Apakah Anda Mengidap Nomophobia alias Kecanduan Smartphone?

JAKARTA –  Smartphone telah menjadi fenomena di ranah teknologi karena penggunaannya yang masif. Menurut hasil penelitian, setidaknya satu dari tiga orang di dunia telah menjadi pengguna smartphone. Namun dibalik segala kebaikannya, smartphone juga memiliki sisi kelam yang bernama Nomophobia. Apa itu Nomophobia?

Hasil survey Strategy Analytics mengungkapkan, bahwa jumlah  pengguna smartphone pada akhir tahun 2014 lalu mencapai 2 miliar. Diperkirakan di tahun 2015 ini, jumlah pengguna smartphone akan menyamai jumlah populasi dunia yang mencapai 7,2 miliar.

Teknologi di smartphone memang telah membuat dunia semakin kecil, karena hampir semuanya bisa Anda dapatkan via smartphone. Mencari informasi berita, mengecek saldo rekening, mengirimkan dan menerima email, beriteraksi di social media, memotret, dll, semuanya bisa dilakukan dengan smartphone.

Tanpa Anda sadari, perubahan perilaku akibat penggunaan smartphone sudah Anda alami sendiri. Perubahan perilaku ini bahkan tanpa memandang usia, jenis kelamin, etnis, karir atau status sosial ekonomi.

Kecanduan smartphone makanHampir di semua tempat kita melihat orang tak bisa lepas dari perangkat smartphone-nya. Dari sejak bangun tidur dipagi hari, hingga mau tidur di malam hari, orang masih tetap tak bisa lepas dari smartphone miliknya.

Bahkan kini ritual berdoa sebelum makan telah berubah, karena orang kini lebih suka mengambil smartphone untuk memotret makanannya untuk diposting di berbagai jejaring sosial. Ya, hal ini pasti sudah pernah Anda lakukan, bukan?

Anda pengguna smartphone tentu sudah merasakan bagaimana “besarnya cinta” Anda pada perangkat smartphone. Smartphone seakan tidak bisa lepas dari genggaman dan akan selalu menemani kemanapun Anda pergi, baik saat kerja, rapat, makan, tidur, bahkan saat mandi dan buang air besar.

Next

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here