pasien virus corona. Jerman akhirnya “tunduk” pada Apple dan Google.

Seperti dilansir New York Post, Apple dan Google menggunakan konektivitas Bluetooth antarperangkat untuk menentukan risiko pemaparan seseorang terhadap orang lain yang positif Covid-19.

{Baca juga: Ikuti Jejak Singapura, Jerman Siapkan Aplikasi Pelacakan Virus Corona}

Dengan demikian, sistem medis dapat melakukan pelacakan kontak secara cepat dan melakukan penanganan paling tepat. Pasien dapat diisolasi lebih awal dan diuji Covid-19 dengan bantuan aplikasi itu.

Namun, dikutip Telset.id, Selasa (28/4/2020), semua terserah pengguna iPhone dan Android untuk ikut serta atau tidak. Yang jelas, privasi pengguna seperti kontak, email, dan lain-lain tetap akan dilindungi.

Beberapa negara di Eropa telah menggarap aplikasi pelacakan kontak sebelum Apple dan Google mengumumkan kehadiran API baru. Tetapi, tidak semua negara menggunakan pendekatan ramah privasi.

Inggris, Prancis, dan Jerman ingin Apple dan Google membuat pengecualian tertentu yang akan memungkinkan untuk menjalankan aplikasi penelusuran kontak sendiri dan mengumpulkan data pengguna.

Namun, akhir pekan lalu Jerman menyatakan akan membatalkan permintaan. Sebagai gantinya, Jerman siap untuk mengikuti pedoman Apple dan Google, yang lebih mengutamakan privasi pengguna.

Inisiatif baru yang dihadirkan oleh Apple dan Google sekarang disebut sebagai “pemberitahuan paparan”, bukan lagi “pelacakan kontak”. Perubahan nama tersebut lebih menggambarkan fungsi aplikasi.

{Baca juga: Italia, Inggris dkk Lacak Smartphone untuk Setop Corona}

Aplikasi itu akan memberi tahu pengguna tentang kemungkinan terkena paparan. Selanjutnya tergantung pengguna dan pihak berwenang untuk melakukan upaya penelusuran kontak yang sebenarnya.

Apple dan Google memutuskan untuk membangun perlindungan privasi tambahan di aplikasi guna membuat identifikasi pengguna yang tidak disengaja maupun disengaja menjadi sangat tidak mungkin. [SN/HBS]

 

SOURCENew York Post
Previous articleDiskon iPhone 11 di China Jadi ‘Penyelamat’ Apple
Next articleSamsung Galaxy S20 Ultra Review: Kamera Luar Biasa, Performa Tinggi

1 COMMENT

  1. halo guys lagi pada lagi gabut karena lockdown mendingan join dan gabung di https://enakmain.com/ banyak game yang menarik yang bisa kalian mainkan loh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here