šŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi smartphone Android menampilkan notifikasi izin akses lokasi aplikasi

Aplikasi Android Bocorkan Data Lokasi ke Pihak Ketiga, Waspada!

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • EFF menemukan aplikasi Android membagikan data lokasi pengguna ke pihak ketiga secara default
  • SDK periklanan mewarisi izin aplikasi dan mengumpulkan data lokasi presisi tanpa sepengetahuan pengembang
  • Data lokasi dapat dijual ke militer, pemerintah, dan badan intelijen seperti FBI
  • Dua aplikasi yang diidentifikasi telah diunduh gabungan 60 juta kali
  • EFF menegaskan izin lokasi tingkat aplikasi tidak cukup sebagai persetujuan berbagi data ke SDK
  • SDK periklanan seharusnya tidak menjadikan berbagi data pribadi sebagai pengaturan default

Telset.id – Temuan baru dari Electronic Frontier Foundation (EFF) mengungkap bahwa sejumlah aplikasi Android secara diam-diam membagikan data lokasi pengguna kepada pihak ketiga, termasuk pengiklan dan perantara data. Masalahnya, banyak pengembang aplikasi yang mungkin tidak menyadari bahwa pengaturan berbagi data ini aktif secara bawaan (default).

Dalam laporannya, EFF menemukan bahwa beberapa kode pihak ketiga yang ditempatkan pengembang di dalam aplikasi mereka, yang dikenal sebagai software development kits (SDKs), dapat mewarisi izin aplikasi dan mengumpulkan data lokasi presisi pengguna. Hal ini terjadi kecuali pengembang secara aktif mematikan pengumpulan data tersebut.

EFF menyatakan bahwa banyak pengembang mungkin tidak menyadari bahwa mereka berbagi data lokasi pengguna dengan pihak ketiga secara default. Organisasi tersebut mendesak pembuat aplikasi untuk menonaktifkan pengumpulan data yang tidak perlu kapan pun memungkinkan.

Risiko Data Lokasi Jatuh ke Tangan yang Salah

Meskipun SDK periklanan dipromosikan sebagai cara bagi pengembang untuk memonetisasi aplikasi mereka, ada konsekuensi yang harus dibayar. Riwayat lokasi pengguna dapat dialirkan ke perantara data yang memonetisasi informasi tersebut. Data ini kemudian dapat dijual ke militer, pemerintah, dan badan intelijen, seperti FBI.

Selain itu, data lokasi juga menjadi risiko keamanan dan privasi jika diretas atau dicuri. Beberapa perantara data telah mengalami insiden peretasan ini. Di antara aplikasi Android yang diidentifikasi EFF secara diam-diam membagikan data lokasi pengguna, terdapat dua aplikasi yang telah diunduh gabungan sebanyak 60 juta kali hingga saat ini.

EFF menjalankan pengujiannya dengan menganalisis lalu lintas jaringan aplikasi dan melihat layanan mana yang menerima data lokasi pengguna. Bill Budington, teknolog staf senior di EFF, mengatakan kepada TechCrunch bahwa SDK yang mereka periksa hanya mewakili sebagian kecil dari ekosistem periklanan yang lebih luas. Namun, SDK tersebut diklaim menjangkau miliaran pengguna di puluhan ribu aplikasi. Hal ini memberikan gambaran tentang skala pengumpulan data lokasi jenis ini.

Laporan EFF menyebutkan bahwa tidak ada izin lokasi khusus SDK. Artinya, begitu pengguna mengizinkan data lokasi mereka dibagikan ke aplikasi, data tersebut juga akan dibagikan kepada pengiklan. Entitas yang menawarkan SDK tersebut umumnya memiliki insentif komersial untuk mendorong klien mereka mengumpulkan lebih banyak data.

Izin Lokasi Aplikasi Tidak Cukup

EFF menegaskan bahwa izin lokasi tingkat aplikasi saja tidak dapat menandakan persetujuan yang bermakna untuk pengumpulan dan pembagian lokasi oleh SDK periklanan pihak ketiga. Organisasi tersebut menulis bahwa SDK periklanan seharusnya tidak menjadikan berbagi data pribadi sebagai pengaturan default, terutama untuk data yang sensitif seperti lokasi seseorang.

Temuan ini menjadi peringatan bagi pengguna Android untuk lebih berhati-hati dalam memberikan izin lokasi. Meskipun aplikasi seperti aplikasi cuaca membutuhkan akses lokasi untuk memberikan prakiraan yang akurat, pengguna perlu menyadari bahwa izin tersebut bisa berarti data mereka turut dibagikan ke pihak lain. Hal ini juga menyoroti pentingnya memahami berbagai fungsi sensor HP dan implikasinya terhadap privasi.

Bagi pengembang aplikasi, temuan EFF ini menjadi pengingat untuk meninjau kembali kode pihak ketiga yang mereka gunakan. Memastikan bahwa SDK tidak mengumpulkan data lokasi secara default adalah langkah penting untuk melindungi privasi pengguna. Pengguna juga dapat memeriksa pengaturan privasi di perangkat mereka untuk membatasi akses lokasi aplikasi, atau menggunakan fitur berbagi lokasi perkiraan sebagai alternatif.

Meskipun berbagi lokasi presisi dapat meningkatkan pengalaman pengguna pada beberapa aplikasi, risikonya terhadap privasi cukup signifikan. Data lokasi yang bocor dapat disalahgunakan untuk berbagai tujuan, mulai dari penargetan iklan hingga pengawasan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kesadaran akan praktik pengumpulan data ini adalah langkah pertama untuk melindungi diri dari penyalahgunaan data.

Dengan meningkatnya kesadaran akan privasi digital, pengguna diharapkan lebih selektif dalam memberikan izin aplikasi. Membaca kebijakan privasi dan memahami cara kerja aplikasi dapat membantu pengguna membuat keputusan yang lebih informasi. Sementara itu, pengembang aplikasi memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa praktik pengumpulan data mereka transparan dan tidak merugikan pengguna.

EFF berharap temuan ini dapat mendorong perubahan dalam industri periklanan digital, khususnya terkait pengumpulan data lokasi. Mengingat data lokasi adalah salah satu jenis data pribadi yang paling sensitif, perlindungannya harus menjadi prioritas utama bagi semua pihak yang terlibat dalam ekosistem aplikasi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.