Telset.id – Apple menerapkan pembatasan perangkat lunak pada baterai iPhone 18 Pro Max agar pengirimannya lolos regulasi internasional. Langkah ini membuat kapasitas baterai dibatasi di bawah 20Wh saat perangkat pertama kali dinyalakan, sebelum akhirnya batas tersebut dilepas secara otomatis sehingga pengguna bisa memakai kapasitas penuh. Cara ini menjadi solusi atas aturan pengiriman baterai yang selama ini membatasi kapasitas sel di atas 20Wh.
Selama beberapa tahun terakhir, kapasitas baterai ponsel flagship memang tumbuh signifikan. Pertumbuhan itu didorong oleh teknologi silikon-karbon yang memungkinkan sel berdensitas lebih tinggi, sehingga pabrikan dapat menawarkan baterai lebih besar pada ukuran yang sama. Namun, pabrikan menghadapi persoalan karena regulasi pengiriman internasional menyulitkan pengiriman baterai dengan sel di atas 20Wh. Aturan ini memaksa pabrikan memecah baterai menjadi lebih dari satu sel agar tetap di bawah ambang 20Wh, atau mengirim ponsel dengan baterai lebih kecil untuk pasar seperti Eropa dan Amerika Serikat.
Apple memilih jalan berbeda lewat trik perangkat lunak. Metode tersebut tertulis di halaman dukungan iPhone 18 Pro Max, yang menjelaskan adanya pembatasan perangkat lunak yang menahan pengisian baterai di bawah 20Wh sehingga kapasitas baterai ikut terbatas. Saat iPhone pertama kali dinyalakan, batas pengisian itu dilepas dan pengguna dapat memakai kapasitas penuh.
Kapasitas penuh tersebut tercatat 5.567mAh (21,75Wh) untuk model eSIM-only yang dikirim di Amerika Serikat. Sementara versi Eropa hadir dengan slot kartu SIM fisik, sehingga kapasitas baterainya sedikit lebih rendah, yakni 5.391 mAh atau 21,06Wh, tetapi tetap di atas ambang 20Wh. Perlu dicatat, angka tersebut adalah rated battery capacity dan tidak bisa dibandingkan langsung dengan baterai ponsel Android yang diiklankan dengan typical capacity.
Regulator transportasi Amerika Serikat secara eksplisit telah mengizinkan metode pengiriman ini pada Juni 2025. Namun, badan regulasi lain seperti ADR, IATA, dan ICAO belum memberikan pernyataan resmi. Asumsi yang muncul adalah mereka tidak mempermasalahkannya karena lini iPhone 18 Pro sudah dijual di Uni Eropa. Selain itu, Apple memberi pengguna opsi menyalakan dan mematikan fitur tersebut jika berencana mengirim ponsel ke luar negeri. Setelah dikirim, fitur itu bisa dinonaktifkan kembali.
Pada 2026, UN Sub-Committee of Experts on the Transport of Dangerous Goods membahas proposal yang secara khusus menangani baterai sel tunggal. Proposal itu menyoroti bahwa batas 20Wh kian usang karena jenis sel yang sama dapat dipakai di dalam baterai multi-sel yang melebihi 20Wh, sementara baterai sel tunggal dengan fungsi serupa diperlakukan berbeda. Karena itu, badan regulasi tengah menyiapkan pembaruan kebijakan pada 2029. Sampai waktu itu tiba, Apple sudah lebih dulu menemukan jalan keluar.
Baca Juga:
Pendekatan Apple ini berpotensi menjadi preseden. Metode pengiriman tersebut diperkirakan akan diikuti dan membuat ponsel dengan baterai lebih besar bisa masuk ke pasar Eropa dan Amerika Serikat dengan hambatan regulasi yang lebih sedikit. Harapannya, tidak ada lagi dua versi berbeda dari ponsel yang sama untuk Asia dan Eropa. Sebagai pembanding, pendekatan berbasis pembaruan perangkat lunak juga tengah diuji di sisi lain, seperti yang terlihat pada Pembaruan Emerald Ultrahuman.
Perkembangan regulasi baterai ini juga beririsan dengan inovasi di sektor teknologi lain. Di bidang kesehatan, pengujian perangkat canggih terus berjalan, misalnya Implan Otak Coherence Neuro yang diuji coba pada pasien tumor. Sementara di sektor manufaktur, ekspansi kapasitas produksi chip turut memengaruhi rantai pasok perangkat elektronik, seperti langkah Coherent Corp Ekspansi Pabrik di Texas dengan dana CHIPS.
Bagi pengguna, keputusan Apple ini berarti kapasitas baterai iPhone 18 Pro Max yang dipakai sehari-hari tetap utuh meski sempat dibatasi saat proses pengiriman. Pengguna juga tetap memiliki kendali untuk mengaktifkan kembali pembatasan tersebut bila ponsel akan dikirim ke luar negeri. Dengan batas 20Wh yang masih berlaku hingga pembaruan kebijakan pada 2029, solusi perangkat lunak semacam ini menjadi cara paling praktis untuk menjembatani kebutuhan kapasitas besar dan aturan pengiriman yang belum berubah.





Komentar
Belum ada komentar.