Apple iPhone 17 di tangan pengguna

Apple Catat Rekor Baru di China, Naik ke Peringkat Kedua

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Apple naik ke peringkat kedua pasar smartphone China pada Q2 2026, dari posisi kelima tahun sebelumnya.
  • Pertumbuhan pengiriman Apple mencapai 24% year-on-year, hampir menyamai Huawei yang tumbuh 25%.
  • Total penjualan smartphone di China justru turun 2% pada periode yang sama.
  • Keberhasilan ini didorong oleh strategi harga stabil berkat daya tawar dengan pemasok komponen.
  • Oppo, Vivo, dan Xiaomi mengalami penurunan penjualan akibat kenaikan biaya komponen.
  • Proyeksi pasar China akan turun 6% pada akhir tahun 2026.

Telset.id – Apple berhasil mencatatkan rekor pangsa pasar baru di China pada kuartal kedua 2026. Perusahaan yang berbasis di Cupertino ini melompat dari posisi kelima menjadi peringkat kedua di pasar smartphone terbesar dunia, mengancam dominasi Huawei.

Berdasarkan laporan firma riset Omdia, Apple mencatat pertumbuhan pengiriman tahun-ke-tahun sebesar 24% pada Q2 2026. Angka ini hampir menyamai pertumbuhan Huawei yang mencapai 25% pada periode yang sama. Capaian ini sangat signifikan mengingat total penjualan smartphone di China justru mengalami penurunan 2% dibandingkan Q2 2025.

Meskipun demikian, jarak antara Apple dan Huawei masih cukup lebar. Huawei unggul empat poin persentase dalam pangsa pasar dan 2,8 juta unit dalam volume pengiriman. Namun, lompatan Apple dari posisi kelima ke peringkat kedua dalam waktu satu tahun tetap menjadi pencapaian yang luar biasa.

“Pencapaian ini terjadi di tengah penurunan pasar secara keseluruhan,” demikian dikutip dari laporan Omdia. Hal ini menunjukkan bahwa Apple berhasil merebut pangsa pasar dari para pesaingnya.

Keberhasilan Apple di China tidak terlepas dari strategi harga yang stabil. Berbeda dengan kompetitor seperti Oppo, Vivo, dan Xiaomi yang terpaksa menaikkan harga akibat kenaikan biaya komponen, Apple dan Huawei mampu mempertahankan harga berkat daya tawar yang kuat dengan pemasok komponen.

Dampaknya, Oppo, Vivo, dan Xiaomi mengalami penurunan penjualan yang cukup tajam. Oppo turun 9%, sementara Vivo dan Xiaomi masing-masing turun 22% dan 21% dibandingkan Q2 2025. Kelompok vendor “lainnya” bahkan mencatat penurunan terbesar secara gabungan.

Top Chinese smartphone vendors

Data Omdia menunjukkan bahwa Apple dan Huawei adalah dua pemenang utama di pasar China saat ini. Keduanya berhasil membalikkan tren penurunan pasar dengan pertumbuhan yang impresif.

Pada Q2 2025, Apple hanya berada di peringkat kelima dengan pangsa pasar yang jauh lebih kecil. Namun, dalam waktu satu tahun, perusahaan tersebut berhasil meningkatkan pangsa pasarnya secara signifikan berkat kesuksesan lini iPhone 17.

iPhone 17 terbukti sangat sukses di China. Model ini menawarkan kombinasi fitur dan harga yang menarik bagi konsumen di negara tersebut. Apple juga terus berinovasi dengan menghadirkan fitur-fitur baru, termasuk peningkatan pada Siri AI yang lebih pintar dan kontekstual.

Ke depannya, pasar smartphone China diperkirakan akan mengalami penurunan yang lebih besar. Proyeksi terbaru menunjukkan penurunan 6% pada akhir tahun 2026. Ini akan menjadi penurunan kuartalan keenam secara berturut-turut bagi pasar China.

Bagi Apple dan Huawei, paruh kedua tahun 2026 mungkin akan lebih menantang. Kenaikan biaya memori diperkirakan akan berdampak pada semua vendor, termasuk dua pemimpin pasar ini. Namun, keduanya diprediksi akan tetap bertahan di posisi dua besar.

“Apple bisa terus meningkatkan volume penjualan di China dan mungkin mengambil alih posisi puncak pada akhir tahun,” tulis laporan tersebut. Prediksi ini tentu akan sangat bergantung pada kesuksesan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max yang akan datang.

Top five Chinese smartphone vendors in Q2 2026 and Q2 2025

Persaingan di pasar China semakin menarik. Apple yang sebelumnya tertinggal kini berhasil mengejar ketertinggalan dan menjadi ancaman serius bagi Huawei. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa strategi Apple untuk fokus pada harga yang kompetitif dan inovasi produk membuahkan hasil.

Sementara itu, vendor-vendor China seperti Oppo, Vivo, dan Xiaomi harus berjuang keras untuk mempertahankan pangsa pasar mereka. Kenaikan biaya komponen menjadi tantangan utama yang harus mereka hadapi.

Di sisi lain, Apple terus memperkuat ekosistemnya. Perusahaan tersebut juga aktif dalam mengembangkan teknologi kecerdasan buatan, seperti yang terlihat pada strategi AI Apple yang kini menjadi pendorong utama inovasi perusahaan.

Dengan catatan rekor baru ini, Apple menunjukkan bahwa mereka tetap menjadi pemain kunci di pasar smartphone global, terutama di China yang merupakan pasar terbesar dunia. Ke depannya, persaingan antara Apple dan Huawei diprediksi akan semakin sengit.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.