Analis: Tahun 2015 Milik Samsung

Samsung Galaxy Note Edge modelJAKARTA – Di tahun 2014 lalu, Samsung terlihat cukup kelimpungan menghadapi para pesaingnya, baik itu saingan lama maupun pesaing-pesaing baru dari Tiongkok. Namun analis dari Jefferies & Co. yakin tahun 2015 akan menjadi milik Samsung.

Sundeep Bajikar, analis dari Jefferies & Co mengatakan bahwa tahun 2015 akan menjadi milik Samsung. Dalam analisisnya, Bajikar melihat produk-produk flagship Samsung akan memenuhi potensinya menjadi produk high-end yang lebih baik ketimbang rilisan Xiaomi.

Bajikar mengungkapkan, bahwa salah satu kesalahan Samsung di tahun 2014 lalu adalah karena produk smartphone kelas premium mereka sama sekali tidak memiliki keunggulan, jika dibandingkan dengan produk yang memiliki spesifikasi serupa dari Xiaomi, seperti misalnya Mi3 ataupun Mi4.

Namun, menurut  Bajikar, kesalahan itu tidak akan terjadi lagi di tahun ini, karena Samsung akan memaksimalkan keunggulan teknologi display fleksibel dan juga prosesor 14nm yang akan dihadirkan di Galaxy S6. Dua keunggulan itu masih belum bisa dihadirkan pada produk buatan Xiaomi.

Selain itu, Bajikar juga berpendapat bahwa form-factor baru seperti yang digunakan pada Galaxy Note Edge akan menjadi kunci penting bagi Samsung untuk bisa kembali bangkit dari keterpurukan.

Bajikar memprediksi Galaxy S6 akan hadir dalam 2 versi, yakni versi standar dan versi Edge, mirip seperti Galaxy Note 4 dan Galaxy Note Edge. Teknologi OLED fleksibel milik Samsung diklaim lebih unggul antara 1-4 tahun ketimbang produsen lain di Korea Selatan, Jepang serta Tiongkok.

Dan jika melihat sambutan positif para pelanggan pada Galaxy Note Edge, maka kemungkinan besar para operator seluler rekanan Samsung siap mendukung peredaran Galaxy S6 versi Edge. Itu artinya, peluang Galaxy S6 menjadi lebih besar untuk beredar di banyak negara.

Seperti diketahui, Samsung mengalami penurunan performa di tahun 2014 lalu. Samsung nampak kelimpungan menghadapi para pesaingnya, baik itu saingan lama maupun saingan baru.

Di segmen premium, Samsung nampak kesulitan menahan popularitas iPhone yang setiap tahun terus-menerus mencetak rekor penjualan baru. Sementara di segmen mid-range dan low-end, Samsung harus menghadapi serangan sporadis dari para vendor asal Tiongkok yang digawangi Xiaomi.[HBS]

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here